<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SenyumKita.com</title>
	<atom:link href="http://www.senyumkita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.senyumkita.com</link>
	<description>Gaya hidup mandiri dan peduli</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 13:50:47 +0000</lastBuildDate>
	
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Belajar kepada Alam; (episode : SEMUT)</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/belajar-kepada-alam-episode-semut/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/belajar-kepada-alam-episode-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 03:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[ 
Belajar kepada Alam; 
episode : SEMUT
Featuring Mr. Cut-up (MC)
Hai sobat senyum, perkenalkan gue MC … oke lam kenal yaw


Sahabat senyum,
Belajar kepada alam kali ini menyuguhkan tema yang sungguh menarik. Kita akan belajar kepada keteladanan seekor hewan kecil yang sangat akrab di mata kita. Hewan tersebut adalah semut.
MC “what? Semud? “
Ya, semut.
MC “kaye lagu daerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="../wp-content/uploads/2010/03/ant.jpg"><img class="aligncenter" title="ant" src="../wp-content/uploads/2010/03/ant-300x244.jpg" alt="" width="300" height="244" /></a><strong> </strong></h2>
<h2><strong>Belajar kepada Alam; </strong></h2>
<p>episode : <strong>SEMUT</strong></p>
<p>Featuring <strong><span style="color: #008000;">Mr. Cut-up (MC)</span></strong></p>
<p><span style="color: #008000;"><em>Hai sobat senyum, perkenalkan gue MC … oke lam kenal yaw</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/ant.jpg"><br />
</a></p>
<p><strong>Sahabat senyum,</strong></p>
<p>Belajar kepada alam kali ini menyuguhkan tema yang sungguh menarik. Kita akan belajar kepada keteladanan seekor hewan kecil yang sangat akrab di mata kita. Hewan tersebut adalah semut.</p>
<p><span style="color: #008000;">MC “what? Semud? “</span></p>
<p>Ya, semut.</p>
<p><span style="color: #008000;">MC “kaye lagu daerah donk… injit injit semut…”</span></p>
<p>(tertawa) kamu benar Kang. Itu lagu daerah dari Jambi</p>
<p>Di era modern dan keterbukaan seperti sekarang ini, manusia semakin dirajai oleh egonya masing-masing. Rasa pengorbanan yang dahulu kala telah dipraktekkan oleh Gadjah Mada, berhasil menyatukan nusantara hingga meluas sampai Filiphina dan Malaysia. Hari ini terasa lunturlah rasa yang dahsyat itu.</p>
<p>Individualisme ternyata telah menodai harapan leluhur kita agar dunia ini hijau (damai) dalam kebersamaan. Isme yang satu ini banyak kita saksikan dalam banyak kisah nyata baik di dalam maupun di luar negeri. Misalnya pembalakan hutan liar. Demi untuk mendapatkan penghasilan melimpah, banyak nyawa telah digadaikan dengan rusaknya keseimbangan ekosistem.</p>
<p><span style="color: #008000;">MC “lah semudnya mana?”</span></p>
<p>Ok,ok.</p>
<p><strong>Sahabat senyum,</strong></p>
<p>Semut, mungil tapi mulia. Hewan kecil ini bila kita pandang dengan kacamata moral ternyata memiliki banyak keteladan dalam setiap aktivitasnya. Satu poin yang memang sangat menonjol adalah cara mereka berkorban demi kepentingan semut lain dalam koloninya.</p>
<p>Semut ternyata mempunyai tugas masing-masing. Seperti halnya semut pencari makan, dia akan mencari sumber makanan. Mari kita baca referensi ini,<sup>1</sup></p>
<p><em>… Semut penjelajah pertama yang menemukan sumber makanan mengisi temboloknya dan pulang. Selagi pulang, ia menyeret perutnya di tanah tiap berapa jenak dan meninggalkan isyarat kimiawi. Namun, ajakan ini tidak berakhir di sini. Ia mengitari bukit semut beberapa kali sejenak. Ia melakukannya sekitar tiga hingga enam belas kali. Gerakan ini me-mastikan adanya hubungan dengan teman-teman sesarang. Ketika si penjelajah ingin kembali ke sumber makanan, semua teman yang telah ditemuinya ingin mengikutinya. Namun, hanya teman yang berada dalam kontak antena terdekat dapat menemaninya keluar. Saat mencapai makanan, semut pencari langsung kembali ke bukit dan mengambil peran sebagai tuan rumah. Semut pencari dan teman-teman pekerja lainnya saling terhubung melalui isyarat indra terus-menerus dan melalui hormon feromon pada permukaan tubuh mereka.</em></p>
<p><em>Semut dapat mencapai sasaran dengan mengikuti jejak ke makanan, meskipun tak ada lagi semut yang mengajak. Berkat adanya jejak yang dibuat penjelajah dari makanan ke sarang, saat penjelajah tiba di sarang dan melakukan “tarian batu”, teman-teman sarangnya mencapai sumber makanan tanpa bantuan dari si pengajak.</em></p>
<p><em>Sisi lain yang menarik dari semut adalah banyaknya produksi se-nyawa kimia yang digunakan dalam proses ajakan, masing-masing dengan fungsi berbeda. Tidak diketahui mengapa begitu banyak zat ki-mia yang digunakan agar mereka bisa berkumpul di sekeliling sumber makanan. Tetapi, sejauh yang teramati, keanekaragaman zat kimia tersebut memastikan setiap jejak itu berbeda-beda. Selain itu, semut me-nyampaikan isyarat berbeda-beda saat mengirim pesan, dan intensitas setiap isyarat pun berbeda-beda. Mereka meningkatkan intensitas isyarat ketika koloni lapar atau ketika diperlukan daerah sarang yang baru…</em></p>
<p><span style="color: #008000;">MC “wuizzz mantabz tuh, gue juga pernah punya pengalaman yang sama”</span></p>
<p>Sama? Memangnya Kang Guyu semut?</p>
<p><span style="color: #008000;">MC “bukan! gue kadal !”… “ceritanye, gue mo berangkat ke nikahan temen. Nah, pas itu gue bingung mo pake batik ijo apa cokelat, tapi gue inget klo cewex disana lg pada demen ngliatin warna cokelat. Gue pilih deh warna cokelat.</span></p>
<p><span style="color: #008000;">Nah pas mo gue pake, dateng temen gue. Die mo pinjem batik juga ternyata, tapi die cuma punya celana cokelat gelap. Ga matching dunkz sama batik ijo. Akhirnya gue ikhlasin tuh batik cokelat. Yang penting kite bisa berangkat bareng gitooo.”</span></p>
<p>Loh Kang mana yang sama dengan keteladanan semut itu?</p>
<p><span style="color: #008000;">MC “sumber makannya dunkz”</span></p>
<p>Ha? (bingung)</p>
<p><span style="color: #008000;">MC “ah lola amat seh. Ya klo ada nikahan berarti ada sumber makanan bergizi”</span></p>
<p><span style="color: #008000;"><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/Ant_tending_scales3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-239" title="Ant_tending_scales3" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/Ant_tending_scales3-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a><br />
</span></p>
<p><strong>Sahabat senyum,</strong></p>
<p>Itulah sekelumit fakta tentang kegiatan hewan kecil bernama semut. Sebagai kesimpulan episode ini adalah penting rasa pengorbanan di antara kita.</p>
<p>Demi mengejar kesuksesan kita, bukan berarti harus mengorbankan kepentingan orang lain. Justru lebih mulia jika kita tetap dapat mengedepankan kepentingan umum daripada terlalu menggebu dengan ambisi kita yang belum tentu datangkan kebahagiaan yang hakiki. Dengan catatan, kita juga harus tetap optimis untuk menjalani alternatif lain, sehingga tidak ada kata menyerah dari bibir kalbu kita.</p>
<p>Setiap diri kita dilahirkan kreatif. Hanya mereka yang berhati kecil yang mudah berputus asa. Jadi ayo, kita pasti bisa!</p>
<p><em>referensi </em>:</p>
<p>1. www.harunyahya.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/belajar-kepada-alam-episode-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lowongan kerja di BCA</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/info-lowongan-kerja/lowongan-kerja-di-bca/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/info-lowongan-kerja/lowongan-kerja-di-bca/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 02:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[bca]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[
PT. Bank Central Asia, Tbk as the largest private bank in Indonesia has more than 20 thousand employees and more than 800 branches spread all over Indonesia and 2 representative offices abroad, namely in Hong Kong and Singapore.
