<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SenyumKita.com &#187; Senyum Sahabat</title>
	<atom:link href="http://www.senyumkita.com/category/senyum-sahabat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.senyumkita.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 13:03:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Entrepreneur Campus, Mengajak Tidak (Sekadar) Mencari Kerja</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/entrepreneur-campus-mengajak-tidak-sekadar-mencari-kerja/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/entrepreneur-campus-mengajak-tidak-sekadar-mencari-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 07:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[cari kerja]]></category>
		<category><![CDATA[EC]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Ferry]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lulus]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[pengusasa sukses]]></category>
		<category><![CDATA[sukses berwirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[training wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Very]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari keprihatinan, Entrepreneur Campus mengajak generasi muda mengubah paradigma, berani berwirausaha! Tidak sulit menemukan kantornya. Ruangan berpendingin udara tersebut berada di lantai satu unit tiga, gedung kampus Amikom Yogyakarta. Di salah satu meja, terdapat beberapa kartu nama dan brosur berjajar. Rupanya kartu nama dan brosur itu adalah brosur usaha. Tak jauh dari meja, ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fentrepreneur-campus-mengajak-tidak-sekadar-mencari-kerja%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fentrepreneur-campus-mengajak-tidak-sekadar-mencari-kerja%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Berawal dari keprihatinan, Entrepreneur Campus mengajak generasi muda mengubah paradigma, berani berwirausaha!</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi6-sahabat-ec-resize.jpg"><img class="size-full wp-image-446 aligncenter" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="edisi6-sahabat-ec-resize" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi6-sahabat-ec-resize.jpg" alt="entreperneur campus" width="468" height="178" /></a><br />
</em></p>
<p>Tidak sulit menemukan kantornya. Ruangan berpendingin udara tersebut berada di lantai satu unit tiga, gedung kampus Amikom Yogyakarta. Di salah satu meja, terdapat beberapa kartu nama dan brosur berjajar. Rupanya kartu nama dan brosur itu adalah brosur usaha. Tak jauh dari meja, ada satu termos pendingin berisi yogurt berbagai rasa, dengan kemasan kantung plastik, mirip es lilin.</p>
<p>Ya, ruangan tersebut adalah kantor Entrepreneur Campus (EC), tempat mendidik calon pengusaha. Meski namanya memakai embel-embel ‘campus’, namun EC bukanlah seperti kampus-kampus pada umumnya. Membidik segmen mahasiswa, EC yang menawarkan pelatihan kewirausahaan oleh para pengusaha Jogja ini berlangsung setiap Sabtu pukul 13.00 sampai 16.00. Tidak hanya di kelas, kuliah yang berdurasi dua bulan ini juga berisi kegiatan-kegiatan outdoor. “Setidaknya tiga kali dalam satu angkatan, kami mengajak para peserta berkegiatan di luar, seperti game bisnis dan  kunjungan bisnis,” jelas Desi, officer EC.</p>
<p>Hal lain yang membedakan EC dengan kampus pada umumnya adalah materi yang disampaikan. Seperti namanya, EC tidak hanya mengajarkan teori, melainkan juga bagaimana menjadi seorang pengusaha. Dengan demikian, peserta atau mahasiswa dianggap berhasil bukan karena mendapatkan nilai bagus, tapi karena berhasil berwirausaha. Tidak ada istilah wisuda di EC. Wisuda adalah saat peserta lulus dan membuka usaha, saat itu biasanya mengundang para pengajar dan alumni. “Saat kumpul-kumpul itulah acara wisudanya, jadi kami memberi selamat, sekaligus berbagi saran tentang usaha barunya alumni tersebut,” jelas Desi.</p>
<p>Kampus unik ini berawal dari keprihatinan Ferry, pendiri EC. Ferry prihatin dengan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang hanya bisa mencari kerja, namun tidak berani membuka usaha mereka sendiri. Bagi EC, mendirikan usaha sendiri adalah lebih baik, karena selain bermanfaat bagi diri sendiri, juga dapat membuka peluang atau kesempatan kerja bagi yang lain pula. “Padahal lulusan PT (perguruan tinggi) kan punya bekal ilmu pengetahuan yang cukup, maka seharusnya mereka bisa buka usaha senidiri,” alasan Ferry seperti ditirukan Desi. Untuk itulah Ferry berniat mendirikan lembaga pelatihan yang menanamkan nilai-nilai entrepreneurship, yang membekali pesertanya dengan skill dan pengetahuan untuk berwirausaha.</p>
<p>Akhirnya, usaha yang dirintis Ferry tidak sia-sia, EC yang mempunyai setidaknya 23 angkatan ini telah berhasil mencetak banyak pengusaha. Agar lebih memotivasi peserta atau alumni yang lain, kisah-kisah sukses tersebut ditampilkan dalam website EC, yakni <a href="”http://www.bukausaha.com”"> www.bukausaha.com</a>. Selain itu, lebih dari 300 alumni EC tetap bisa menjalin hubungan dan berkonsultasi bisnis, baik sesama alumni, maupun pengajar. Salah satu kisah sukses adalah Fikri. Fikri telah berhasil membuka 5  cabang Total English, tempat kursus bahasa Inggris. Selain Fikri, ada juga Ilham yang berhasil membuka Kido, tempat belajar bahasa Inggris anak-anak.</p>
<p>“Dengan mengikuti EC, aku mendapat pengalaman yang nggak akan didapat di tempat lain. Selain ketemu langsung para entrepreneur sukses, kita juga bisa saling berbagi info dengan para peserta. Setelah lulus, kita para alumni sering kumpul bareng baik di acara formal maupun nonformal, jadi masih bisa terus berbagi pengalaman, dan ilmu terus terasah, tidak hilang begitu saja,” aku Vebrian, alumni EC yang juga mahasiswa UGM 2006.</p>
<p>Mendirikan tempat pelatihan wirausaha, sebenarnya juga merupakan sebuah usaha. Lalu, bagaimana dengan kita? Siapkah menjadi pengusaha? Atau hanya ingin mencari kerja?</p>
