<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SenyumKita.com &#187; Senyum Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://www.senyumkita.com/category/senyum-inspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.senyumkita.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 10:53:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>OPTIMALKAN POTENSI MELALUI SAHABATMU</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/optimalkan-potensi-melalui-sahabatmu/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/optimalkan-potensi-melalui-sahabatmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 13:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[“Sob, kok aku merasa gak maksimal ya di jurusan Teknik? Apa aku salah masuk jurusan ya?” Penggalan kalimat di atas pernah diutarakan oleh seorang sahabat saya beberapa waktu yang lalu. Padahal ketika itu ia telah memasuki tahun kedua di bangku universitas. Mungkin anda juga pernah mendengar hal yang sama dari orang lain. Atau bahkan anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Foptimalkan-potensi-melalui-sahabatmu%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Foptimalkan-potensi-melalui-sahabatmu%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em> “Sob, kok aku merasa gak maksimal ya di jurusan Teknik? Apa aku salah masuk jurusan ya?”</em></p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/06/Edisi-14-senyum-inspirasi-optimalkan-potensi-foto.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-526" style="margin: 5px;" title="Edisi 14-senyum inspirasi-optimalkan potensi-foto" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/06/Edisi-14-senyum-inspirasi-optimalkan-potensi-foto-300x225.jpg" alt="inspirasi optimalkan petensi " width="300" height="225" /></a>Penggalan kalimat di atas pernah diutarakan oleh seorang sahabat saya beberapa waktu yang lalu. Padahal ketika itu ia telah memasuki tahun kedua di bangku universitas. Mungkin anda juga pernah mendengar hal yang sama dari orang lain. Atau bahkan anda sendiri merasakan hal tersebut. Ketika kita merasakan salah masuk jurusan di saat-saat terakhir perkuliahan, dunia seperti tidak memberikan ruang untuk berekspresi. Lalu apa yang harus kita lakukan agar tidak salah jurusan dan menyesal di kemudian hari?</p>
<p>Sejatinya setiap manusia diberikan bakat yang berbeda-beda oleh Tuhan. Oleh karena itu, dunia psikologi mengenal istilah individual differences, yaitu perbedaan karakteristik setiap orang yang ditunjukkan dengan keunikan perilaku secara individual. Namun sayangnya, banyak dari kita yang belum mengetahui dan memahami apa bakat terbesar yang kita miliki. Bahkan tak jarang hingga lulus kuliah pun masih ada orang yang belum paham apa bakat paling unik dari dirinya.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa bakat berbeda dengan minat. Minat adalah pilihan/kecenderungan individu untuk melakukan sesuatu, sementara bakat memang menjadi bagian dari kepribadian individu. Perpaduan antara bakat dengan minat akan melahirkan sebuah potensi diri.</p>
<p>Sebagai contoh, secara matematis seorang anak yang memiliki minat berenang (tapi tidak terlalu berbakat) harus berusaha lebih keras daripada anak yang memang sangat berbakat dalam berenang. Namun bukan berarti anak yang berbakat tidak harus menjalani latihan rutin. Kemungkinan di atas hanyalah kemungkinan matematis, dimana pada realita di lapangan, usaha menjadi modal yang paling penting dalam mencapai keberhasilan.</p>
<p>Sebenarnya ada beragam cara untuk mengetahui potensi diri. Dunia psikologi pun menyediakan beragam tes untuk mengidentifikasi bakat dan minat sejak dini. Namun sebenarnya, keberadaan orang lain pun dapat menjadi indikator untuk mengetahui potensi apa yang kita miliki.</p>
<p>Orang-orang yang bingung dengan potensinya kebanyakan berada dalam rentang usia remaja hingga dewasa awal. Usia itu berada dalam kisaran usia belasan tahun hingga awal 20 tahun. Tidak ada yang salah dengan kebingungan tersebut, karena hal itu juga diakui oleh Erik H. Erikson (ahli psikososial). Erikson menggambarkan usia tersebut sebagai masa identity dan role confusion, masa dimana individu mendapatkan kepastian identitas atau justru bingung dengan identitasnya.</p>
<p>Pada masa usia remaja dan dewasa awal, seseorang justru menjadi lebih dekat dengan sahabat daripada dengan keluarga. Hal ini wajar karena remaja senang mencoba hal-hal baru yang terkadang tidak terlalu disukai oleh keluarga, khususnya orangtua.</p>
<p>Banyaknya waktu yang dihabiskan bersama sahabat sebenarnya bisa disikapi secara positif. Sahabat menjadi mengerti banyak hal tentang diri kita. Sahabat juga mengerti apa yang kita sukai dan apa yang kita hindari. Kedekatan ini bisa kita manfaatkan untuk menggali potensi-potensi diri yang mungkin masih tersembunyi.</p>
<p>Ada area gelap dalam diri yang tidak kita ketahui, tapi mungkin saja diketahui dengan baik oleh sahabat kita. Misalnya, seorang sahabat tiba-tiba berkata,”Eh kamu itu ternyata punya bakat menulis cerita humor ya. Aku sampe mati ketawa lho baca ceritamu ini”. Padahal awalnya tulisan tersebut hanya untuk mengabadikan kejadian yang baru saja kita alami, tanpa maksud untuk menulis cerita humor. Namun ternyata, bagi orang lain tulisan itu adalah cerita yang sangat menggelitik perut. Pada titik ini kita harus menyadari bahwa seorang sahabat telah membuka tabir gelap diri dan menunjukkan bahwa kita punya bakat MENULIS CERITA HUMOR.</p>
<p>Jika anda memiliki banyak sahabat, maka sudah tidak saatnya lagi kebingungan untuk menemukan potensi diri. Jadikan sahabat sebagai cermin yang senantiasa memantulkan gambaran diri kita, tidak hanya sisi buruk namun juga sisi baik dan segala potensi yang kita miliki. Jalinan persahabatan tidak hanya berbicara soal keceriaan dan tawa, tapi juga soal mengukir masa depan dan meraih mimpi dengan potensi yang kita miliki. Ayo rangkul sahabatmu dan raih mimpi-mimpimu!</p>
<p style="text-align: right;"><strong>(Yudi Kurniawan)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/optimalkan-potensi-melalui-sahabatmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menciptakan Kerja Sama yang Solid</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/menciptakan-kerja-sama-yang-solid/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/menciptakan-kerja-sama-yang-solid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 12:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sama]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[penyelesaian masalah]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[visi dan misi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Manusia adalah makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan orang lain. Hakikat itu membuat mereka tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia senantiasa akan menemui berbagai masalah yang harus diselesaikan dalam hidupnya. Terkadang, masalah itu pun menyangkut kepentingan orang lain. Oleh karena itu, manusia tak bisa menjadi sosok individual yang tergantung hanya pada diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fmenciptakan-kerja-sama-yang-solid%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fmenciptakan-kerja-sama-yang-solid%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Manusia adalah makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan orang lain. Hakikat itu membuat mereka tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.</em></p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/06/gambaredisi13_inspirasi_MenciptakanKerjaSama.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-520" style="margin: 5px;" title="gambaredisi13_inspirasi_MenciptakanKerjaSama" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/06/gambaredisi13_inspirasi_MenciptakanKerjaSama-300x224.jpg" alt="menciptakan kerja sama" width="300" height="224" /></a>Manusia senantiasa akan menemui berbagai masalah yang harus diselesaikan dalam hidupnya. Terkadang, masalah itu pun menyangkut kepentingan orang lain. Oleh karena itu, manusia tak bisa menjadi sosok individual yang tergantung hanya pada diri sendiri. Mereka harus saling bekerja sama agar permasalahan dapat segera terselesaikan.</p>