We are currentyl looking for those who has what it takes to be a business analyst, Someone with [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/bca.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-232" title="bca" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/bca-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>PT. Bank Central Asia, Tbk as the largest private bank in Indonesia has more than 20 thousand employees and more than 800 branches spread all over Indonesia and 2 representative offices abroad, namely in Hong Kong and Singapore.</p>
<p>We are currentyl looking for those who has what it takes to be a business analyst, Someone with strong analytical capabillity and eager to learn new things.</p>
<p>Business Analyst<br />
Qualifications needed:</p>
<p>-Min GPA 3.00<br />
-Bachelor Degree Finance / Statistic / IT / Data mining (for several different positions)<br />
-Good comunications in English (both oral and written)</p>
<p>if you are fit into our criteria, please feel to send your CV to<br />
<a href="https://mail.google.com/mail/h/lejs5a726fqe/?v=b&amp;cs=wh&amp;to=leny_herlina@bca.co.id" target="_blank">leny_herlina@bca.co.id</a> before 16 march 2010. Only shortlisted candidates wiil be inform</p>
<p>deadline 16 maret 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/info-lowongan-kerja/lowongan-kerja-di-bca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari atau Kepada Alam</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/belajar-dari-atau-kepada-alam/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/belajar-dari-atau-kepada-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 14:13:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Dari atau Kepada Alam


Sahabat senyum,
Ada hitam ada putih, ada benar ada salah. Kita sebagai manusia tentu juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dua hal ini kadang membawa kita dalam pilihan kondisi dan suasana yang optimis atau pesimis.
Ada peribahasa bahwa “manusia adalah tempat salah dan lupa”. Terlepas dari beberapa teori yang tidak sependapat dengan sugesti pesimistis, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Belajar Dari atau Kepada Alam</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/dawn.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-228" title="dawn" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/dawn-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></p>
<p>Sahabat senyum,</p>
<p>Ada hitam ada putih, ada benar ada salah. Kita sebagai manusia tentu juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dua hal ini kadang membawa kita dalam pilihan kondisi dan suasana yang optimis atau pesimis.</p>
<p>Ada peribahasa bahwa “manusia adalah tempat salah dan lupa”. Terlepas dari beberapa teori yang tidak sependapat dengan sugesti pesimistis, namun peribahasa tersebut tak dapat dipungkiri telah menjadi sifat dasar kita. Hal ini tentu saja menjadi tantangan (bukan rintangan) bagi kita. Tantangan tercipta untuk di-<em>manage</em> atau dikelola sehingga tak menjadi penghambat kesuksesan kita dikemudian hari. Jalan keluar terbaik bagi kita agar dapat menguasai manajemen dengan baik adalah senantiasa dengan belajar dan belajar.</p>
<p><strong>Tanda dari alam</strong></p>
<p>Sahabat senyum,</p>
<p>Telah nyata bahwa kehidupan didunia ada karena adanya perpaduan serasi dari alam. Kita dapat terlahir di bumi ini juga karena harmonisasi komponen-komponen yang berada di alam. Komponen-komponen harmonis tersebut antara lain : waktu, tempat, air, api, tanah, panas, dingin, solid, cair, gas, serta istilah-istilah lain yang tak akan jauh dari kebutuhan jiwa raga manusia.</p>
<p>Alam telah berikan ribuan tanda agar manusia sadar dan selalu mencari kebaikan serta ketepatan. Sadar dalam artian, kita mampu memahami bahwa masih banyak rahasia yang terdapat di alam. Rahasia-rahasia tersebut adalah jalan keluar bagi setiap tantangan diatas. Kita tentu ingat bahwa cara terampuh untuk memecahkan rahasia adalah dengan belajar dan belajar. Dua kata yang diulang ini (belajar), dimaksudkan bahwa faktor semangat harus selalu terikat dalam proses tersebut.</p>
<p>Alam juga berikan kesempatan atau peluang bagi kita agar dapat menyelaraskan antara kebaikan dengan ketepatan. Dalam peribahasa jawa kita ingat antara kata “bener” (baik) dan “pener” (tepat). Baik adalah suatu hal atau perbuatan yang dapat mengambil input positif, melakukan proses dengan positif, serta menghasilkan output yang positif pula.</p>
<p>Tepat, dapat kita tafsirkan sebagai penempatan sesuatu hal yang baik tersebut sesuai dengan komponen-komponen alam di atas.</p>
<p>Banyak kita temui sikap, perbuatan, kebiasaan yang “bener” tapi tidak “pener” dan sebaliknya. Hal ini akan berimbas pada kebersinambungan kesadaran kita untuk selalu belajar kepada atau dari alam. Sebagai contoh Si “X” sadar bahwa dirinya punya bakat menyanyi, sehingga ia terus belajar dan berlatih vokal. Namun ia melakukan itu hingga malam hari disaat tetangga kos sedang membutuhkan istirahat atau tidur. Belajar dan berlatih adalah “bener”, namun mengganggu orang lain itu tidak “pener”.</p>
<p>Kasus seperti ini bila diacuhkan akan berimbas pada oportunisme atau keangkuhan diri. Si X akan senantiasa terpacu untuk memperoleh prestasi dengan jalan apapun.</p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/nature-desktop-wallpaper.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-229" title="nature-desktop-wallpaper" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/03/nature-desktop-wallpaper-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a></p>
<p><strong>Alam kan jawab apapun itu.</strong></p>
<p>Sahabat senyum,</p>
<p>Itulah alam. Ia akan selalu berikan jawaban dari setiap pertanyaan kita. Dengan syarat kita sadar akan tanda mendasar dari alam itu sendiri.</p>
<p>Jawaban dari alam itulah yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan.</p>