<p style="text-align: right;">(Yuwan Y.R.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/entrepreneur-campus-mengajak-tidak-sekadar-mencari-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smart bersama Cakruk Pintar</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/smart-bersama-cakruk-pintar/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/smart-bersama-cakruk-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 12:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[cakruk]]></category>
		<category><![CDATA[Cakruk Nologaten]]></category>
		<category><![CDATA[cakruk pintar]]></category>
		<category><![CDATA[membaca buku]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi pintar]]></category>
		<category><![CDATA[Muhsin Kalida]]></category>
		<category><![CDATA[Nologaten]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan 24 jam]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan sehari]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>
		<category><![CDATA[smart]]></category>
		<category><![CDATA[TBM cakruk Pintar]]></category>
		<category><![CDATA[TBM Nologaten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Orang bilang, buku adalah jendela dunia. Membaca beragam buku membuat kita mengerti banyak hal. Jika Anda gemar membaca buku di perpustakaan tapi terkendala jam berkunjung, Cakruk Pintar adalah tempat yang tepat untuk Anda. Pasalnya, perpustakaan ini buka 24  jam NON STOP! Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di kawasan Nologaten, Catur Tunggal,  Depok, Sleman ini tidak hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fsmart-bersama-cakruk-pintar%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fsmart-bersama-cakruk-pintar%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi5-sahabat-cakruk-ok.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-414" style="margin: 5px;" title="edisi5-sahabat-cakruk-ok" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi5-sahabat-cakruk-ok-300x205.jpg" alt="Taman Bacaan Masyarakat" width="300" height="205" /></a>Orang bilang, buku adalah jendela dunia. Membaca beragam buku membuat kita mengerti banyak hal. Jika Anda gemar membaca buku di perpustakaan tapi terkendala jam berkunjung, Cakruk Pintar adalah tempat yang tepat untuk Anda. Pasalnya, perpustakaan ini buka 24  jam NON STOP!</p>
<p>Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di kawasan Nologaten, Catur Tunggal,  Depok, Sleman ini tidak hanya berfungsi sebagai taman baca, tetapi juga bisa dikategorikan sebagai sanggar belajar. Tempat ini sering digunakan sebagai tempat belajar bagi warga, baik anak-anak maupun orang tua.</p>
<p>“Biasanya anak-anak belajar sekitar pukul 4 sore, mereka mengerjakan PR dan belajar kelompok. Kebanyakan merupakan siswa-siswi Sekolah Dasar. Sementara itu, kalangan anak SMP/SMA kebanyakan sebatas  meminjam buku untuk mengerjakan tugas di rumah,” papar Siti Solechah, sekretaris TBM Cakruk Pintar yang berhasil kami temui, Selasa (6/4). Dulunya, kegiatan belajar anak-anak ini dibantu oleh para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dari Fakultas Dakwah. Akan tetapi, saat ini tinggal beberapa tentor dari  masyarakat sekitar yang ingin menyumbangkan ilmunya. Bagaimanapun, anak-anak tetap senang belajar di sini. Selain belajar, anak-anak juga diajak memainkan permainan tradisional seperti gobak sodor, bola bekel, dan dakon. “Tak hanya ditujukan untuk anak-anak, Cakruk Pintar juga sering digunakan ibu-ibu dan bapak-bapak untuk pelatihan memasak, menjahit, menyulam, dan berbagai keterampilan home industry lainnya. Kegiatan ini rutin, Mbak. Dalam seminggu bisa sampai dua kali. Kalau di Cakruk, setiap hari Sabtu dan Ahad,” imbuh perempuan asal Banjarnegara ini.</p>
<p>Mengingat informasi yang terus datang silih berganti, pengadaan buku baru masih terus dilakukan demi perkembangan Cakruk serta menambah pengetahuan baru untuk masyarakat. Agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pengadaaan buku untuk dua tahun terakhir ini berbeda dari biasanya. Masyarakat diajak ikut ke toko buku untuk memilih langsung buku yang  mereka butuhkan. Cakruk mengajak anak-anak TPA, remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak agar buku yang dipilih juga beragam sesuai usia pembacanya. “Anak-anak lebih suka memilih novel, cerita pendek, dan buku pelajaran. Kalau ibu-ibu atau bapak-bapak, lebih tertarik pada buku-buku yang mengajarkan life skill, termasuk keterampilan dan buku tentang pertanian dan perkebunan,”lanjutnya.</p>
<p>Tahun lalu, TBM pimpinan Muhsin Kalida ini menghabiskan dana sekitar 12,5 juta rupiah untuk pengadaan buku. Dana diperoleh dari Dinas Pendidikan dan sumbangan dari masyarakat (relawan) setempat. Agar buku-buku yang sudah ada tidak terasa usang, diadakan rolling. Memang, Cakruk Pintar memiliki banyak cabang. Setelah buku A selesai digunakan di masyakarat setempat, akan dirolling ke cabang Cakruk yang lain, Ambarukmo, misalnya.</p>
<p>Bicara perihal pengunjung, tiap harinya rata-rata 10 sampai 20 orang yang datang untuk meminjam maupun sekedar membaca di Cakruk Pintar. “Biasanya jam 9 pagi, ibu-ibu yang paling banyak datang untuk membaca sambil mengasuh anak mereka. Sehabis dzuhur, baru mulai muncul remaja dan anak-anak. Sore hari digunakan untuk belajar anak-anak. Malam hari lebih banyak diisi oleh bapak- bapak yang ikut ronda malam,” papar wanita kelahiran 19 Mei 1983 ini.</p>
<p>Ditanya mengenai suka duka selama di Cakruk Pintar, Siti mengungkapkan bahwa ia belum pernah merasakan duka di Cakruk. Semua rutinitas di Cakruk ia jalani dengan gembira. “Memang, kadang ada yang suka telat mengembalikan buku, tapi itu tidak menjadi masalah besar bagi Cakruk. Untuk mengatasi hal itu, biasanya kalau ada yang telat mengembalikan akan segera di-SMS atau ditelpon dan menginformasikan bahwa bukunya akan dipakai orang lain. Alhasil, buku segera dikembalikan ke Cakruk,” ujarnya.</p>
<p>Harapan untuk Cakruk</p>
<p>Lebih lanjut Siti berharap, agar ke depannya Cakruk Pintar ini bisa lebih diakses masyarakat luas, tak hanya warga sekitar Cakruk saja. “Harapan saya, agar Cakruk lebih bisa diakses masyarakat secara umum, tidak hanya warga Catur Tunggal saja,” ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Agung, pemuda sekitar Cakruk. Ia berkomentar, “Cakruk itu tempatnya asyik, bisa buat nongkrong sekaligus belajar. Harapannya, moga aja Cakruk bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, dari semua usia dan kalangan, tidak hanya dari daerah Nologaten saja.”</p>