<p>Akan tetapi, karakter tiap manusia berbeda. Hal ini pun dapat menjadi hambatan dalam bekerja sama, karena manusia bisa menjadi sosok yang egois. Nah, hambatan tersebut dapat diminimalisir dengan berbagai cara. Manusia dapat bekerja sama atau berkoordinasi dengan cara-cara berikut:</p>
<p><strong>Komunikasi yang cukup</strong><br />
Komunikasi sangatlah penting dalam penyelesaian masalah. Melalui komunikasi, kita dapat menyamakan visi dan misi. Kekurangan komunikasi dapat menimbulkan ketidak-pahaman dalam kerja sama yang dilakukan. Perlu kita pahami solusi-solusi yang ditawarkan oleh kawan kerja sama. Komunikasi yang lancar tentu memudahkan proses pemahaman berjalan cepat. Setelah itu, baru dapat kita pilah-pilah solusi yang sesuai untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ingat, solusi tersebut haruslah menguntungkan berbagai pihak agar tak menimbulkan masalah baru. Tak kalah penting, koordinasi harus kerap dilakukan agar kuantitas komunikasi yang terjadi cukup dan semua kepentingan dapat terakomodasi.</p>
<p><strong>Kenali orang yang menjadi kawan kerja sama secara personal</strong><br />
Mengenal seseorang lebih mendalam, akan memudahkan kita dalam berkomunikasi. Terlebih dengan orang yang akan menjadi kawan kerja sama. Mengenalinya lebih jauh sangatlah bermanfaat. Tujuannya tentu saja untuk menghindari berbagai kesalahpahaman karena berbeda visi atau misi. Selain itu, kita dapat mengambil sikap ketika dia memiliki perbedaan pendapat dengan kita mengenai upaya penyelesaian masalah. Kita bisa tahu waktu yang tepat untuk mengalah ataupun untuk tegas terhadapnya. Dalam hal ini, dibutuhkan saling pengertian antarpihak yang bekerja sama.</p>
<p><strong>Kepala dingin</strong><br />
Perbedaan pendapat pasti selalu terjadi dalam kerja sama. Tak jarang, perbedaan pendapat itu menimbulkan pertikaian antarpemilik argumen. Di sinilah diperlukan sosok yang sabar dan tenang dalam menyatukan perbedaan pendapat. Ya, masalah bersama memang harus diselesaikan dengan kepala dingin. Lupakan sejenak semua ego yang dimiliki. Kita harus nrimo dalam menghadapi semua perbedaan argumen yang ada. Tak perlu grusa-grusu dalam berargumen agar solusi yang kita tawarkan lebih masuk akal dan tepat dalam menyelesaikan masalah. Kita juga harus saling menghargai pendapat yang disajikan agar tak ada pihak yang tersinggung. Anggap semua pihak yang turut andil dalam kerja sama memiliki hak dan kewajiban yang sama, sehingga tak ada pihak yang menjadi superior atau mendominasi.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>(Galuh Indah B.)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/menciptakan-kerja-sama-yang-solid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/tips-beradaptasi-dengan-lingkungan-baru/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/tips-beradaptasi-dengan-lingkungan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 04:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[cara bersosialisasi dengan lingkungan baru]]></category>
		<category><![CDATA[cara memulai obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[tips beradaptasi dengan lingkungan baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Kita sebagai individu, hampir bisa dipastikan akan memasuki lingkungan baru. Pertama kali masuk kuliah, masuk kelas les, mendapat kelompok KKN, pertama kali bekerja di tempat baru, pertama kali ke kos baru. Banyak sekali dunia baru di depan kita. Kita masuki satu persatu pintu-pintu baru tersebut tanpa bisa menghindar. Apa yang kita pikirkan ketika akan memasuki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Ftips-beradaptasi-dengan-lingkungan-baru%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Ftips-beradaptasi-dengan-lingkungan-baru%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Kita sebagai individu, hampir bisa dipastikan akan memasuki lingkungan baru. Pertama kali masuk kuliah, masuk kelas les, mendapat kelompok KKN, pertama kali bekerja di tempat baru, pertama kali ke kos baru. Banyak sekali dunia baru di depan kita. Kita masuki satu persatu pintu-pintu baru tersebut tanpa bisa menghindar.</em></p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/05/gbr_edisi11-inspirasi-adaptasi-lingkungan-baru.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-491" style="margin: 5px;" title="gbr_edisi11-inspirasi-adaptasi lingkungan baru" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/05/gbr_edisi11-inspirasi-adaptasi-lingkungan-baru-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Apa yang kita pikirkan ketika akan memasuki lingkungan yang benar-benar baru? Takut? Penasaran? Pasti banyak tanda tanya besar di kepala kita. Seringkali kita takut bahkan menolak masuk ke lingkungan baru hanya karena bayangan atau pikiran kita. Padahal, apa yang kita pikirkan belumlah tentu benar. Informasi yang kita dapat tentang lingkungan baru tersebut pun bisa jadi hanya dari satu sisi atau sebuah kebetulan. Namun, ketakutan akan ketidakpastian di lingkungan baru sangatlah wajar. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar kita sukses masuk ke lingkungan baru?</p>
<p>Hal pertama yang kita lakukan adalah menata persepsi kita tentang lingkungan baru tersebut. Untuk menghindari persepsi yang salah, sebelumnya kita harus membekali diri dengan informasi yang benar dan terpercaya tentang lingkungan baru tersebut. Misal kita akan masuk ke suatu universitas di luar kota, maka ada baiknya kita tanya kepada para alumni SMA yang berkuliah di universitas tersebut. Dengan demikian, sedikit banyak kita tahu dan mempunyai gambaran dengan lingkungan baru. Bagaimanapun, akan lebih nyaman berada di lingkungan baru yang kita sudah tahu daripada sibuk menerka dan menjadikan lingkungan baru tersebut sebagai misteri.</p>
<p>Lalu bagaimana jika informasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan keinginan kita? Misal kita akan pindah ke suatu kota dan ternyata kita mendapati bahwa kota tersebut masih sangat kolot, sehingga tabu bagi wanita keluar malam. Mungkin cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah berusaha memahami alasan budaya itu. Dengan memahami, maka kita tidak akan menolak mentah-mentah dan membenci lingkungan baru, meskipun beberapa hal di dalamnya kita tidak suka.</p>
<p>Setelah mendapat info yang benar tentang lingkungan baru, maka selanjutnya adalah menata diri. Persiapkan diri menghadapi lingkungan baru tersebut. Secara fisik, jika lingkungan baru kita membutuhkan persiapan ekstra, maka persiapkan fisik kita. Jika lingkungan baru kita sangat menghargai intelektualitas, persiapkan juga itu. Atau jika lingkungan baru kita sangat religius, maka ada baiknya kita memilah kembali baju yang akan kita kenakan di sana, agar lebih sesuai.</p>