<p>Tak ada soal atau pertanyaan yang kunci jawabannya tak terdapat di alam. Syahdan bila ada yang  berkoar bahwa jawaban dari alam berbatas, itu hanya karena ia berputus asa, kurang mampu mempertahankan kesadarannya untuk belajar dan belajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/belajar-dari-atau-kepada-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Info Lowongan kerja di PLN</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/info-lowongan-kerja/info-lowongan-kerja-di-pln/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/info-lowongan-kerja/info-lowongan-kerja-di-pln/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 14:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pln]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[
PLN saat ini mempekerjakan 47.532 staf dari seluruh Indonesia dengan rasio 15,6% di antaranya berpendidikan sarjana dan pasca sarjana. Untuk memenuhi kebutuhan akan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia bagi perkembangan teknologi, PLN akan selalu mengusahakan berbagai pendidikan dan kegiatan pelatihan melalui jasa pendidikan baik di lingkungan PLN sendiri maupun menjalin kerjasama dengan berbagai univesitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/poto-low-PLN.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-217" title="poto low PLN" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/poto-low-PLN-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>PLN saat ini mempekerjakan 47.532 staf dari seluruh Indonesia dengan rasio 15,6% di antaranya berpendidikan sarjana dan pasca sarjana. Untuk memenuhi kebutuhan akan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia bagi perkembangan teknologi, PLN akan selalu mengusahakan berbagai pendidikan dan kegiatan pelatihan melalui jasa pendidikan baik di lingkungan PLN sendiri maupun menjalin kerjasama dengan berbagai univesitas dan lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri. PLN kembali akan melaksanakan rekrutmen, posisi jabatan yang dibuka untuk rekrutmen adalah sebagai berikut :</p>
<p><strong>Persyaratan Lowongan PLN 2010 :</strong></p>
<ol>
<li>Lulus S1 atau D3</li>
<li><strong> </strong>Batas Usia :<br />
o S1 : Kelahiran 1985 dan sesudahnya<br />
o D3 : Kelahiran 1987 dan sesudahnya<strong> </strong></li>
<li> IPK :<br />
o IPK &gt; 2,75 untuk Teknik<br />
o o IPK &amp; 3,00 untuk Non Teknik<strong> </strong></li>
<li><strong> </strong>Mengisi data pendaftaran dan menyerahkan berkas lamaran melalui Stand PLN di Career Days UGM tanggal 6 – 7 Maret 2010.</li>
</ol>
<p><strong>Kelengkapan berkas lamaran Lowongan PLN  2010 :</strong></p>
<ol>
<li>Surat Lamaran yang ditujukan kepada PT PLN (Persero) c.q. Deputi Direktur Pengembangan SDM dan Talenta</li>
<li><strong> </strong>Riwayat Hidup (CV)<strong> </strong></li>
<li><strong> </strong>Copy Ijasah/keterangan lulus yang dilegalisir</li>
<li><strong> </strong>Copy transkrip nilai terakhir yang dilegalisir</li>
<li><strong> </strong>Copy KTP dan akte kelahiran.</li>
<li><strong> </strong>Pasfoto terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar</li>
<li><strong> </strong>Pernyataan diri di atas materai Rp. 6.000,- yang menyatakan bahwa pelamar :<br />
o Tidak tersangkut dalam penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya.<br />
o Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia bila diterima sebagai pegawai PLN.<strong> </strong></li>
<li><strong> </strong>Bagi Pelamar dari lulusan program Lintas Jalur (D3 yang meneruskan S1), wajib melampirkan :<br />
o Transkrip nilai D3 yang dilegalisir<br />
o Ijazah D3 yang dilegalisir<strong> </strong></li>
</ol>
<p>Satu pelamar hanya diperbolehkan memilih 1 (satu) posisi jabatan sesuai bidang studi dan tingkat pendidikan yang dimiliki.</p>
<p>Panggilan peserta dan lokasi tes akan diumumkan melalui website PLN (<a href="http://www.pln.co.id/" target="_blank">www.pln.co.id</a>) dan ECC UGM (<a href="http://www.ecc.ft.ugm.ac.id/" target="_blank">www.ecc.ft.ugm.ac.id</a> )</p>
<p><strong>Tahapan Tes lowongan PLN februari maret 2010 Meliputi:</strong></p>
<ol>
<li><strong> </strong>Seleksi Administrasi</li>
<li><strong> </strong>GAT</li>
<li><strong> </strong>Tes Akademis dan Bahasa Inggris</li>
<li><strong> </strong>Tes Psikologi dan diskusi kelompok</li>
<li><strong> </strong>Tes Kesehatan</li>
<li><strong></strong>Wawancara</li>
</ol>
<p><em>Prioritas penempatan sebagai pegawai di luar Jawa – Bali</em></p>
<p>Pasca Seleksi lowongan PLN:</p>
<ol>
<li>Peserta tes yang lulus seleksi penerimaan pegawai akan dipanggil untuk menjalani Diklat Prajabatan.</li>
<li><strong> </strong>Pengangkatan sebagai Pegawai PT PLN (Persero) setelah melaksanakan Diklat Prajabatan</li>
</ol>
<p>o Tingkat D3 pada Grade Basic 2</p>
<p>o Tingkat S1 pada Grade Specific 4</p>
<ol>
<li><strong>3. </strong>Keputusan Tim Penerimaan Pegawai tidak dapat diganggu gugat.<strong> </strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>POSISI JABATAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Lowongan Tingkat S1</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>ED (Assistant Engineer/Assistant Operator di bidang Distribusi Tenaga Listrik)</li>
<li><strong> </strong>EP (Assistant Engineer/ Assistant Operator di bidang Pembangkit Tenaga Listrik)</li>
<li>ES (Assistant Engineer/Assistant Operator di bidang Sistem Tenaga Listrik</li>
<li><strong> </strong>EC (Assistant Engineer/Assistant Operator di Bidang SCADA)</li>
<li><strong> </strong>PE (Assistant Engineer Konstruksi / Pemeliharaan di bidang Pembangkit, Gardu Induk, Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik)</li>
<li><strong> </strong>SI ( Assistant Analyst/Assistant Officer di bidang Sistem Informasi)</li>
<li><strong> </strong>HR (Assistant Analyst/Assistant Officer di Bidang SDM)</li>
<li>NG (Assistant Analyst di Bidang Niaga)</li>
<li><strong> </strong>KU (Assistant Analyst di Bidang Keuangan)</li>
<li><strong> </strong>AK (Assistant Analyst di bidang Akuntansi)<strong></strong></li>
</ol>
<p><strong>Tingkat D3</strong></p>
<ol>
<li>TDT (Junior Engineer / Operator di bidang Distribusi Tenaga Listrik)</li>
<li>TPE (Junior Engineer Konstruksi / Pemeliharaan di bidang Pembangkit, Gardu Induk, Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik)</li>
<li>TPL (Junior Engineer/Operator di bidang Pembangkit Tenaga Listrik)</li>
<li>TSO (Junior Engineer/Operator di bidang Sistem Operasi Tenaga Listrik)</li>
<li>TSC (Junior Engineer/Junior Operator di Bidang SCADA)</li>
<li>TPD (Junior Operator di bidang Pengolahan Data)</li>
<li>PKU (Junior Officer Keuangan)</li>
<li>PAK (Junior Officer Akuntansi)</li>