<p>***</p>
<p>Sejarah Sekilas PKBM Suka Catur Tunggal</p>
<p>PKBM merupakan kepanjangan dari  Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. PKBM Suka berdiri pada tahun 2003 di bawah naungan PSB Diponegoro bekerja sama dengan mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga. Akan tetapi tahun 2004 PKBM Suka berubah nama menjadi PKBM Suka Catur Tunggal yang diprakarsai oleh mahasiswa jurusan PMI berkolaborasi dengan pemuda desa Catur Tunggal. Dalam perkembangannya, pada tahun 2007 PKBM Suka Catur Tunggal berganti naungan di bawah Yayasan Yasuka, hingga saat ini telah membuat program TBM (Taman Baca Masyarakat).</p>
<p style="text-align: right;">(Dyan Sulistyaningsih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/smart-bersama-cakruk-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keingintahuan Mengantar Pras menjadi Seorang Programmer</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/keingintahuan-mengantar-pras-menjadi-seorang-programmer/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/keingintahuan-mengantar-pras-menjadi-seorang-programmer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 12:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar IT otodidak]]></category>
		<category><![CDATA[buka usaha]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[freelance programmer]]></category>
		<category><![CDATA[hobi IT]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[mencari pengalaman kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[portofolio]]></category>
		<category><![CDATA[programmer]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[usaha bidang IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Dari seorang Pras kita dapat belajar untuk berani merintis jalan menuju apa yang kita inginkan… Menjadi mandiri tak perlu menunggu lepas dari bangku kuliah. Di antara sekian banyak mahasiswa, ada di antara mereka yang belajar hidup mandiri dengan bekerja paruh waktu. Selain bekerja pada suatu perusahaan atau institusi tertentu, tidak sedikit mahasiswa yang memilih untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fkeingintahuan-mengantar-pras-menjadi-seorang-programmer%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fkeingintahuan-mengantar-pras-menjadi-seorang-programmer%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Dari seorang Pras kita dapat belajar untuk berani merintis jalan menuju apa yang kita inginkan… </em></p>
<p>Menjadi mandiri tak perlu menunggu lepas dari bangku kuliah. Di antara sekian banyak mahasiswa, ada di antara mereka yang belajar hidup mandiri dengan bekerja paruh waktu. Selain bekerja pada suatu perusahaan atau institusi tertentu, tidak sedikit mahasiswa yang memilih untuk membuka usaha sendiri. Namun, ada pula yang lebih senang bekerja dengan mengandalkan kemampuan dirinya sebagai freelancer (pekerja lepas), bekerja tanpa ikatan.</p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi5-sahabat-katijo-ok.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-410" style="margin: 5px;" title="edisi5-sahabat-katijo-ok" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi5-sahabat-katijo-ok-236x300.jpg" alt="web programmer" width="236" height="300" /></a>Salah satunya adalah Prasetyo Rahastu. Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota UGM angkatan 2006 ini setidaknya sudah dua tahun bergelut dengan dunia IT (information technology). Dari usaha yang dirintisnya itu ia bisa memulai hidup mandiri. Blitar adalah kota asal pria yang lebih akrab dipanggil Pras ini. Kini ia menjadi Technical Support &amp; Programmer di Majesty Web Media Yogyakarta yang ia rintis. Masih ingin terus menimba ilmu di dunia IT, Pras juga bekerja di perusahaan IT lain yang berada di Yogyakarta. Seakan tak cukup dengan dua pekerjaan tersebut, sejak Maret kemarin, Pras juga menjadi Freelanc Web Developer di sebuah perusahaan IT Amerika.</p>
<p>Memang, background pendidikan Pras seakan tidak nyambung dengan apa yang ditekuninya saat ini. Pertanyaannya, jika bukan dari kelas, dari mana Pras mendapatkan keterampilannya di bidang IT? Ternyata, keingintahuanlah jawabannya. Keingintahuan mahasiswa –yang saat SMA dikenal sebagai gitaris– ini muncul saat dirinya memasuki bangku kuliah. Berkat keingintahuannya yang besar, lelaki yang juga hobi membaca ini mendapatkan keterampilannya secara otodidak.</p>
<p>Dengan cita-citanya sebagai entrepreneur, ia tidak setengah-setengah dalam mengejar keingintahuannya. Untuk mewujudkan cita-citanya, ia banyak belajar dan mendalami berbagai referensi yang diperolehnya dari internet. Selain itu ia juga membeli buku-buku dan majalah-majalah tutorial komputer. Karena lebih menyenangi pekerjaannya sebagai programmer, awal yang sulit dalam merintis usaha, tidak membuatnya surut langkah. Pras tidak segan-segan menawarkan proposalnya dari perusahaan ke perusahaan. Meski bekerja mandiri menjadi impiannya, namun untuk mengawali langkah yang lebih besar, Pras tidak mempermasalahkan jika dirinya harus menjadi pekerja di perusahaan terlebih dahulu. “Intinya, jika kita memang masih memulai, jangan gengsi. Lagipula dari situ kita bisa belajar dan mengumpulkan portofolio,” tipsnya.</p>
<p>Hal demikian, bukan berarti Pras tidak serius dengan kuliah yang ditempuhnya, apalagi menjadikan pekerjaannya sebagai pelarian belaka. Di dunia kerja yang berkaitan dengan studinya, pemuda –yang juga aktif di kegiatan kemahasiswaan jurusan– ini juga sudah mengantongi berbagai pengalaman. Setidaknya, Pras pernah turut dalam Kerja Praktek pada Proyek Penyusunan Rencana Tindak dan Pengembangan Kawasan dengan Peremajaan Perkotaan Yogyakarta, Proyek Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bengkulu, dan Mapping Assistant dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Tidore Kepulauan.</p>