<p>Persiapan mental juga tidak kalah pentingnya. Intinya adalah kita menanamkan kepada diri bahwa kita adalah orang baru yang harus berlaku baik agar diterima. Janganlah segan menyapa. Jangan pula takut bertanya. Misal kita canggung berbasa-basi, cukup tersenyum, simpel, dan menggunakan bahasa universal. Pertanyaan ringan seperti menanyakan waktu, arah, dan pertanyaan lain merupakan pengantar yang tepat menuju sebuah obrolan.</p>
<p>Info sudah lengkap, persiapan sudah kita persiapkan, lalu apa lagi? Tentu saja beradaptasi. Sebagus apapun persiapan yang kita lakukan, tetaplah kita harus beradaptasi dengan lingkungan. Bahkan ketika kita sudah masuk ke dalam lingkungan tersebut, adaptasi mutlak tetap dilakukan. Jangan lupa, lingkungan terus berubah, maka ikutlah berubah agar tidak terkena seleksi alam. Janganlah takut ditolak karena tantangan akan selalu ada di setiap lingkungan yang akan kita masuki. So, masuk lingkungan baru, siapa takut?</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Yuwan Y.R</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/tips-beradaptasi-dengan-lingkungan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siasat Singkat Mencari Uang melalui Internet</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/siasat-singkat-mencari-uang-melalui-internet/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/siasat-singkat-mencari-uang-melalui-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 01:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[calon konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[siasat]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya bisnis online, menimbulkan persaingan bisnis semakin ketat. Diperlukan trik-trik tertentu agar bisnis online menjadi ladang pemasukan, baik bagi pemula ataupun bagi yang berpengalaman. Di artikel senyumkita.com sebelumnya, telah dibahas sekilas mengenai bisnis online. Bisnis via dunia maya ini memang sedang diincar oleh banyak pihak. Tak hanya pengusaha yang sudah ahli dalam bisnis, anak muda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fsiasat-singkat-mencari-uang-melalui-internet%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fsiasat-singkat-mencari-uang-melalui-internet%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Maraknya bisnis online, menimbulkan persaingan bisnis semakin ketat. Diperlukan trik-trik tertentu agar bisnis online menjadi ladang pemasukan, baik bagi pemula ataupun bagi yang berpengalaman. </em></p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/05/bisnis-online.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-482" style="margin: 5px;" title="bisnis-online" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/05/bisnis-online.jpg" alt="bisnis online" width="287" height="280" /></a>Di artikel <a href="http://www.senyumkita.com" target="_blank"><strong><em>senyumkita.com</em></strong></a> sebelumnya, telah dibahas <a href="http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/ketika-bisnis-merambah-dunia-maya/" target="_blank">sekilas mengenai bisnis online</a>. Bisnis <em>via</em> dunia maya ini memang sedang diincar oleh banyak pihak. Tak hanya pengusaha yang sudah ahli dalam bisnis, anak muda pun banyak yang melirik bisnis online ini.</p>
<p>Siapapun bisa menjadi pebisnis online. Akan tetapi, kita tak boleh sembarang menjalankannya, karena masih pemula. Di bawah ini, akan dipaparkan sedikit mengenai langkah-langkah memulai bisnis online. <strong></strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Sebelum memulai, tanya ke pihak yang sudah pengalaman tentang bisnis online.</strong></p>
<p>“Malu bertanya, sesat di jalan”. Pepatah itu berlaku pula dalam memulai bisnis online ini. Mengapa? Tentu untuk mencegah terjadinya kekeliruan kita dalam berbisnis. Selain itu, dengan bertanya kepada yang berpengalaman, kita akan lebih paham seluk-beluk bisnis online secara nyata.<strong></strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Ketahui secara pasti jenis bisnis yang akan kita jalani.</strong></p>
<p>Bisnis online terdiri dari berbagai macam, seperti yang telah tercantum di “Ketika Bisnis Merambah Dunia Maya” edisi 5. Beragamnya jenis tersebut, tentu membutuhkan kemampuan bisnis yang berbeda antara satu dengan yang lain. Nah, di sini kita harus jeli dalam memilih jenis bisnis online yang akan kita jalani, agar sesuai dengan kemampuan diri kita, baik dari segi finansial maupun intelektual. Pengetahuan dan kemampuan maksimal terhadap bisnis yang akan kita jalani, akan meningkatkan kepercayaan kita dalam mengembangkan bisnis.<strong></strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Ketahui secara pasti jenis barang yang akan kita jual.</strong></p>
<p>Kita tentu tak asal pilih barang yang akan kita jual. Dalam dunia internet ini, perlu dipertimbangkan mengenai harga dan daya tahan barang yang akan dijual. Selain itu, perlu juga dipikirkan mengenai menarik atau tidaknya barang tersebut bagi pembeli. Tentu, kita harus lebih berusaha keras untuk menarik konsumen untuk membeli barang kita, karena konsumen hanya dapat melihat barang melalui gambar. Hal ini ditujukan agar barang yang telah kita beli untuk dijual kembali, tidak sia-sia.<strong></strong></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Gunakan identitas asli kita</strong></p>
<p>Dalam dunia maya, penipuan sangat riskan terjadi. Oleh karena itu, kita perlu mencegah adanya keraguan dari calon konsumen terhadap bisnis kita. Identitas nyata tentang bisnis dan diri kita sebagai pelaku bisnis, harus ditampakkan secara nyata, agar calon konsumen percaya terhadap bisnis.<strong></strong></p>
<p><strong>5. </strong><strong>Cerdas menjaring konsumen</strong></p>
<p>Ketika bisnis online sudah berjalan, menjaring konsumen adalah hal vital. Salah satu cara ampuhnya adalah memperluas jaringan sosial kita. Sebagai permulaan, kita harus berani mengiklankan secara langsung bisnis yang akan kita jalani. Oleh karena itu, luasnya pergaulan dapat menambah sasaran calon konsumen kita. Selain itu, kekuatan <em>word of mouth</em> dalam berinteraksi dengan banyak orang, cukup efektif untuk mempersuasi calon konsumen agar tertarik pada produk kita. Di sisi lain, kita juga harus dapat menarik calon konsumen untuk melihat produk kita. Salah satu caranya adalah menampilkan gambar produk yang menarik. Tentu melihat langsung dan melihat gambar produk akan berbeda. Oleh karena itu, gambar produk yang akan ditampilkan haruslah menarik.</p>
<p>Itulah cara yang menarik untuk dipahami saat memulai jadi pebisnis online. Sebagai kaum muda, tentu kita tak mau kalah dengan pebisnis senior yang sudah banyak pengalaman. Jika memang mau, mampu, dan berminat pada bisnis online, mulailah dari sekarang. Selamat mencoba!</p>
<p style="text-align: right;"><strong>(Galuh Indah B.)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/siasat-singkat-mencari-uang-melalui-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gagal UN: Bukan Akhir Segalanya</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/gagal-un-bukan-akhir-segalanya/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/gagal-un-bukan-akhir-segalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 01:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[gagal UN]]></category>