<li>PNG (Junior Officer di bidang Niaga Tenaga Listrik)</li>
<li>PAS (Junior Officer Administrasi)silahkan registrasi online disini : <a href="http://ecc.ft.ugm.ac.id/lowongan_pln.php" target="_blank">http://ecc.ft.ugm.ac.id/lowongan_pln.php</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/info-lowongan-kerja/info-lowongan-kerja-di-pln/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Agar Orang Lain Mau Melakukan Apapun Untuk Anda</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-agar-orang-lain-mau-melakukan-apapun-untuk-anda/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-agar-orang-lain-mau-melakukan-apapun-untuk-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 01:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[

Sangat menyenangkan bila permintaan kita dikabulkan orang lain. Beberapa waktu lalu saya mencoba meminta beberapa teman via Facebook untuk membantu untuk tagging photo sebuah pengumuman. Dan hampir kesemuan teman saya mau melakukannya. Ajaibnya hampir semuanya adalah Teman maya dan belum pernah berjumpa didunia nyata. Bagaimana caranya agar orang  lain bisa terbujuk oleh permintaan kita, walaupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/756630464_112d4af7a0.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-209" title="756630464_112d4af7a0" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/756630464_112d4af7a0-300x208.jpg" alt="" width="300" height="208" /></a><br />
</strong></p>
<p>Sangat menyenangkan bila permintaan kita dikabulkan orang lain. Beberapa waktu lalu saya mencoba meminta beberapa teman via Facebook untuk membantu untuk <em>tagging photo </em>sebuah pengumuman.<em> </em>Dan hampir kesemuan teman saya mau melakukannya. Ajaibnya hampir semuanya adalah Teman maya dan belum pernah berjumpa didunia nyata. Bagaimana caranya agar orang  lain bisa terbujuk oleh permintaan kita, walaupun orang tersebut belum mengenal sepenuhnya diri kita?</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? seringkah mengajukan permintaan kepada orang lain? Jika iya, seberapa sering orang lain tersebut mengabulkan permintaan Anda. Jika orang lain jarang memenuhi permintaan Anda, berarti Anda <em>perlu </em>mengetahui rahasia ini. <strong>Rahasia membujuk</strong> (<em>persuading</em>). Membujuk? Apa itu? membujuk merupakan komunikasi yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang dengan tujuan agar pihak lain mau mengikuti dengan sukarela keinginan seseorang tadi</p>
<p>Berikut ini beberapa taktik agar Anda berhasil membujuk orang lain :<strong> </strong></p>
<p><strong>1. </strong> <strong>Bangun kredibilitas </strong></p>
<p>Sampaikan kompetensi Anda. Kembangkan rasa saling percaya. Jaga hubungan dekat dan akrab Gunakanlah alasan yang jelas dan menyakinkan. jika perlu Mintalah bantuan pihak ketiga untuk menyakinkan orang lain (lengkapnya bisa Anda baca di <strong>Rahasia Membangun Kredibilitas)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Gunakan prinsip kesukaan : orang lain menyukai orang yang menyukainya </strong></p>
<p>Orang akan mudah terpengaruh dengan apa yang dia sukai. Orang akan lebih senang membantu kepada orang yang disukainya. Dan salah hal yang membuat orang menyukai orang lain adalah adanya <strong>kesamaan</strong>. Orang akan lebih menyukai orang yang mempunyai kesamaan hobi, minat ataupun asal daerah. Untuk itu cobalah cari kesamaan yang Anda miliki dengan orang (yang ingin Anda bujuk) tersebut. Bangun ikatan positif berdasarkan kesamaan tersebut. Dan Anda akan lebih mudah memberikan pengaruh kepadanya</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Buat bujukan Anda itu spesial dan unik (langka)</strong></p>
<p>Sesuatu yang unik pasti dicari banyak orang. Hal yang langka pasti mempunyai nilai lebih daripada hal tersebut mudah didapatkan. Berpikirlah untuk memberikan penawaran atau bujukan yang unik. Jelaskan bahwa hanya orang tertentu saja yang bisa mendapatkan kesempatan ini. Utarakan kerugian apa saja bila orang tersebut tidak memenuhi permintaan Anda. dan pastikan orang tersebut akan mendapatkan manfaat yang unik</p>
<p><strong>4. Melakukan</strong> <strong>dengan konsisten</strong></p>
<p>Tujukan konsistensi Anda. Pastikan bahwa Anda satu kata satu perbuatan. Orang akan lebih menghargai bila orang lain bisa menunjukan konsistensinya. Gambarkan diri Anda apa adanya. Dan biarkan orang lain menerima “kehadiran” Anda. Hal ini akan memberik kemudahan bagi Anda membujuknya <strong> </strong></p>
<p><strong>5. </strong><strong>Timbal balik</strong></p>
<p>Orang akan cenderung membalas terhadap apa yang telah dilakukan  oleh orang lain. Jika Anda ingin orang lain melakukan untuk Anda, mengapa Anda tidak memberikannya sesuatu lebih dahulu. Jadilah pertama dalam memberikan pertolongan, jadilah pertama dalam memberikan informasi. Apapun yang Anda berikan, hal tersebut akan kembali kepada Anda <strong> </strong></p>
<p><strong>6. </strong><strong>Pengaruh sosial</strong></p>
<p>Orang melakukan sesuatu karena melihat orang lain juga melakukannya. Pengaruh sosial ini sangat kuat untuk mempengaruhi keputusan orang. Saat orang ingin memutuskan sesuatu, mereka akan mencoba melihat orang lain saat menghadapi situasi yang sama. Maka berikan contoh yang konkret bahwa orang lain juga telah melakukan hal yang sama. Tunjukan bagaimana orang lain melakukan hal yang sama, maka orang tersebut akan dengan mudah mengabulkan permintaan Anda. <strong> </strong></p>
<p><strong>7. </strong><strong>Gunakan teknik <em>mirroring </em>(meniru)</strong></p>
<p>Setiap orang mempunyai kebiasaan atau cara sendiri dalam berkomunikasi. Tirulah gerakan dan kebiasaan orang lain. Ikuti gerakan tubuhnya seperti gerakan tangan, kepala ataupun posisi badan.. Dan bila Anda sudah merasa nyaman maka Anda akan secara tidak sadar akan melakukanya juga, begitu orang tersebut. Orang secara tidak sadar akan menerima kehadiran kita <strong> </strong></p>
<p><strong>8. </strong><strong>Waktu yang tepat</strong></p>
<p>Pastikan anda membujukanya pada waktu yang tepat. Bujuklah ketika waktunya masih panjang, Anda akan kesulitan bila Anda memintanya dengan mendadak. Tidak semua orang mempunyai keluasan waktu. Selain itu lihatlah kondisi orang tersebut. Orang akan lebih mudah dipengaruhi ketika mengalami kelelahan secara mental. Bujuklah saat orang tersebut dalam kondisi “terdesak” sehingga Anda dengan mudah mempengaruhinya. <strong> </strong></p>