<p>Meski berpengalaman di dua bidang sekaligus, bidang perencanaan wilayah sekaligus IT, Pras yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum Perkumpulan Pelajar Blitar di Yogyakarta periode 2008-2009 ini mengaku lebih menyukai pekerjaannya sebagai programmer ketimbang pekerjaannya dalam bidang tata kota. “Pekerjaannya pun lebih menyenangkan dan tidak menyita banyak tenaga,” akunya kepada crew media Senyum. Menjadi programmer, Pras merasa bekerja lebih mandiri dan tidak terlalu menggantungkan diri pada orang lain. “Do what you love, love what you do,” imbuhnya. Jadi, apapun ketertarikanmu, dalami itu, dan buktikan kamu bisa menjadi apa yang kamu inginkan! Setuju?!</p>
<p style="text-align: right;">(Yuwan Y.R)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/keingintahuan-mengantar-pras-menjadi-seorang-programmer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Organic Café  and Resto Sajikan Santapan Ramah Lingkungan</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/organic-cafe-and-resto-sajikan-santapan-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/organic-cafe-and-resto-sajikan-santapan-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 22:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[aman bagi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[IALHI]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan ahli lingkungan hidup Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[organic café and resto]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian organik]]></category>
		<category><![CDATA[pestisida]]></category>
		<category><![CDATA[ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[santapan]]></category>
		<category><![CDATA[tasdyanto rohadi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Tempat bersantap yang satu ini bisa Anda temukan di bilangan LPP Garden Hotel, 100 meter sebelah timur Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Café yang burnuansa lingkungan ini memang lain daripada yang lain. Pasalnya menu yang dihidangkan tak sembarangan menu, seluruh bahan yang digunakan untuk meracik masakan yang disajikan di resto ini merupakan hasil pertanian organik non pestisida. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Forganic-cafe-and-resto-sajikan-santapan-ramah-lingkungan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Forganic-cafe-and-resto-sajikan-santapan-ramah-lingkungan%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi4-sahabat-organic1-ok.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-381" style="margin: 5px;" title="edisi4-sahabat-organic1-ok" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/04/edisi4-sahabat-organic1-ok-300x149.jpg" alt="organic cafe resto" width="300" height="149" /></a>Tempat bersantap yang satu ini bisa Anda temukan di bilangan LPP Garden Hotel, 100 meter sebelah timur Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Café yang burnuansa lingkungan ini memang lain daripada yang lain. Pasalnya menu yang dihidangkan tak sembarangan menu, seluruh bahan yang digunakan untuk meracik masakan yang disajikan di resto ini merupakan hasil pertanian organik non pestisida. Apa artinya? Artinya makanan yang disajikan di café ini ramah lingkungan. Selain aman untuk kesehatan, mengonsumsi makanan organik berarti telah membantu para petani organik yang berusaha menyelamatkan tanah pertaniannya dari berbagai dampak negatif penggunaan pestisida. Pertanian organik hanya menggunakan pupuk organik (alami) dan insektisida (pembasmi hama) atau herbisida (pembasmi gulma) organik pula, dengan demikian penggunaan pestisida pada lahan pertanian dapat ditekan sehingga kerusakan lahan pertanian dapat dicegah.</p>
<p>Ada harga, ada rupa. Begitulah pepatah yang sering kita dengar. Harga makanan di Organic Café and Resto berkisar antara 25.000 hingga 50.000 rupiah tiap porsinya. Walau harga makanan dan minuman yang disajikan di café ini sedikit agak mahal, namun jaminan ‘hijau’ akan Anda dapatkan di tempat lain. Makanan organik melindungi tubuh kita dari masuknya bahan-bahan kimia pestisida yang berbahaya bagi tubuh kita. Sebab, pada hasil pertanian non organik sekalipun sudah dicuci bersih dan dimasak, tetap saja masih ada sisa-sisa pestisida yang menempel pada bahan makanan. Oleh karena itu tak heran bila saat ini banyak penyakit baru akibat overdosis pemakaian pestisida dalam dunia pertanian kita.</p>
<p>Di komplek organik ini juga dijadikan sekretariat Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (IALHI) yang diketuai oleh Tasdyanto Rohadi, M.Si. atau lebih akrab dipanggil Pak Tasdy. Pak Tasdy saat ini juga mengepalai bidang 3 Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Regional Jawa.</p>
<p>Grand launching Organic Café and Resto baru akan digelar pada awal April 2010 ini. Penasaran ingin melihat seperti apa sajian dan lokasi makan yang oke punya ini? Silakan berkunjung ke <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=369095824052" target="_blank">grup FB-nya di sini</a>. Atau bila ingin tahu lebih mendalam silakan hubungi Organic Café and Resto via e-mail ke organic@ialhi.or.id. Selamat berwisata kuliner ramah lingkungan.. ^_^</p>
<p style="text-align: right;">(Zen M uhammad A.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/organic-cafe-and-resto-sajikan-santapan-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggapai Takwa dengan Tinta bersama FLP Yogyakarta</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/menggapai-takwa-dengan-tinta-bersama-flp-yogyakarta/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/menggapai-takwa-dengan-tinta-bersama-flp-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 23:52:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[FLP]]></category>
		<category><![CDATA[FLP Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Lingkar Pena]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[takwa]]></category>