		<category><![CDATA[membangkitkan semangat]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[tips menghadapi UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Hari pendidikan nasional baru saja diperingati bangsa ini. Berkaitan dengannya, ujian nasional (UN) juga baru saja berlangsung, dari tingkat SMA sampai SD. Bahkan, hasil UN SMA sudah diumumkan Senin (26/4) lalu. Hasil UN SMA tahun ini turun drastis. Jika pada 2009 mencapai 93,74 persen, tahun ini hanya 89,88 persen. Di Yogyakarta sendiri, jumlah siswa tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fgagal-un-bukan-akhir-segalanya%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fgagal-un-bukan-akhir-segalanya%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/05/uan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-478" style="margin: 5px;" title="uan" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/05/uan.jpg" alt="ujian nasional" width="298" height="225" /></a>Hari pendidikan nasional baru saja diperingati bangsa ini. Berkaitan dengannya, ujian nasional (UN) juga baru saja berlangsung, dari tingkat SMA sampai SD. Bahkan, hasil UN SMA sudah diumumkan Senin (26/4) lalu.</p>
<p>Hasil UN SMA tahun ini turun drastis. Jika pada 2009 mencapai 93,74 persen, tahun ini hanya 89,88 persen. Di Yogyakarta sendiri, jumlah siswa tidak lulus sebanyak 9.237 siswa. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2009, yang mencapai 1.825 siswa. Berdasar evaluasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, persentase ketidaklulusan tertinggi terdapat pada jurusan IPS SMA, yakni 30,24 persen (Kompas, 26 April 2010).</p>
<p>Hasil UN tentu sangat mengejutkan berbagai pihak, baik sekolah, orang tua, maupun siswa yang bersangkutan. Walau bukan sepenuhnya tanggung jawab siswa, turunnya angka kelulusan membuat mereka rendah diri. Hasil UN memang akan berpengaruh pada kondisi psikologi siswa. Diperlukan sebuah penyikapan bijak, baik dari sekolah maupun keluarga.</p>
<p>Siswa tidak perlu berkecil hati. Hasil UN bukan satu-satunya indikator penentu keberhasilan. Kegagalan UN dapat disebabkan beragam faktor, termasuk faktor eksternal. Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, mengatakan, terdapat beberapa kebijakan UN yang berpengaruh pada turunnya angka kelulusan. Jadwal UN yang dipercepat membuat persiapan sekolah dan siswa tidak maksimal. Selain itu, standar kelulusan yang dirasa tinggi kurang sesuai dengan kondisi tiap provinsi (Kompas, 27 April 2010). Seharusnya, provinsi diberi keleluasaan untuk memilih standar kelulusannya, baik rendah, tinggi, maupun menengah.</p>
<p>Faktor penyebab turunnya angka UN yang beragam seharusnya tidak menjadi siswa putus asa. Walau begitu, ini tidak lantas menjadi sebuah pembenaran bagi tindakan siswa. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan siswa dalam menghadapi kondisi ini.</p>
<p>1.	Jangan salahkan siapapun<br />
Berpikir positif sepertinya menjadi langkah bijak. Ambil hikmah dari nilai UN yang kurang memuaskan tersebut. Mungkin, selama ini kita kurang tekun dalam belajar. Bisa juga, Tuhan menginginkan kita berusaha lebih keras sebelum pada akhirnya Dia memberi yang terbaik. Apapun itu, cobalah untuk bersikap positif dan tidak menyalahkan siapa pun, baik diri kita maupun orang lain.</p>
<p>2.	Hindari lubang yang sama<br />
Kita penah gagal. Kita pernah kecewa dan jatuh. Namun, bukan saatnya lagi bagi kita untuk meratap dan menangisi apa yang sudah terjadi. Toh, dengan menyesal tidak lantas membuat nilai UN tiba-tiba menjadi bagus. Bangkitlah dan jangan mengulang kesalahan yang sama. Pelajari kesalahan kita. Jika nilai terendah ada pada pelajaran matematika, belajarlah matematika dengan lebih serius dan tekun. Demikian halnya pada mata pelajaran lain. Jangan segan bertanya pada banyak orang.</p>
<p>3.	Be a new one<br />
Berdirilah di depan cermin. Katakan dengan mantap, bahwa kamu akan menjadi orang yang lebih baik. Kamu akan menjadi orang baru dengan semangat baru. Beri penghargaan pada dirimu sendiri. Keberhasilan kita tidak berasal dari orang lain. Kita yang menanam dan kita pula yang suatu saat akan menikmati hasilnya.</p>
<p>4.	Siapkan pertempuran selanjutnya.<br />
Persiapkan dirimu menghadapi UN ulang pada 10-14 Mei mendatang. Apa yang belum kamu siapkan kemarin, matangkan sekarang. Jangan menunda apapun yang sebenarnya bisa dilakukan sekarang. Jangan lupa untuk selalu berpikir optimis.</p>
<p>Kegagalan boleh saja datang dalam kehidupanmu. Namun perlu juga diingat, kita tidak akan merasakan puasnya keberhasilan, jika kita tidak pernah tahu rasanya kecewa akibat kegagalan. Bersemangatlah! ^^</p>
<p style="text-align: right;"><strong>(Rita Pamilia)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/gagal-un-bukan-akhir-segalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Dukungan Moral untuk Orang Miskin</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/pentingnya-dukungan-moral-untuk-orang-miskin/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/pentingnya-dukungan-moral-untuk-orang-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 07:23:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[alasan mendukung orang miskin]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan emosi]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan informasi]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan instrumental]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan moral]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan orang miskin]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[orang miskin]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang bercita-cita menjadi pengemis, gelandangan, atau orang miskin. Orang miskin sering dianggap rendah, tidak berpendidikan, dan arogan. Pandangan seperti ini membuat mereka jarang dilibatkan dalam beberapa kegiatan atau forum. Seperti yang ditulis dalam buku ‘Orang Kaya di Negeri Miskin’, berbagai kondisi kemiskinan terjadi di Indonesia. Kelaparan, kekurangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fpentingnya-dukungan-moral-untuk-orang-miskin%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fpentingnya-dukungan-moral-untuk-orang-miskin%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi6-sahabat-miskin-ok.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-438" style="margin: 5px;" title="edisi6-sahabat-miskin-ok" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi6-sahabat-miskin-ok-205x300.jpg" alt="" width="205" height="300" /></a>Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang bercita-cita menjadi pengemis, gelandangan, atau orang miskin. Orang miskin sering dianggap rendah, tidak berpendidikan, dan arogan. Pandangan seperti ini membuat mereka jarang dilibatkan dalam beberapa kegiatan atau forum. Seperti yang ditulis dalam buku ‘Orang Kaya di Negeri Miskin’, berbagai kondisi kemiskinan terjadi di Indonesia. Kelaparan, kekurangan pangan, pengangguran, penggusuran tanah, tidak adanya kebebasan sipil, mahalnya pelayanan publik dan pendidikan, itu semua adalah bentuk-bentuk kemiskinan yang menciptakan penderitaan rakyat Indonesia. Dengan kata lain, orang menjadi miskin bukan semata-mata akibat kurangnya kemampuan yang ada pada dirinya, melainkan juga kurangnya kesempatan. Karena itu, cara sederhana untuk menghilangkan kemiskinan adalah dengan memberi “kesempatan” kepada orang miskin.</p>
<p>Mengapa kita harus bertindak?</p>