<p><strong>9. </strong><strong>Jawaban “ya”</strong></p>
<p>Ajukan pertanyaan yang membutuhkan jawan “iya”. Seperti hari ini cukup cerak ya? Jawaban “iya”, merupakan bentuk persetujuan. Hal ini akan memudahkan Anda untuk melanjutkan pembicaraan atau permintaan. Dan jaga terus pembicaraan positif ini, maka Anda akan mendapatkan hal positif pula. <strong> </strong></p>
<p><strong>10. Jelaskan dengan baik dan sopan</strong></p>
<p>Anda harus mengerti sekali sekali apa yang Anda inginkan. Persiapkan dan pelajari secara cermat apa yang menjadi tujuan Anda yang sebenarnya. Anda juga harus berasumsi bahwa pihak yang akan Anda bujuk adalah orang yang pintar dan dewasa. Jangan meremehkannya. Hormat, sopan, dan bijak.<strong></strong></p>
<p><strong>11. Sajikan</strong> <strong>bukti dan alasan</strong></p>
<p>Anda harus mampu menjelaskan mengapa permintaan Anda penting, dengan cara memberikan bukti yang mendukung. Sesuaikan alasan permintaan Anda dengan karakteristik orang yang kita bujuk.Jika orang yang kita bujuk termasuk orang yang cerdas dan rasional, alasan yang harus dikemukakan juga harus bisa logis (diterima oleh akal)<strong></strong></p>
<p><strong>12. </strong><strong>Perhatikan kepentingan pihak yang sedang kita bujuk.</strong></p>
<p>Anda harus mempertimbangkan keuntungan apa yang bisa diperoleh pihak yang Anda bujuk. Sampaikan dengan optimis, dan menyenangkan mereka. Orang akan lebih senang bila apa yang dilakukan memberikan manfaat bagi dia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-agar-orang-lain-mau-melakukan-apapun-untuk-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersenyum dan Bahagia bersama Senyum Community</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/tersenyum-dan-bahagia-bersama-senyum-community/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/tersenyum-dan-bahagia-bersama-senyum-community/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 08:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Senyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[
“Mendapat sebuah ilmu yang berkesan. Mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan” begitulah kesan yang didapat Diah Pramuji saat mengikuti Pelatihan bersama Senyum Community. Diah merupakan anak Panti Asuhan  Yatim Putri Islam (PAYPI) yang tidak bisa mengikuti pelatihan sebelumnya. Pelatihan yang diadakan tanggal 21 Februari 2010 ini merupakan pelatihan bagi anak panti yang tidak bisa ikut pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/DSCN1945.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-199" title="DSCN1945" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/DSCN1945-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>“Mendapat sebuah ilmu yang berkesan. Mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan” begitulah kesan yang didapat Diah Pramuji saat mengikuti Pelatihan bersama Senyum Community. Diah merupakan anak Panti Asuhan  Yatim Putri Islam (PAYPI) yang tidak bisa mengikuti pelatihan sebelumnya. Pelatihan yang diadakan tanggal 21 Februari 2010 ini merupakan pelatihan bagi anak panti yang tidak bisa ikut pada tahap pertama</p>
<p>Pelatihan pertama yang dilakukan tanggal <a href="http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/kenali-diri-maka-anda-akan-dibawa-menjadi-orang-hebat/" target="_blank">17 januari 2010</a> belum bisa menghadirkan seluruh anak PAYPI karena ada kegiatan yang bersamaan. Oleh karena itu pelatihan ini ditujukan bagi mereka yang belum mendapat kesempatan pada tahap pertama, sehingga seluruh anak panti mendapat pelatihan yang sama. Hal ini perlu dilakuakan karena adanya kemungkinan mengadakan pelatihan dengan materi yang berbeda, sehingga sebelum mengadakannya anak-anak PAYPI perlu mendapatkan materi yang sama terlebih dahulu</p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/DSCN1944.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-201" title="DSCN1944" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/DSCN1944-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Pelatihan yang sempat tertunda (awalnya direncanakan tanggal 14 Februari 2010) ini mengajak anak-anak panti untuk mengenali diri sendiri dan menggali potensi mereka. Setelah itu mereka diajak untuk menggambarkan kembali mimpinya. Peserta juga diminta untuk mengungkapkan mimpinya tersebut kepada teman-temanya. Hal ini cukup positif, seperti yang diungkapkan Sari, “Hari ini aku merasa sangat bahagia karena bisa menceritakan cita-citaku dan hari ini juga aku bisa tertawa dan tersenyum dengan riang gembira”</p>
<p>Pelatihan ini juga menumbuhkan kepercayaan diri seperti yang diungkapkan Latifah, “Menarik, maksudnya kegiatanya menarik dan menumbuhkan rasa percaya diri pada diri kita”. Tentu saja manfaat Pelatihan yang langsung bisa dirasakan anak-anak Panti memberikan bukti bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan Senyum Community pantas untuk dilanjutkan lagi. Sehingga tidak heran bila anak-anak panti juga mengingkan Senyum Community untuk mengadakan kegiatan yang sama di tempat tersebut. Semoga Senyum Community bisa melakukan kembali kegiatan yang positif ini <img src='http://www.senyumkita.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/DSCN1955.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-202" title="DSCN1955" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/DSCN1955-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/tersenyum-dan-bahagia-bersama-senyum-community/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Pemenang SENYUM QUIZ 2010</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/pengumuman-pemenang-senyum-quiz-2010/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/pengumuman-pemenang-senyum-quiz-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 10:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Senyum]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Senyum Quiz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[
Berikut ini adalah pengumuman pemenang SENYUM QUIZ 2010, yang telah mengirimkan Komentar, Saran dan Kritiknya kepada Senyum Community. Semoga dukungan dan masukan yang diberikan bisa menjadikan Senyum Community lebih bermanfaat lagi.