		<category><![CDATA[tinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas penulis yang satu ini melalui karya-karyanya berusaha untuk mencerahkan masyarakat Indonesia, tak luput kaum muda yang ada di dalamnya. Waktu itu, kebutuhan masyarakat Indonesia akan bacaan yang baik sangat jauh dari terpenuhi. Selain itu pula banyak pemuda yang memiliki potensi dalam bidang kepenulisan namun tak tersalurkan potensinya sehingga pemuda pun mencari-cari tempat untuk menyalurkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fmenggapai-takwa-dengan-tinta-bersama-flp-yogyakarta%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fmenggapai-takwa-dengan-tinta-bersama-flp-yogyakarta%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Komunitas penulis yang satu ini melalui karya-karyanya berusaha untuk mencerahkan masyarakat Indonesia, tak luput kaum muda yang ada di dalamnya. </em></p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/edisi3-sahabat-flp-resize.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-336" style="margin: 5px;" title="edisi3-sahabat-flp-resize" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/edisi3-sahabat-flp-resize-300x225.jpg" alt="FLP Forum Lingkar Pena" width="300" height="225" /></a>Waktu itu, kebutuhan masyarakat Indonesia akan bacaan yang baik sangat jauh dari terpenuhi. Selain itu pula banyak pemuda yang memiliki potensi dalam bidang kepenulisan namun tak tersalurkan potensinya sehingga pemuda pun mencari-cari tempat untuk menyalurkan segenap potensi yang dimilikinya. Membaca keadaan itu terjadilah diskusi nonformal para alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang di kemudian hari, tepatnya pada tanggal 22 Februari, 13 tahun yang lalu melahirkan sebuah forum penulis yang diberi nama Forum Lingkar Pena (FLP).</p>
<p>Semenjak saat itu, pemuda yang memiliki potensi menulis di berbagai daerah pun tergerak untuk berbuat hal serupa sehingga berdirilah FLP di berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri. Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, pemudanya pun tak mau kalah, pada tanggal 24 Agustus 2000 lahirlah pula FLP Yogyakarta di sebuah masjid kampus, yaitu Masjid Al Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta.</p>
<p>Hingga saat ini FLP telah menghasilkan ratusan bahkan mungkin ribuan penulis. Karya-karya para anggotanya telah diterbitkan oleh para penerbit dan akhirnya tersebar ke seluruh penjuru nusantara. Kegiatan rutin pekanan FLP Yogyakarta antara lain forum fiksi yang digelar setiap Kamis dan forum nonfiksi setiap Selasa pukul 16.00-17.30 WIB bertempat di selasar sayap selatan Gedung Pusat (Balairung) UGM Yogyakarta. Forum kepenulisan ini terbuka untuk umum, siapapun boleh mengikutinya. Sedangkan pertemuan khusus anggota yang bertujuan untuk meng-upgrade wawasan keislaman dihelat sebulan sekali yang dikemas dalam sebuah acara ‘Katakan Cinta’ (kajian agama dilanjutkan cerita indah apa aja).</p>
<p>Tak hanya kegiatan rutin saja, ada pula beberapa kegiatan insidental yang cukup menarik dan edukatif. Kegiatan insidental tersebut antara lain, training empatik menulis fiksi dan nonfiksi yang digarap oleh para trainer pada divisi CWC (Creative Writing Center), acara bedah buku, seminar sastra, lomba kepenulisan, pembacaan puisi, penampilan teater, dan seabrek kegiatan lainnya.</p>
<p>FLP Yogyakarta saat ini memiliki sekitar 50 orang anggota aktif untuk menggerakkan organisasinya. Sedangkan untuk regenerasi, setiap enam bulan sekali, FLP Yogyakarta membuka pendaftaran anggota baru yang ditujukan untuk seluruh elemen masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta, baik pelajar, mahasiswa, maupun umum. Hingga saat ini FLP Yogyakarta telah merekrut anggota hingga angkatan XI.</p>
<p>Selain mengembangkan kegiatan tulis menulis, FLP Yogyakarta juga mengembangkan seni teater dengan membentuk kelompok teater yang diberi nama ‘Teater Pena’. Teater Pena sering tampil pada berbagai acara internal maupun eksternal FLP. Dengan teater ini pulalah, karya dalam bentuk cerpen atau novel bisa diangkat menjadi naskah skenario yang pada akhirnya divisualisasikan di atas panggung dan dinikmati bersama.</p>
<p>Tentu sebagai wadah organisasi penulis, FLP Yogyakarta juga menerbitkan produk media untuk menyalurkan karya para anggotanya dan bisa dinikmati masyarakat dalam bentuk buletin cetak ‘Tinta’ yang terbit bulanan dan majalah online ‘Tinta’ yang bisa diakses di  http://www.flpjogja.org. Tak hanya itu saja, FLP Yogyakarta juga memiliki divisi produksi yang memfasilitasi dan menjembatani para anggota FLP Yogyakarta dengan penerbit yang ada sehingga setelah anggota memiliki karya, para anggota tak perlu lagi kerepotan dan kebingungan untuk menawarkan tulisannya ke penerbit.</p>
<p>Bagi sahabat yang ingin mengenal lebih jauh dengan FLP Yogyakarta, bisa mengunjungi Rumah Cahaya (Rumah Baca dan Hasilkan Karya) FLP Yogyakarta yang berada di bilangan Jalan Monumen Jogja Kembali, Gang Kembang Duren II Nomor 125A Dusun Nandan Yogyakarta dengan nomor telepon (0274) 625322. Website resminya beralamat di  http://www.yogya.forumlingkarpena.net. Nah, bagi sahabat yang suka menjelajah di situs jejaring sosial Facebook, bisa mengundang FLP Yogyakarta sebagai teman melalui e-mail flp_yogya@yahoo.co.id.</p>
<p>Dengan slogan ‘Menggapai Takwa dengan Tinta’, FLP Yogyakarta selalu berusaha mengajak seluruh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya, Indonesia dan dunia pada umumnya untuk kembali berpikir lebih jernih, merenung sejenak, dan meraih pencerahan melalui berbagai karya yang dihasilkan para anggotanya.</p>
<p style="text-align: right;">(Zen Muhammad A.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/menggapai-takwa-dengan-tinta-bersama-flp-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senyum nan Setia pada Tenongan</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/senyum-nan-setia-pada-tenongan/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/senyum-nan-setia-pada-tenongan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 10:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[berkeliling]]></category>
		<category><![CDATA[dagangan]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan pasar]]></category>
		<category><![CDATA[kota yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[langganan]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang keliling tenongan]]></category>