<p>Terdapat alasan pragmatis dan alasan idealis mengenai hal ini. Donal Dorr, penulis buku ‘Spiritually and Justice’, menjelaskan alasan pragmatis yang pokok adalah kesadaran bahwa sistem-sistem sosial kita saat ini dibayang-bayangi banyak ketegangan, di antaranya:</p>
<p>1. Hutang negara-negara miskin dari negara-negara berkuasa di dunia telah mencapai titik di mana tatanan ekonomis dunia berada dalam bahaya keruntuhan, prosentase pengangguran di seluruh dunia telah menambah ketegangan itu.<br />
2. Sistem-sistem politik telah menyebabkan semakin banyaknya orang terasingkan dan tak berdaya.<br />
3. Kompetisi antar kekuasaan yang lebih besar telah menimbulkan perlombaan senjata yang mengancam punahnya manusia dari muka bumi.</p>
<p>Dengan alasan pragmatis seperti ini, diharapkan mendorong berbagai oraganisasi bergerak memulihkan keadaan dengan memperbaiki sistem yang ada atau menciptkana sistem alternatif</p>
<p>Argumen idealis untuk berpihak pada kaum miskin bersumber pada ajaran moral, baik dari nilai agama maupun budaya. Apapun alasan kita untuk berpihak pada kaum miskin, hal tersebut didukung oleh banyak sekali penelitian psikologi yang menunjukkan betapa besarnya manfaat dari dukungan sosial bagi penderita sakit, cacat, stres, perkembangan remaja, dan lain sebagainya.</p>
<p>Bagaimana mendukung mereka?</p>
<p>Dukungan sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara. Secara umum, dukungan sosial dapat berupa:</p>
<p>1. Dukungan Emosi</p>
<p>Manusia mempunyai kecenderungan untuk bersifat egoistik. Lebih mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Banyak contoh nyata egoistik yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bisa jadi, kita telah melakukan praktik-praktik egoistik tersebut secara sadar ataupun tidak. Untuk mengantisipasi sifat egoistik yang ada pada diri kita diperlukan suatu ikhtiar atau usaha, yaitu dengan menumbuhkan empati. Empati merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam interaksi antar pribadi. Dengan empati, kita bisa saling memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Berempati dan peduli juga merupakan bentuk dukungan emosi terhadap kaum miskin. Dengan melibatkan empati dan peduli, dapat memberikan perasaan nyaman sehingga seseorang dapat merasa lebih baik, lebih percaya diri, merasa dimiliki, dicintai, dan dihargai. Lebih jauh, dukungan emosi seperti ini menumbuhkan kehangatan dan kasih sayang.</p>
<p>2. Penghargaan</p>
<p>Dukungan ini dititikberatkan pada penilaian positif terhadap apa yang telah dilakukan, dapat dilakukan dengan pernyataan setuju terhadap ide-ide, perasaan, dan perilaku individu. Salah satu cermin dari kedewasaan, kebijaksanaan dari seseorang adalah bisa menerima pendapat atau pandangan orang lain, dan tidak memaksakan kehendak.</p>
<p>3. Instrumental</p>
<p>Dukungan ini berupa bantuan yang bersifat nyata dan langsung, seperti pinjaman atau hibah uang, makanan, bantuan tenaga, pelatihan keterampilan dan lain-lain.</p>
<p>4. Informasional</p>
<p>Nasihat, saran, pengarahan, atau umpan balik tentang apa yang telah dikerjakan seseorang merupakan bentuk dari dukungan informasional.</p>
<p>5. Jejaring sosial</p>
<p>Ingatan kita tentu masih segar dengan kasus Prita versus RS Omni serta Chandra-Bibit versus Polri. Gerakan-gerakan yang digalang lewat jejaring sosial ternyata ikut menentukan dalam perkembangan kasus mereka. Salah satu kekuatan dari jejaring sosial ini adalah makin cepatnya suatu informasi, ide, atau rencana didistribusikan kepada seluruh anggota jejaring, sehingga dapat menggalang suatu gerakan atau aktivitas dalam waktu singkat. Dukungan ini disebut juga dukungan persahabatan. Diberikan dengan cara membuat kondisi agar seseorang merasa menjadi bagian dari suatu kelompok yang memiliki persamaan minat dan aktivitas sosial.</p>
<p>Sekecil apapun bentuk dukungan yang bisa kita berikan kepada saudara-saudara kita yang masih berada di bawah garis kemiskinan, berarti kita telah berusaha untuk membuat dunia ini lebih ceria. Mari kita mulai sejak saat ini, selagi masih diberi nafas oleh Sang Khaliq. Kalau bukan kita, siapa lagi?</p>
<p style="text-align: right;">(Dyan Sulistyaningsih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/pentingnya-dukungan-moral-untuk-orang-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatasi Rasa Malas</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/tips-mengatasi-rasa-malas/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/tips-mengatasi-rasa-malas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 07:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi malas]]></category>
		<category><![CDATA[rajin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Sobat Senyum, pernahkah Anda dihinggapi rasa malas? Ya, perasaan enggan untuk melakukan perkerjaan yang seharusnya dikerjakan. Tentu pernah bukan? Nah, pada tulisan ini kami akan menyajikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas yang hinggap pada diri kita. Namun sebelum kami sampaikan tips untuk mengatasinya, perkenankan kami untuk menyampaikan beberapa hal yang –biasanya– menjadi pemicu atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Ftips-mengatasi-rasa-malas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Ftips-mengatasi-rasa-malas%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sobat Senyum, pernahkah Anda dihinggapi rasa malas? Ya, perasaan enggan untuk melakukan perkerjaan yang seharusnya dikerjakan. Tentu pernah bukan? Nah, pada tulisan ini kami akan menyajikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas yang hinggap pada diri kita. Namun sebelum kami sampaikan tips untuk mengatasinya, perkenankan kami untuk menyampaikan beberapa hal yang –biasanya– menjadi pemicu atau penyebab munculnya rasa malas. Apa sajakah itu? Mari kita simak bersama.</p>
<p>1. Kurang olah raga</p>
<p>Mengapa kurang olah raga dapat menimbulkan rasa malas? Hmm.. Tepat sekali! Pasalnya jarang berolah raga menyebabkan tubuh menjadi tidak bergairah dan otot pun kendor karena kurang bergerak. Selain itu peredaran darah tidak selancar orang yang rajin berolah raga. Kondisi seperti ini menyebabkan mood untuk beraktivitas menurun.</p>
<p>2. Kurang motivasi</p>
<p>Pernahkah Anda melihat orang yang sangat bersemangat dan begitu rajin dalam bekerja? Kalau kita tanyakan kepada mereka, mengapa semangat dan rajin dalam bekerja pastilah akan kita dapati jawaban berupa motivasi kuat yang mendasarinya. Berbekal motivasi itulah otak mampu memerintahkan tubuh untuk rajin beraktivitas. Sedangkan orang yang motivasinya kurang kuat dalam beraktivitas atau tidak memiliki cita-cita yang jelas cenderung mudah dihinggapi rasa malas ketika menemui sedikit saja rintangan yang menghadang.</p>
<p>3. Kurang nutrisi</p>
<p>Tubuh yang kurang asupan gizi atau nutrisi menjadi ringkih dan mudah lelah. Misalnya, ketika sedikit melakukan pekerjaan saja tubuh sudah kelelahan, alhasil pekerjaan menumpuk di depan mata. Malas pun bisa muncul ketika melihat begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sementara tubuh kita terasa tidak mampu untuk segera menuntaskan pekerjaan-pekerjaan itu.</p>
<p>4. Suka menunda-nunda pekerjaan</p>