Bagi pengirim yang beruntung mendapatkan Kaos Senyum Community (KeepSmile T-Shirt) adalah :
Dyan Sulistyaningsih (Yogyakarta)


Pemenang Merchandise lainnya adalah :
Jihan Aulia (jehan_bemyfri***@yahoo, Yogyakarta)
Fina Dwihandayani (vyna_kwer***@yahoo, Jakarta)
Rakhmat Bagus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/Kipsmile-promo-none.jpg"><img class="size-medium wp-image-190  aligncenter" title="Kipsmile promo-none" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/Kipsmile-promo-none-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Berikut ini adalah pengumuman pemenang SENYUM QUIZ 2010, yang telah mengirimkan Komentar, Saran dan Kritiknya kepada Senyum Community. Semoga dukungan dan masukan yang diberikan bisa menjadikan Senyum Community lebih bermanfaat lagi.</p>
<p>Bagi pengirim yang beruntung mendapatkan Kaos Senyum Community (KeepSmile T-Shirt) adalah :</p>
<p><strong>Dyan Sulistyaningsih (Yogyakarta)</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Pemenang Merchandise lainnya adalah :</p>
<p><strong>Jihan Aulia</strong> (jehan_bemyfri***@yahoo, Yogyakarta)</p>
<p><strong>Fina Dwihandayani</strong> (vyna_kwer***@yahoo, Jakarta)</p>
<p><strong>Rakhmat Bagus J</strong> (djatm***@yahoo, Surabaya)</p>
<p><strong>Siwi Eki Desria</strong> (eq_des***@yahoo, Yogyakarta)</p>
<p><strong>Devy (</strong>mydevylu***@yahoo<strong>)</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Bagi yang berada di Yogyakarta pengambilan bisa dilakukan dengan menghubungi nomor 02749444881. Dan akan diberikan saat dilakukan acara Senyum Community. Bagi yang berada diluar Yogyakarta akan dikiriman melalui Pos. Atas partisipasi sahabat kami ucapkan banyak terima kasih. Salam Senyum <img src='http://www.senyumkita.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/pengumuman-pemenang-senyum-quiz-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara menghilangkan gelisah (grogi) saat harus berbicara didepan orang banyak</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-menghilangkan-gelisah-grogi-saat-harus-berbicara-didepan-orang-banyak/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-menghilangkan-gelisah-grogi-saat-harus-berbicara-didepan-orang-banyak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 06:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi efektif]]></category>
		<category><![CDATA[public speaking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[
Anda grogi ketika harus berbicara di depan orang banyak? Atau Anda merasa takut ketika harus pertama kali tampil diatas panggung? Jika iya, itu adalah hal yang lumrah. Saya yang sudah terbiasa presentasi ketika kuliah dan sekarang sering kali mengisi sesi pelatihan, tetap saja merasa cemas terutama ketika harus menghadapi audiens yang baru. Hal ini sah-sah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/117707424_efebc445c1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-177" title="117707424_efebc445c1" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/117707424_efebc445c1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Anda grogi ketika harus berbicara di depan orang banyak? Atau Anda merasa takut ketika harus pertama kali tampil diatas panggung? Jika iya, itu adalah hal yang lumrah. Saya yang sudah terbiasa presentasi ketika kuliah dan sekarang sering kali mengisi sesi pelatihan, tetap saja merasa cemas terutama ketika harus menghadapi audiens yang baru. Hal ini sah-sah ketika kita harus menghadapi sesuatu hal yang baru bagi kita. Ketika kita masuk pertama kali di lingkungan baru, pasti ada beberapa pertanyaan seputar “apa yang harus dilakukan pertama kali?”. Namun hal tersebut akan menjadi biasa ketika kita sudah menjalaninya.</p>
<p>Rasa gelisah ini merupakan pertanda positif bagi Anda untuk berhati-hati dan melakukan dengan benar. Yang menjadi masalah adalah ketika rasa gelisah tersebut berlebihan. Ini beberapa langkah yang bisa membantu anda mengurangi rasa grogi:<strong> </strong></p>
<p><strong>A. </strong><strong>PERSIAPAN</strong></p>
<p>Persiapan ini meliputi beberapa macam;</p>
<ol>
<li><strong>Apa tujuan Anda</strong>. Definisikan tujuan Anda mengapa melakukan hal tersebut. Identifikasi apa saja yang ingin Anda sampaikan. Perjelas pesan apa yang ingin Anda sampaikan.</li>
<li><strong>Pahami Audien Anda</strong>. Siapa yang ingin Anda ajak komunikasi? Orang tua, dewasa, remaja atau anak-anak. Biasanya orang yang merasa grogi karena mereka merasa berada “diluar” kelompok audien. Mereka tidak bisa masuk ke dalam dunia audien.</li>
<li><strong>Kuasai materi</strong>. Pahami dan kuasai semua hal tentang apa yang ingin Anda sampaikan. Pelajari lebih dulu apa yang ingin Anda sampaikan. Pastikan Anda benar-benar memahaminya.</li>
<li><strong>Buat outline dan daftar kebutuhan</strong>. Buat skema apa saja yang ingin Anda sampaikan. Tuliskan inti-inti yang harus Anda sampaikan. Kapan Anda harus menyampaikan? Mengapa Anda harus menyampaikan? Bagaimana Anda harus menyampaikan? Bagaimana caranya agar audien terus memperhatikan Anda?. Buat daftar apa saja yang Anda perlukan untuk mendukung penampilan Anda.</li>
<li><strong>Siapkan bagaimana Anda memulai dan menutup</strong></li>
</ol>
<p>Bagaimana Anda memulai penampilan Anda sangatlah penting. B<a href="http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/02/10-langkah-menciptakan-kesan-pertama.html" target="_blank">erikan kesan pertama yang positif kepada audien</a>. Serta bagaimana Anda menutup “aksi” Anda. Sudah kuatkah penutupan Anda, sehingga dapat diterima audien? Pastikan bahwa tujuan anda tercapai.</p>
<p><strong>6. Siapkan Rencana Alternatif</strong>.</p>
<p>Siapkan beberapa hal yang mungkin bisa terjadi. Pahami resiko terburuk jika tidak berjalan sesuai rencana. Bersikaplah fleksibel. Jika waktu tidak sesuai rencana, apa yang akan anda lakukan? jika ada masalah teknis (lampu mati,pengeras suara mati dll) apa yang akan Anda lakukan?<strong> </strong></p>
<p><strong>7. <a href="http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-meningkatkan-percaya-diri/" target="_blank">Tingkatkan percaya diri Anda</a></strong></p>
<p>Kenali potensi diri Anda. pahami kelemahan dan kekuatan yang Anda miliki, dan fokuslah pada kelebihan Anda. Kembangkan potensi Anda. kondisikan diri Anda pada apa yang seharusnya Anda ingin lakukan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>B. </strong><strong>LATIHAN</strong></p>