		<category><![CDATA[penjaja makanan]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[tenongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah profesi yang menjanjikan dari segi ekonomi, tentu diharapkan banyak orang. Akan tetapi, dambaan itu tak dapat dimiliki oleh setiap orang. Tenongan, mungkin tak banyak orang yang mengenal istilah tersebut. Namun, bagi ibu yang satu ini, tenongan merupakan hal yang biasa dalam kesehariannya. Ya, ibu bernama Sukiyem. Ia adalah penjual makanan tenongan. Dia menjajakan makanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fsenyum-nan-setia-pada-tenongan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fsenyum-nan-setia-pada-tenongan%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Sebuah profesi yang menjanjikan dari segi ekonomi, tentu diharapkan banyak orang. Akan tetapi, dambaan itu tak dapat dimiliki oleh setiap orang.</em></p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/edisi3-sahabat-tenongan-resize.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-331" style="margin: 5px;" title="edisi3-sahabat-tenongan-resize" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/edisi3-sahabat-tenongan-resize-242x300.jpg" alt="" width="242" height="300" /></a>Tenongan, mungkin tak banyak orang yang mengenal istilah tersebut. Namun, bagi ibu yang satu ini, tenongan merupakan hal yang biasa dalam kesehariannya. Ya, ibu bernama Sukiyem. Ia adalah penjual makanan tenongan. Dia menjajakan makanan kecil dan jajanan pasar dengan berkeliling Kota Yogyakarta. Tepatnya di sekitar Jalan KH Ahmad Dahlan (sekitar barat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta) sampai sekitar daerah Wirobrajan. Ia tempuh “rute panjang” tersebut dengan berjalan kaki. Ibu Sukiyem ini menjajakan makanan kecil produk dari Trubus. Sebagai informasi, Trubus adalah pabrik pembuat makanan-makanan kecil milik pengusaha Cina, yang bermarkas di daerah Jalan Poncowinatan. Semula Trubus ini menerima catering, namun beberapa tahun terakhir memproduksi untuk tenongan saja.</p>
<p>Profesi ini menuntut ketekunan dari para pelakunya. Ibu Sukiyem berangkat kerja sekitar pukul 06.00 pagi, dengan naik bus atau diantar oleh salah satu anggota keluarganya. Beliau menempuh sekitar 27 km untuk sampai di pabrik Trubus. Setelah dari Trubus, beliau menuju ke tempat biasa berkeliling. Sedangkan jam pulangnya belum tentu, tergantung habis dan tidaknya makanan yang dijajakannya. “Terkadang bisa sampai isya’, mbak,” jelas ibu bertubuh mungil ini.</p>
<p>Beliau termasuk sosok yang berdedikasi pada pekerjaan. Ibu dari 5 anak ini menjadi pedagang keliling tenongan sejak tahun 1978, sebelum beliau menikah. Dan sampai saat ini, beliau masih setia dengan pekerjaan tersebut. Beliau mengaku, sampai saat ini belum ada keinginan untuk beralih profesi. “Ya selama pabrik Trubus masih buka, saya ndak mau ganti pekerjaan. Nanti juga malah susah cari kerja lain,” begitu jawabnya sambil tersenyum.</p>
<p>Ibu lulusan Sekolah Dasar ini mengaku mendapat penghasilan sekitar Rp 25.000,- per hari. Untuk zaman sekarang, nominal tersebut nampak kecil. Namun, dengan penghasilan sebesar itu, Ibu Sukiyem mampu menyekolahkan 5 anaknya. Anaknya yang keempat pun sekarang sedang melanjutkan studi di salah satu universitas negeri di Yogyakarta.</p>
<p>Ibu Sukiyem mengaku senang jika dagangannya bisa habis. Namun, nampaknya beliau tidak begitu bersahabat dengan musim hujan. Musim hujan menghambat pekerjaannya yang menuntutnya untuk berkeliling menjajakan dagangan. “Kalau hujan itu mbak, saya susah kelilingnya. Nanti dagangan juga sulit lakunya. Makanya, kalau saya mending panas, yang penting laku,” lanjut beliau.</p>
<p>Ibu Sukiyem yang sekarang berusia 49 tahun ini memiliki banyak langganan. Dengan sosoknya yang bersahaja, ramah, dan lucu, tentu beliau mudah meraih konsumen. Bahkan, beberapa pelanggan sudah menganggap beliau seperti saudara sendiri. “Itulah mbak salah satu alasan saya senang dengan pekerjaan ini. Bisa nambah saudara,” tutup beliau.</p>
<p>Memang, apapun profesi yang kita miliki, merupakan kewajiban yang harus dijalani. Kesuksesannya tergantung pada diri kita yang menjalaninya secara ikhlas atau tidak. Seperti yang dapat kita lihat pada sosok Ibu Sukiyem ini. Beliau menjalani profesi penjaja makanan tenongan dengan senyum dan setia, hingga beban tak dirasakannya.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>(Galuh Indah B.)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/senyum-nan-setia-pada-tenongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolong Tangga untuk Senyum Sejuta Anak</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/kolong-tangga-untuk-senyum-sejuta-anak/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/kolong-tangga-untuk-senyum-sejuta-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 14:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[ceria]]></category>
		<category><![CDATA[dunia anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kolong Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Kolong Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[mainan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Anak Kolong Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[otok-otok]]></category>
		<category><![CDATA[pameran celengan]]></category>
		<category><![CDATA[pameran pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pameran robot]]></category>
		<category><![CDATA[permainan egrang]]></category>
		<category><![CDATA[senyum]]></category>