<p>Ketika ada waktu luang untuk menuntaskan berbagai pekerjaan yang mengantri namun justru kita gunakan untuk bersantai-santai maka waktu yang tersedia pun kian menipis. Ketika deadline (batas waktu selesainya pekerjaan) telah tiba akan kita dapati bahwa ternyata kita belum berbuat apa-apa. Akhirnya kita menjadi kelimpungan sendiri. Dampaknya mungkin dua hal, bisa jadi kita segera menuntaskannya dengan sisa-sisa waktu yang ada, namun bisa jadi kita justru menjadi sangat malas untuk merampungkannya, atau dengan kata lain sangat molor.</p>
<p>5. Berada di lingkungan orang-orang yang malas</p>
<p>Ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang malas, secara sadar atau tidak, kita akan tertular dan terjangkiti rasa malas, cepat atau perlahan. Kondisi ini dikhawatirkan memicu munculnya pikiran ‘orang lain saja tidak melakukannya, mengapa saya harus melakukannya?’.</p>
<p>6. Sering begadang tanpa tujuan yang jelas</p>
<p>Begadang atau terjaga hingga larut malam (dini hari) tanpa tujuan yang jelas seperti nonton TV, mengobrol kesana kemari, facebook-an, chatting, main kartu, dan sebagainya membuat kita susah untuk bangun pagi. Ketika kita tidak bisa bangun pagi (kesiangan) maka rasa malas pun berpotensi besar untuk menghinggapi pikiran kita.</p>
<p>7. Suka meremehkan pekerjaan</p>
<p>Menggampangkan suatu pekerjaan atau meremehkan orang lain akan membuat kita terlena. Setelah terlena kita menjadi tidak serius dalam mengerjakan suatu hal, akibatnya malas-malasan akan menimpa diri kita.</p>
<p>Nah, setelah mengetahui beberapa penyebab timbulnya rasa malas, mari kita simak bersama beberapa tips untuk mengatasi rasa malas.</p>
<p>1. Rutin olah raga</p>
<p>Dengan rutin berolah raga, maka tubuh menjadi enerjik, otot menjadi kencang, peredaran darah menjadi lancar, dan kita pun akan senantiasa bersemangat dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Malas pun enggan hinggap pada diri kita.</p>
<p>2. Memperjelas visi dan misi hidup, cita-cita, obsesi, target</p>
<p>Dengan memiliki visi-misi hidup yang jelas, cita-cita, obsesi yang kuat, serta target yang jelas akan membuat kita lebih teratur dalam menjalani hidup, menggunakan detik demi detik usia hidup kita untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Kita tak akan rela membuang-buang waktu hanya untuk menuruti rasa malas. Kita bisa menjadikan obsesi kita sebagai senjata untuk memerangi rasa malas.</p>
<p>3. Memperbaiki nutrisi makanan</p>
<p>Makanan dengan nutrisi atau gizi yang memadai akan membuat tubuh kita sehat. Otak kita lancar dan cepat dalam berpikir serta tidak mudah lelah dalam beraktivitas. Dengan stamina yang prima, berbagai pekerjaan kecil hingga berat yang di hadapan kita dapat kita selesaikan dengan cepat dan mudah. Malas? No way!</p>
<p>4. Hindari menunda-nunda pekerjaan</p>
<p>Jangan sampai ada istilah ‘menunda-nuda pekerjaan’ dalam kamus kehidupan kita. Karena menunda-nunda pekerjaan hanya akan menjadi bumerang bagi diri kita. Menunda bukalah bagian dari solusi tapi sebuah jebakan yang akan memerosokkan kita pada kubangan kegagalan. Menunda pekerjaan akan membuat pekerjaan kian menumpuk. Ketika pekerjaan menumpuk kita menjadi tidak fokus dalam menyelesaikannya karena banyaknya hal yang harus kita selesaikan dalam waktu yang hampir bersamaan. Selain itu jadwal yang sudah kita susun dengan begitu rapi bisa hancur berantakan gara-gara menunda-nunda pekerjaan. Lagipula jika kita mampu menyelesaikan pekerjaan di awal waktu, orang lain akan puas dengan kinerja kita.</p>
<p>5. Bergaul dengan orang-orang yang rajin</p>
<p>Jauhilah teman atau lingkungan orang-orang malas dan berkumpullah bersama orang-orang yang rajin. Dengan demikian kita akan mendapatkan aura positif ‘rajin’ dari teman-teman kita. Kita akan malu bila bermalasan-malasan di depan teman-teman kita yang rajin.</p>
<p>6. Menghindari begadang</p>
<p>Begadang boleh-boleh saja asalkan tujuannya jelas, untuk kepentingan yang mendesak dan harus segera dituntaskan malam itu juga (tidak bisa ditunda). Namun bila sekiranya tidak ada agenda yang mendesak sebaiknya kita tidur lebih awal agar bisa bangun pagi. Dengan bangun pagi kita akan lebih bersemangat dan lebih siap untuk menjalani berbagai aktivitas.</p>
<p>Nah, demikian beberapa tips untuk mengatasi rasa malas yang bisa kami sajikan. Tentu sobat Senyum sekalian juga mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi rasa malas sesuai dengan kondisi yang dialami. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba mengatasi rasa. ^_^</p>
<p style="text-align: right;">(Zen Muhammad A.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/tips-mengatasi-rasa-malas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencegahan dan Deteksi Dini, Demi Kesehatan si Rahim</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/pencegahan-dan-deteksi-dini-demi-kesehatan-si-rahim/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/pencegahan-dan-deteksi-dini-demi-kesehatan-si-rahim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 07:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[daerah kewanitaan]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi dini kanker harim]]></category>
		<category><![CDATA[haid]]></category>
		<category><![CDATA[HPV]]></category>
		<category><![CDATA[Human Papilloma Virus]]></category>
		<category><![CDATA[IVA]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kanker leher rahim]]></category>
		<category><![CDATA[kanker rahim]]></category>
		<category><![CDATA[kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kewanitaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolposkopi]]></category>
		<category><![CDATA[kondiloma akuminatum]]></category>
		<category><![CDATA[menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pap Smear]]></category>
		<category><![CDATA[pembalut]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan kanker rahim]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kelamin]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[rahim]]></category>
		<category><![CDATA[Thin Prep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, kesehatan menjadi barang mahal. Hal itupun diperparah dengan semakin banyaknya penyakit yang menyerang manusia, salah satunya adalah kanker serviks. Pernahkah Anda mendengar tentang kanker serviks? Ya, kanker serviks biasa menyerang leher rahim. Oleh karenanya, tak mengherankan ketika kanker ini disebut pula sebagai kanker leher rahim. Kanker serviks ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fpencegahan-dan-deteksi-dini-demi-kesehatan-si-rahim%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fpencegahan-dan-deteksi-dini-demi-kesehatan-si-rahim%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Saat ini, kesehatan menjadi barang mahal. Hal itupun diperparah dengan semakin banyaknya penyakit yang menyerang manusia, salah satunya adalah kanker serviks. </em></p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi6-inspirasi-rahim-ok.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-431" style="margin: 5px;" title="edisi6-inspirasi-rahim-ok" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi6-inspirasi-rahim-ok-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a>Pernahkah Anda mendengar tentang kanker serviks? Ya, kanker serviks biasa menyerang leher rahim. Oleh karenanya, tak mengherankan ketika kanker ini disebut pula sebagai kanker leher rahim. Kanker serviks ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor resiko utama kanker leher rahim. HPV menimbulkan kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Di Indonesia, penyakit ini mendapat perhatian yang demikian besar dari semua pihak. Ingatkah kita pada sebuah iklan di layar kaca yang menyebutkan 2 dari 3 perempuan Indonesia berpotensi terkena kanker serviks? Kanker ini merupakan pembunuh perempuan paling besar. Oleh karenanya, sudah sepatutnya kita bergerak untuk mencegah kanker ini.</p>