<p>“<em>Practice makes perfect</em>” begitulah kata pepatah. Semakin sering Anda berlatih maka semakin lihai Anda melakukannya. Latihan akan sangat berguna membuat anda lebih siap (fisik dan mental), lebih relax dan bisa mengantisipasi apa saja masalah yang mungkin bisa timbul. Latihan yang anda lakukan juga membantu Anda mengetahui alokasi waktu yang Anda butuhkan atau bagaimana Anda harus menyesuaikan dengan waktu yang diberikan. Latihan ini bisa dilakukan beberapa tahap</p>
<ol>
<li><strong>Visualisasi</strong>. Bayangkan bagaimana Anda melakukan? Gambarkan bagaimana kondisi saat itu? bayangkan apa saja yang mungkin terjadi? Bayangkan bagaimana anda telah berhasil melakukan semua?</li>
<li><strong>Melakukannya</strong>. Coba lakukan apa yang ingin lakukan.  gunakan outline yang sudah Anda buat. Coba pahami apa yang seharus anda tambah atau kurangi. Minta bantuan orang lain untuk memberikan masukan. Jika ada, gunakan media perekam (video cam/recorder) untuk membantu Anda. lakukan terus sampai Anda benar-benar merasa siap.</li>
<li><strong>Gladi bersih/Role Play</strong>. Berlatihlah seakan-akan anda tampil semestinya. Kondisikan seperti situasi yang akan sebenarnya. Jika memungkinkan gunakan alat dan tempat yang akan gunakan selayaknya anda tampil semestinya.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>C. </strong><strong>SEBELUM BERAKSI</strong></p>
<p>Sebelum Anda melakukannya, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.</p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Malam sebelumnya. </strong>Buat situasi yang nyaman pada malam hari sebelum Anda melakukannya. Fokus pada apa yang ingin Anda lakukan. buat tulisan berisi kata positif (seperti : Saya Bisa!) dalam sebuah kertas (atau apapun) yang bisa selalu Anda baca. <strong></strong></li>
<li><strong>Hari H. </strong>Usahakan untuk sarapan pagi. Hal ini akan membantu mengisi energy And asepanjang hari. Makan pisang 1 atau 2 jam sebelum anda beraksi ( Pisang berisi<em> beta-blocker</em> alami yang akan membantu mengurangi kecemasan). Datanglah lebih awal, hal ini akan membantu anda mempersiapkan lebih matang.</li>
<li><strong>Kuasai “panggung” Anda. </strong>Ketahui dimana anda memposisikan sebelum anda tampil. Darimana Anda harus “masuk ke panggung”. Pahami beberapa sudut pandang yang bisa dilihat oleh audien.</li>
<li><strong>Tes alat yang ada.</strong> jika anda memerlukan alat, cek kembali kondisinya. Coba fungsi-fungsi yang anda butuhkan. Seperti program computer, sound system atau LCD.</li>
<li><strong>Temui audien.</strong> Sapa dan coba ajak bicara beberapa audien. Coba gali informasi yang bisa menambah pengetahuan anda tentang audien. Lakukan kontak mata dengan yang lain. Pahami kondisi nyata audien saat itu.</li>
<li><strong>Beberapa saat sebelum Anda tampil.</strong> Tinjau kembali apa saja yang ingin lakukan. kosentrasilah, dan siapkan apa yang akan Anda lakukan pertama kali- bagaimana anda membukanya?. Visualisasikan Anda melakukanya dengan sempurna. Lihat kembali tulisan positif yang sudah Anda tulis. Ambil nafas dalam-dalam. Biarkan Anda relax dan nyaman. Dan jangan lupa berdoa.</li>
</ol>
<p>Dwi Wahyu AN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-menghilangkan-gelisah-grogi-saat-harus-berbicara-didepan-orang-banyak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Perempatan Itu</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/goresan-senyum/di-perempatan-itu/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/goresan-senyum/di-perempatan-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 13:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Goresan Senyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[
“Em, kalau aku ambil kiri, berarti aku akan sampai ke warung tadi. Berarti kalau bukan kiri, aku harus ke kanan. Tapi apa benar ini jalannya ya? Kalau aku balik percuma. Sudah setengah jalan. Lagian aku juga sudah lupa dengan jalan-jalan yang aku lewati tadi. Benar ke kanan nggak ya?”
Perjalanan yang diinginkan Didi seharusnya sudah berakhir. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/prempatana.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-164" title="prempatana" src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/prempatana-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>“Em, kalau aku ambil kiri, berarti aku akan sampai ke warung tadi. Berarti kalau bukan kiri, aku harus ke kanan. Tapi apa benar ini jalannya ya? Kalau aku balik percuma. Sudah setengah jalan. Lagian aku juga sudah lupa dengan jalan-jalan yang aku lewati tadi. Benar ke kanan nggak ya?”</p>
<p>Perjalanan yang diinginkan Didi seharusnya sudah berakhir. Tujuannya untuk bertandang ke rumah seorang tetua adat rupanya akan sedikit mengalami hambatan.</p>
<p>“Kalau aku nggak berangkat sekarang, lantas kapan aku akan sampai. Sedangkan aku harus bertemu beliau hari ini juga. Tapi ini kan perempatan. Mana gelap lagi. Daerah sini masuk ke dalam peta Indonesia nggak sih? Jam enam kok sudah gelap gulita. Aduh. Bagaimana ini?”</p>
<p>Motor yang ditumpangi dengan terpaksa harus dimatikan mesinnya. Mengingat di daerah terpencil seperti ini pasti sangat sulit untuk menemukan pom bensin. Dan jarum di detektor bensin sudah hampir berada di huruf ‘E’ yang berarti Didi harus menghemat bensin untuk perjalanannya nanti.</p>
<p>“Em, ambil kanan atau kiri ya. Kalau kiri masak aku kembali ke warung kecil tadi. Kayaknya nggak mungkin. Karena tadi sepertinya ada dua belokan setelah warung. Ah, kok jadi pelupa gini. Padahal ini hari penting. Dan hanya hari ini aku bisa menemui beliau. Mungkin andai aku tadi nggak jalan sama Leni, aku pasti sudah sampai. Oh, Tuhan, dimana ini?”</p>
<p>Didi berhenti di perempatan jalan. Hanya semak belukar gelap di kanan kirinya. Lampu jalan tidak ada. Untungnya langit bertabur bintang. Tak ada tanda hujan akan turun. Sedikit memberikan kelegaan di hati pria berumur 24 tahun ini. Sudah hampir tiga tahun lalu dia melakukan riset tentang suku ini. Tapi entah kenapa riset pentingnya tiba-tiba dihentikan. Bahkan keingintahuannya terhadap suku ini hilang. Kepentingannya untuk mengkomersilkan suku ini menjadi sebuah film layar lebar sirna.</p>