		<category><![CDATA[senyum sejuta anak]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Dunia anak-anak adalah dunia yang sangat menyenangkan. Mereka masih bebas dari beban berat dan penuh dengan keceriaan. Hakikat itulah yang saat ini sulit ditemui di dunia anak-anak. Mengapa? Karena berbagai masalah yang melanda negeri ini, berimbas pada senyum anak-anak. Misal saja problem kemiskinan menyebabkan banyak anak dipaksa bekerja oleh orang tua mereka. Masa kecil mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fkolong-tangga-untuk-senyum-sejuta-anak%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fkolong-tangga-untuk-senyum-sejuta-anak%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Dunia anak-anak adalah dunia yang sangat menyenangkan. Mereka masih bebas dari beban berat dan penuh dengan keceriaan. </em></p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/komunitas-kolong-tangga-resize.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-312" style="margin: 5px;" title="komunitas kolong tangga-resize" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/komunitas-kolong-tangga-resize-300x199.jpg" alt="komunitas kolong tangga" width="300" height="199" /></a>Hakikat itulah yang saat ini sulit ditemui di dunia anak-anak. Mengapa? Karena berbagai masalah yang melanda negeri ini, berimbas pada senyum anak-anak. Misal saja problem kemiskinan menyebabkan banyak anak dipaksa bekerja oleh orang tua mereka. Masa kecil mereka pun terenggut. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dibentuknya sebuah komunitas yang peduli pada dunia anak-anak, yakni Komunitas Kolong Tangga.</p>
<p>Komunitas Kolong Tangga merupakan sebuah komunitas yang berada di bawah asuhan Yayasan Dunia Damai. Ia digagas oleh Rudy Corens, kurator, dan seniman asal Belgia. Keprihatinan Rudy Corens pada dunia anak-anak Indonesia, menggugahnya untuk membentuk komunitas ini. Ia ingin anak-anak Indonesia merasakan kebahagiaan di masa kecilnya.</p>
<p>Komunitas ini pun memiliki museum mainan, yang dinamai Museum Anak Kolong Tangga. Museum ini terletak di bawah tangga lantai dua Taman Budaya Yogyakarta. Adapun isi dari museum ini adalah berbagai mainan tradisional dari seluruh pelosok Indonesia, bahkan dari luar negeri. Semua mainan di museum ini milik Rudy Corens dan beberapa di antaranya adalah pemberian dari kolega komunitas. Dan tentu saja, museum ini terbuka untuk anak-anak Indonesia.</p>
<p>Selain memiliki museum, komunitas ini juga memiliki divisi lain, yakni divisi indoor dan outdoor. Kedua divisi ini difungsikan untuk mengasah kemampuan anak-anak secara psikomotorik. Kegiatan-kegiatan yang menuntut keterampilan dan kekreativitasan anak, dituntun oleh divisi ini.</p>
<p>Untuk divisi indoor, mereka sering melakukan kegiatan workshop dalam ruangan. Komunitas ini pernah mengajari anak-anak dalam hal mewarnai, menggambar, bahkan menghias kue. Beberapa waktu lalu, mereka juga melakukan workshop melukis dengan mengundang Kartika Affandy, putri dari pelukis Affandy. Tujuan dari workshop tersebut adalah untuk meningkatkan kreativitas anak. Selain itu, anak-anak pun memperoleh kegembiraan karena mereka dapat mengeksplorasi kemampuan mereka.</p>
<p>Lain hal dilakukan divisi outdoor. Divisi ini mengajak anak-anak untuk berkreatif di luar ruang. Anak-anak sering diajak untuk melakukan berbagai permainan tradisional, seperti permainan egrang. Mereka juga diajari dan praktek dalam membuat mainan tradisional. Mainan tradisional yang pernah mereka buat bersama adalah otok-otok. Setelah membuatnya, anak-anak boleh membawanya pulang. “Anak-anak senang dapat membuat suatu mainan. Apalagi hasil karya mereka dapat mereka nikmati sendiri,” tutur Risza Ratu Muliartha, salah satu volunteer divisi outdoor.</p>
<p>Kreativitas anak-anak tersebut juga disokong dengan keberadaan perpustakaan. Perpustakaan komunitas ini dinamakan “Perpustakaan Burung Biru”. Dalam perpustakaan ini, tersimpan banyak buku-buku yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mulai dari buku dongeng, buku sejarah, bahkan buku ilmu pengetahuan. Buku berbahasa Inggris pun tersedia. Menarik bukan? Pameran terkait dunia anak-anak pun kerap dilakukan, seperti pameran pendidikan dan pameran robot. “Pameran yang akan segara digelar adalah pameran celengan, yang secara tersirat mengajarkan anak-anak agar gemar menabung,” jelas Putri Sekar Arum, koordinator divisi public relation. Perpustakaan dan pameran tersebut menunjukkan bahwa komunitas ini tak hanya concern pada sisi kreativitas, tapi juga nilai edukasi bagi anak-anak.</p>
<p>Dan untuk mendukung keberadaan komunitas ini, hadirlah media “Kelereng”. Tentu saja, media berbentuk majalah ini berisikan hal-hal yang terkait dengan kegiatan komunitas dan dunia anak. Di dalamnya dapat kita temui liputan berita kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan oleh komunitas. Selain itu, dongeng, cerpen, kuis, dan berita menarik dapat kita baca dari majalah ini. Salah satu fokus berita yang pernah menjadi sajian majalah ini adalah tentang kasih sayang. Mereka mengajarkan anak-anak untuk saling mengasihi tak hanya kepada sesama manusia, tapi juga kepada makhluk Tuhan yang lain. Dari sini, anak-anak dapat belajar banyak tentang kehidupan.</p>
<p>Keberadaan komunitas ini memang berarti bagi anak-anak Indonesia, di Yogyakarta khususnya. Mereka memperoleh pengalaman dalam hal ketrampilan dan pikiran. Dan tentu saja, permainan tradisional pun dapat dilestarikan melalui berbagai kegiatannya. Layaknya, komunitas ini tak hanya ada di Yogyakarta, tapi di seluruh pelosok Indonesia.</p>
<p style="text-align: right;">(Galuh Indah B.)</p>
<p style="text-align: right;">sumber foto: http://www.flickr.com/photos/15171000@N05/3746181727</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/kolong-tangga-untuk-senyum-sejuta-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, ‘spinonase’ Mengintai Anda</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/hati-hati-%e2%80%98spinonase%e2%80%99-mengintai-anda/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/hati-hati-%e2%80%98spinonase%e2%80%99-mengintai-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 10:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[pin]]></category>