<p>Ada beberapa cara untuk mendeteksi dini kanker serviks, yakni:</p>
<p>1. IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat)</p>
<p>Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap leher rahim, mengenai keberadaan kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. IVA dapat dilakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. IVA hanya sebagai deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lebih lanjut harus segera dilakukan.</p>
<p>2. Pap Smear</p>
<p>Yaitu dokter menggunakan alat khusus untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat memperlihatkan keberadaan infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Dengan melakukan tes Pap Smear secara teratur, telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.</p>
<p>3. Thin Prep</p>
<p>Metode ini lebih akurat dibanding Pap Smear. Tes ini dilakukan dengan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim.</p>
<p>4. Kolposkopi</p>
<p>Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi —pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh— dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.</p>
<p>Hal di atas adalah upaya deteksi dini terkait dunia medis. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah kanker serviks secara sederhana.</p>
<p>1. Menjaga kebersihan daerah kewanitaan</p>
<p>Hal ini menjadi langkah paling utama yang bisa Anda lakukan. Gantilah celana dalam Anda minimal 2 kali sehari. Jika Anda sedang menstruasi, usahakan mengganti pembalut minimal 2 kali sehari. Akan lebih baik jika dapat mengganti pembalut 6 jam sekali. jika Anda harus buang air di tempat umum, usahakan memilih tempat yang terjaga kebersihannya. Jika perlu, bawalah sabun kewanitaan. Jika memang tidak yakin dengan kebersihan air di tempat tersebut, Anda tidak perlu menggunakan airnya. Cukup membersihkan daerah kewanitaan dengan tisu atau kain bersih.</p>
<p>2. Jangan biarkan daerah kewanitaan terlalu lembab</p>
<p>Usahakan untuk mengeringkan daerah kewanitaan sesudah Anda buang air. Daerah kewanitaan yang lembab memungkinkan tumbuhnya jamur dan bakteri yang berbahaya.</p>
<p>3. Hindari berhubungan seks selama masa haid</p>
<p>Upaya tersebut terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya virus penyebab kanker serviks.</p>
<p>4. Makan sayuran pembasmi HPV</p>
<p>Tingkatkan konsumsi semua jenis buah dan sayuran warna pelangi ke dalam menu makanan Anda, untuk mendapatkan perlindungan terbaik bagi kekebalan tubuh.</p>
<p>5. Hindari merokok</p>
<p>Asap rokok melemahkan pertahanan tubuh sehingga perlu dihindari. Infeksi HPV berlangsung lebih lama pada perempuan yang merokok dibandingkan yang tidak, serta meningkatkan resiko kanker serviks.</p>
<p>Kanker serviks merupakan ‘momok’ bagi perempuan. Fakta-fakta terkait kanker serviks menjadi hal yang sering dibicarakan masyarakat. Oleh karena itu, kampanye pencegahannya pun gencar dilakukan. Sekarang, saatnya kita yang mengampanyekan pencegahan kanker serviks untuk diri sendiri. Bagaimanapun kondisinya, kesehatan diri berasal dari upaya kita menjaga kesehatan diri dan lingkungan. (dari berbagai sumber)</p>
<p style="text-align: right;">(Rita Pamilia dan Galuh Indah B.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/pencegahan-dan-deteksi-dini-demi-kesehatan-si-rahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siap Menghadapi Pidato</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/siap-menghadapi-pidato/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/siap-menghadapi-pidato/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 12:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata dalam pidato]]></category>
		<category><![CDATA[konten pidato]]></category>
		<category><![CDATA[pidato menarik dan lugas]]></category>
		<category><![CDATA[sukses berpidato]]></category>
		<category><![CDATA[tips menyusun isi pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara di depan umum terkadang masih menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Keringat dingin dan suara gemetar menjadi ciri fisik ketika demam panggung melanda. Padahal dengan dan tanpa kita sadari, berbicara merupakan cara berkomunikasi yang paling mudah dilakukan. Berbicara di depan umum terdiri dari berbagai macam. Mulai dari pengumuman, orasi, maupun pidato atau presentasi. Pidato [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fsiap-menghadapi-pidato%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fsiap-menghadapi-pidato%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi5-inspirasi-pidato-ok.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-407" style="margin: 5px;" title="edisi5-inspirasi-pidato-ok" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi5-inspirasi-pidato-ok-224x300.jpg" alt="berbicara di depan umum" width="224" height="300" /></a>Berbicara di depan umum terkadang masih menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Keringat dingin dan suara gemetar menjadi ciri fisik ketika demam panggung melanda. Padahal dengan dan tanpa kita sadari, berbicara merupakan cara berkomunikasi yang paling mudah dilakukan.</p>
<p>Berbicara di depan umum terdiri dari berbagai macam. Mulai dari pengumuman, orasi, maupun pidato atau presentasi. Pidato atau presentasi mungkin menjadi jenis komunikasi yang paling formal dan membutuhkan persiapan tersendiri. Mengapa? Pidato membutuhkan kejelasan konten. Kita tak mungkin berpidato tanpa konten. Oleh karenanya, pengaturan konten pidato yang signifikan akan meningkatkan pemahaman pendengar terhadap informasi yang kita sampaikan.</p>
<p>Selain itu, persiapan pidato mampu menjaga kredibilitas kita di depan audiens. Keteraturan dan kelancaran kita dalam berpidato dapat mengubah tingkah laku mereka. Pidato dikatakan berhasil ketika Anda mampu membuat audiens melakukan apa yang Anda inginkan. Hal cukup menarik dikemukakan oleh Cohen. Berdasar penelitiannya, audiens mudah mengalami frustasi ketika mendengarkan hal-hal yang rancu dan tidak teratur. Informasi yang terstruktur mampu meningkatkan kognisi individu yang mendengarnya. Oleh karenanya, untuk menghindari pendengar frustasi ketika Anda di atas podium, aturlah pidato Anda.</p>
<p>Berikut beberapa tips untuk membuat konten pidato Anda menarik untuk didengar audiens.</p>
<p>1. Anda perlu melakukan riset kecil terkait siapakah audiens Anda nantinya. Hal tersebut sangat penting dalam penyusunan materi, bahkan pada cara Anda berpakaian nantinya.</p>
<p>2. Gunakan kata-kata yang jelas dan mudah dipahami audiens. Langkah ini dapat ditempuh dengan mengurangi pengulangan kata-kata yang tidak bermakna, misalnya saya pribadi, mundur ke belakang. Selain itu, gunakan kata yang spesifik. Ingat, jangan menimbulkan makna yang ambigu atau bermakna ganda. Untuk lebih memperjelas pemahaman audiens, berikan kesimpulan-kesimpulan kecil di beberapa bagian konten.</p>
<p>3. Kelincahan kata mampu memberikan gambaran pada audiens terhadap apa yang Anda katakan. Hal ini dapat diwujudkan dengan menggunakan kata kerja aktif dalam kalimat. Jangan ragu untuk memakai peribahasa. Akan lebih baik ketika Anda menggunakan penggambaran, baik secara visual maupun audio.</p>
<p>4. Sesuaikan kata yang digunakan dengan audiens di depan Anda. Tidak perlu menggunakan kata-kata ilmiah yang tidak semua orang tahu. Selain itu, jangan menggunakan istilah yang mengandung penyudutan terhadap golongan, ras, maupun gender tertentu.</p>
<p>5. Membaurlah dengan audiens Anda. Gunakan kata-kata dan gaya yang akrab sehingga audiens merasa tidak ada jarak antara Anda dan mereka. Jangan ragu membuat humor agar suasana tidak kaku. Namun, jangan terlalu berlebihan pula dalam mengungkapkan humor. Hal ini akan berpengaruh pada kredibilitas Anda.</p>
<p>6. Buatlah sebuah forum yang melibatkan audiens Anda di dalamnya. Misalnya, dengan melempar pertanyaan dan humor. Hal ini akan menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi audiens.</p>
<p>7. Memberikan pujian kepada Audiens atas apa yang diraihnya saat ini, sekecil apapun itu.</p>
<p>8. Memberikan kesimpulan terhadap apa yang telah Anda bicarakan. Kesimpulan harus memenuhi tiga fungsi penting, yakni merangkum informasi yang telah Anda sampaikan, memotivasi audiens ke arah yang Anda inginkan, dan memberikan penutup singkat, jelas, dan mengena. Kesimpulan yang menarik akan menimbulkan kesan tak terlupakan bagi audiens.</p>
<p>Nah, kini Anda sudah tahu bagaimana caranya menyusun sebuah isi pidato. Namun, isi pidato yang menarik dan informatif saja tidak cukup. Anda harus mengimbanginya dengan penampilan diri yang menarik dan rapi pula. Selain itu, isi pidato juga harus diungkapkan dengan gaya yang menyenangkan. Jangan lupa, perlu untuk menjaga ketertarikan audiens dengan menjaga senyum Anda selama pidato berlangsung. Selamat mencoba.</p>
<p style="text-align: right;">
(Rita Pamilia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/siap-menghadapi-pidato/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Hemat ala Anak Kost</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/hidup-hemat-ala-anak-kost/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/hidup-hemat-ala-anak-kost/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 12:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[cara berhemat]]></category>
		<category><![CDATA[cara hidup ala kost]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[hemat ala kost]]></category>
		<category><![CDATA[hemat ala mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[hidup hemat]]></category>
		<category><![CDATA[irit]]></category>
		<category><![CDATA[kos]]></category>
		<category><![CDATA[kost]]></category>
		<category><![CDATA[kost hemat]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa kost]]></category>
		<category><![CDATA[makan di kost]]></category>
		<category><![CDATA[mudah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Jauh dari orangtua dan sanak saudara adalah konsekuensi jadi mahasiswa di tanah perantauan. Kendati jauh dari keluarga, kebutuhan makan, tempat tinggal, pendidikan, dan hiburan bagi masing-masing individu tak dapat dielakkan. Bagi mahasiswa yang ‘berada’ atau berasal dari kalangan menengah ke atas hal ini tentu tidak menjadi masalah. Namun, bagaimana dengan mahasiswa yang masuk dalam kategori [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fhidup-hemat-ala-anak-kost%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-inspirasi%2Fhidup-hemat-ala-anak-kost%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi5-inspirasi-kost-ok.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-403" style="margin: 5px;" title="edisi5-inspirasi-kost-ok" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi5-inspirasi-kost-ok-300x265.jpg" alt="hidup hemat anak kos" width="300" height="265" /></a>Jauh dari orangtua dan sanak saudara adalah konsekuensi jadi mahasiswa di tanah perantauan. Kendati jauh dari keluarga, kebutuhan makan, tempat tinggal, pendidikan, dan hiburan bagi masing-masing individu tak dapat dielakkan. Bagi mahasiswa yang ‘berada’ atau berasal dari kalangan menengah ke atas hal ini tentu tidak menjadi masalah. Namun, bagaimana dengan mahasiswa yang masuk dalam kategori ‘pas-pasan’ atau berasal dari keluarga yang kurang mampu?</p>
<p>Berhemat adalah jawaban yang tepat. Dengan berhemat, pengeluaran sehari-hari dapat ditekan. Ingin tahu bagaimana hidup hemat ala anak kost? Mari kita simak tips-tips berikut ini.</p>
<p>1. Makan sederhana, kurangi cemilan.</p>
<p>Ingatkah sebuah peribahasan yang mengatakan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit? Nah, jika Anda bisa memasak, memasak tentu menjadi pilihan tepat. Pengeluaran terbesar para mahasiswa di perantauan adalah alokasi makan sehari-hari. Tentu saja, karena makan merupakan kebutuhan paling mendasar. Bagi anak kost, sudah menjadi hal yang lumrah ketika makan 2 kali sehari, pasalnya sarapan pagi dan makan siang sering disatukan. Lumayan, hemat uang sekali makan dalam sehari dapat menyelamatkan kantong kita di akhir bulan.</p>
<p>2. Belanja di awal bulan.</p>
<p>Usahakan untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari dalam jumlah besar. Dengan demikian kita akan mendapatkan harga yang lebih murah.</p>
<p>3. Merutinkan diri berkunjung ke perpustakaan.</p>
<p>Cara ini  dapat mengurangi kebiasaan ‘cuci mata’ atau hang out di mall. Dengan demikian kita tak mudah tergiur membeli barang-barang yang sebenarnya belum kita perlukan. Irit belanja buku juga, kan? Otak tambah pintar, hemat pula.</p>
<p>4. Berhemat pulsa.</p>
<p>Kurangi sms dan telepon yang kurang penting.</p>
<p>5. Ke kampus dengan bersepeda atau jalan kaki.</p>
<p>Jauh lebih hemat daripada naik bus atau mengendarai sepeda motor. Di samping hemat, juga dapat mengurangi polusi udara. Di tengah fenomena perubahan iklim yang ekstrim seperti sekarang ini tentu cara ini menjadi tindakan bijaksana yang patut ditiru.</p>
<p>6. Membongkar gudang.</p>
<p>Pilih dan perbaiki barang-barang yang sekiranya masih bisa digunakan. Kalau barang lama masih bisa dipakai, kenapa harus beli?</p>
<p>7. Jaga kesehatan dengan berolahraga.</p>
<p>Ingat, selain menguras biaya, sakit juga akan menyita waktu berharga kita yang seharusnya bisa bisa digunakan untuk memikirkan atau melakukan kegiatan lain yang lebih produktif. Kata Eko Prasetyo, orang miskin dilarang sakit!</p>
<p>8. Menyusun anggaran dan minta orang terdekat Anda untuk mengawasi.</p>
<p>Bagaimana cara menyusun anggaran? Begini caranya:</p>
<p>1. Ambil selembar kertas kosong dan bagilah menjadi dua kolom<br />
2. Pada kolom pertama, daftarlah seluruh pemasukan Anda pada bulan yang bersangkutan<br />
3. Pada kolom kedua, bagi lagi menjadi dua bagian, pengeluaran tetap dan tidak tetap<br />
4. Nah, di bagian pengeluaran, buatlah kolom rencana dan aktual/riil<br />
5. Lalu, di kolom pengeluaran tetap, masukkan daftar pengeluaran tetap Anda<br />
6. Sedangkan pada pengeluaran tidak tetap, tulislah pengeluaran yang tidak tetap dan tidak harus selalu ada tiap bulannya<br />
7. Pada setiap akhir bulan, masukkanlah besaran riil pada setiap pengeluaran yang telah Anda rencanakan pada kolom aktual<br />
8. Pastikan, diri Anda sendiri dan orang yang Anda beri kepercayaan senantiasa mengawasi realisasi anggaran serta mereview pada akhir bulan.</p>
<p>Selamat, sekarang Anda sudah tahu bagaimana hidup hemat ala anak kost. Cukup mudah bukan? Selamat mencoba… ^_^</p>
<p style="text-align: right;">(Dyan Sulistyaningsih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/hidup-hemat-ala-anak-kost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