		<category><![CDATA[spinonase]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[“Mau bikin pin kok mahal sih?” begitulah gagasan awal lahirnya lini produksi ‘spinonase’ perusahaan IDM Digital Art yang dibidani oleh Faiz, sapaan akrab dari Faisol Al Hadid, mahasiswa Pendidikan Matematika UNY angkatan 2005 ini. Sejak masa menjadi mahasiswa baru di tahun 2006 ia sudah memulai kariernya di dunia bisnis dengan berjualan pulsa dan menjadi agen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fhati-hati-%25e2%2580%2598spinonase%25e2%2580%2599-mengintai-anda%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fhati-hati-%25e2%2580%2598spinonase%25e2%2580%2599-mengintai-anda%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/spinonase.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-282" style="margin: 5px;" title="usaha pin spinonase" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/spinonase-300x300.jpg" alt="usaha pin spinonase" width="300" height="300" /></a>“Mau bikin pin kok mahal sih?” begitulah gagasan awal lahirnya lini produksi ‘spinonase’ perusahaan IDM Digital Art yang dibidani oleh Faiz, sapaan akrab dari Faisol Al Hadid, mahasiswa Pendidikan Matematika UNY angkatan 2005 ini.</p>
<p>Sejak masa menjadi mahasiswa baru di tahun 2006 ia sudah memulai kariernya di dunia bisnis dengan berjualan pulsa dan menjadi agen pin. Saat itu harga pin yang ia tawarkan kepada pembeli yang mayoritas kalangan mahasiswa aktivis dirasa mahal. Dari kenyataan itu ia pun bercita-cita, suatu saat nanti dirinya akan mempunyai alat pembuat pin sendiri. Dengan memiliki alat sendiri, ia bisa menjual pin ke konsumen dengan harga yang jauh lebih murah dan terjangkau daripada harga yang ditawarkan oleh produsen pin yang sudah ada. Namun apa dikata, ia belum punya cukup modal untuk merealisasikan impian bisnisnya itu.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, akhirnya cita-citanya pun terkabul pada bulan Juli 2009. Setelah ia mempresentasikan proposal bisnis dan melakukan lobi-lobi selama dua pekan kepada kedua orangtuanya, akhirnya cairlah pinjaman lunak dari ayahnya sebesar 6,5 juta rupiah. Uang itu pun ia belanjakan untuk membeli alat pembuat pin, pengepres mug, dan printer. Sementara untuk aset bisnis berupa komputer senilai 3 juta rupiah telah ia miliki.</p>
<p>Mulainya ia berpromosi dan merekrut para agen pin dari kalangan mahasiswa. Usahanya mulai berkembang karena ia berani memasang harga yang kompetitif di banding produsen pin lainnya, secara kualitas pun tak kalah bagus. Kini order pin pun terus mengalir ke ‘spinonase’ yang telah ia rintis sembilan bulan yang lalu. Ada yang tertarik untuk mengikuti jejak langkahnya?</p>
<p style="text-align: right;">(Zen Muhammad A)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/hati-hati-%e2%80%98spinonase%e2%80%99-mengintai-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Gaul ala Medogh</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/batik-gaul-ala-medogh/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/batik-gaul-ala-medogh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 07:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[”Medogh? he? Apa sih maksudnya?” Begitulah reaksi yang sering disampaikan sebagian orang yang melihat label kami. Nama Medogh sendiri berasal dari kata medhok yang artinya kental, khas. Dan begitulah produk – produk yang berlabel Medogh. Kami membuat jaket, blus, kemeja, kaos yang semua-nya dipadukan dengan batik. Di Medogh, batik yang selama ini terkesan old fashioned, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fbatik-gaul-ala-medogh%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.senyumkita.com%2Fsenyum-sahabat%2Fbatik-gaul-ala-medogh%2F&amp;source=SenyumKita&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong> </strong></p>
<p>”Medogh? he? Apa sih maksudnya?” Begitulah reaksi yang sering disampaikan sebagian orang yang melihat label kami. Nama Medogh sendiri berasal dari kata <em>medhok </em>yang artinya kental, khas. Dan begitulah produk – produk yang berlabel Medogh. Kami membuat jaket, blus, kemeja, kaos yang semua-nya dipadukan dengan batik. Di Medogh, batik yang selama ini terkesan old fashioned, ’kondangan’, ’kantoran’, berusaha dibuat <em>fresh,casual, </em>muda dan tetap unik.</p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/01/Medogh-on-Action.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-77" title="Medogh on Action" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/01/Medogh-on-Action-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Berawal dari kecintaan ke-empat pendirinya pada batik, motivasi beribadah dengan berwirausaha, dan keprihatinan melihat anak muda jaman sekarang kurang peduli dan bangga dengan budaya bangsa-nya, Medogh berdiri pada Januari 2009<strong>. </strong>Para pendiri Medogh merasa ’ditampar’ setelah merk Adidas mengeluarkan jaket dan sepatu yang dipadukan dengan batik, seakan – akan menunjukkan bahwa bangsa lain lebih menghargai keunikan bangsa Indonesia, daripada bangsa Indonesia sendiri. Lewat lini <em>fashion, </em>Medogh berharap dapat menjadi salah satu <em>trigger </em>bagi para pemuda untuk lebih mencintai budaya bangsa &amp; menambah pengetahuan tentang budaya Indonesia yang kaya dan unik.</p>
<p>Sampai dengan Juni 2009, Medogh yang tadinya ’tidak memiliki apa – apa’ sekarang sudah memiliki showroom dan kantor yang beralamat di Ngadinegaran MJ III/165 Mantrijeron, Yogyakarta. Personil Medogh yang awalnya berjumlah 4 orang, bertambah lengkap dengan hadirnya 3 orang lagi.</p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/01/secuplik-showroom....jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-78" title="secuplik showroom..." src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/01/secuplik-showroom...-281x300.jpg" alt="" width="281" height="300" /></a></p>
<p>Pada masa – masa awal, Medogh sempat menggelar produk &#8211; produknya di Sunday Morning UGM. Dalam usahanya menggebrak persepsi old fashioned yang terlanjur melekat pada batik, Medogh sempat mengikuti ”Exhibition Room”, Pameran Distro &amp; Clothing, pada tanggal 3-5 April 2009, yang diikuti distro – distro besar di Indonesia. Alhamdulillah, produk Medogh mendapat respon yang cukup baik dari kalangan anak muda maupun orang tua.</p>
<p>Untuk melihat ragam produk Medogh, silahkan klik <a href="http://www.medogh.com/">www.medogh.com</a> atau <em>become a fan </em>Medogh di Facebook. Boneka batik yang lucu dan unik juga menjadi salah satu produk yang digemari dan sudah tersedia di Kopma UGM dan Mirota Batik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-sahabat/batik-gaul-ala-medogh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