<p>Sekarang Didi berada di tengah kebimbangan, yaitu memenuhi tuntutan pihak sponsor untuk menyelesaikan riset ini. Dengan bermodal data-data yang kurang begitu akurat, dia ingin langsung menemui kepala suku. Tapi berdasarkan temuan terakhir, suku ini adalah suku ‘langka dan sakti’. Yang bisa berpindah tempat tanpa diketahui jejaknya. Menurut orang-orang kampung termasuk pemilik warung tadi, memang ada berita dan cerita tentang suku ini.</p>
<p>Dulu pernah ada pejabat yang datang dan mencari tetua adat. Sepertinya pejabat itu datang untuk memohon bantuan secara spiritual agar ia terpilih menjadi gubernur satu daerah. Namun beberapa waktu santer terdengar bahwa pejabat itu tak pernah kembali ke rumahnya. Bahkan ada yang pernah bilang pejabat itu menjadi orang gila di jalanan. Berita itu pun menjadi simpang siur.</p>
<p>Namun ada juga penduduk kampung miskin yang sedang sakit parah tiba-tiba ia didatangi orang berpakaian compang camping tak dikenal. Penduduk sempat ragu ketika orang itu menawarkan diri untuk menyembuhkan si miskin. Apalagi ketika ia mengaku sebagai tetua adat suku itu. Tapi penduduk percaya saja karena si miskin benar-benar tak bisa disembuhkan. Lalu tetua adat itu membawa si miskin hilang di kegelapan. Tak berapa lama hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, si miskin pulang dengan kondisi tubuh yang segar bugar. Wajahnya berseri-seri. Bahkan ia membawa beberapa peralatan untuk bercocok tanam. Kurang dari sebulan, si miskin berubah hidupnya menjadi petani yang mandiri.</p>
<p>“Hah, sudah hampir satu jam aku disini. Kenapa  otakku eror kayak gini. Padahal aku ingin sekali bertemu dengan beliau untuk meminta pertimbangan. Apakah layak, sebuah kekhasan budaya dijadikan produk film horor murahan. Apalagi skrip yang sudah kubaca menunjukkan adanya gelaja eksploitasi tubuh wanita di beberapa scene. Apakah fisik suku ini sesuai yang diimajinasikan orang-orang? Terutama para wanitanya yang hanya berpakaian dalam saja? Ah entah lah.”</p>
<p>Malam makin dingin. Di daerah yang masih kurang begitu terkena polusi udara seperti ini, udara malam hari memang dingin. Didi linglung. Dia kehilangan akal. Mau kembali tapi sudah lupa jalannya. Lurus terus pasti dia akan tersesat semakin jauh. Ke kanan hampir bisa dipastikan dia akan semakin bingung. Ke kiri, keraguan masih menyelimuti. Akhirnya dia berhenti tepat di tengah-tengah perempatan.<br />
Terdengara sayup suara-suara hewan malam. Kadang sedikit angin datang menghujam persendiannya. Untung dia memakai jaket tebal. Helm tak pernah lepas dari kepalanya. Penerangan tak ada. Intuisi sudah mati. Mengandalkan naluri, dia sendiri merasa tak memiliki hati nurani. Karena dia sempat tergiur oleh penawaran sang produser untuk melakukan risetnya.</p>
<p>Bimbang.</p>
<p>Motor distandartkan. Dia berdiri di samping motornya. Pantatnya sudah panas. Lututnya terasa pegal. Kalau terpaksa, dia harus mau menunggu sampai matahari muncul esok hari. Wajahnya lusuh tak karuan. Kepalanya berputar-putar. Berharap ada orang yang lewat di perempatan ini. Tapi kata pemilik warung tadi, sepertinya tak ada orang yang berani lewat di perempatan ini setelah pukul lima sore. Perempatan ini adalah salah satu perempatan yang disinyalir angker. Beberapa orang pernah melihat rombongan orang berbaju serba putih yang lewat di perempatan ini dengan cepat sekali. Seperti terbang. Yang melihat langsung lari kebirit-birit dan tak berani melanjutkan perjalanannya.</p>
<p>Di tengah kelelahannya, Didi mendengar langkah kaki dan suara roda kayu yang beradu dengan tanah. Dia menoleh ke kanan. Wajahnya sedikit gembira. Suara itu semakin keras mendekat, tapi tak ada apapun yang mendekat. Lalu,</p>
<p>“Nak! Hati-hati! Jangan berhenti di tengah jalan!”</p>
<p>Sontak Didi kaget mendengar teriakan yang tepat berada di dekat telinganya. Ternyata ada lelaki tua yang naik gerobak sapi datang dari arah belakang.</p>
<p>“Kamu jangan menghalangi jalanku! Cepat menyingkir! Jangan berhenti di tengah jalan seperti itu! Minggir!”</p>
<p>Didi terperangah. Dia mematung.</p>
<p>“Tentukan langkahmu! Kalau ke kanan ya kanan. Kalau ke kiri ya kiri. Kalau mau balik segera balik. Kalau mau lurus jalan saja terus! Cepat minggir!”</p>
<p>“Iya, maaf pak.”</p>
<p>Didi menuntun motornya ke pinggir.</p>
<p>“Maaf pak, saya mau ta……”<br />
Lidah Didi kelu. Lelaki tua beserta gerobaknya menghilang. Hanya secarik kertas tertinggal. Didi membuka kertas itu perlahan. Dia mencoba mengendalikan ketakutannya.</p>
<p>“AKU lah yang kamu cari. Tentukan pilihanmu sekarang. Jangan berhenti di tengah jalan. Karena kemanapun kamu melangkah, pasti kamu akan menemukan-KU. AKU tahu apa yang ada di hatimu. Ingat, jangan pernah berhenti di persimpangan. Itu mengganggu perjalanan orang lain.”</p>
<p style="text-align: right;">Didik Wahyu K</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/goresan-senyum/di-perempatan-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mencintai Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-mencintai-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-mencintai-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 04:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[memaafkan]]></category>
		<category><![CDATA[mencintai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.senyumkita.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[
Sudahkah Anda mencintai diri sendiri? Sebagian dari kita mungkin sudah mencintainya diri mereka sampai batas tertentu. Namun tidak sedikit orang yang terlalu sibuk dengan aktifitasnya sehingga lupa dengan keadaan diri. Orang cenderung tidak menghargai diri mereka, padahal penggargaan diri sangat penting. Penghargaan diri merupakan dasar agar kita bisa bersyukur, memfokuskan kea rah positif dari diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/love-yourself.jpg"><img src="http://www.senyumkita.com/wp-content/uploads/2010/02/love-yourself-300x212.jpg" alt="" title="love yourself" width="300" height="212" class="aligncenter size-medium wp-image-156" /></a></p>
<p>Sudahkah Anda mencintai diri sendiri? Sebagian dari kita mungkin sudah mencintainya diri mereka sampai batas tertentu. Namun tidak sedikit orang yang terlalu sibuk dengan aktifitasnya sehingga lupa dengan keadaan diri. Orang cenderung tidak menghargai diri mereka, padahal penggargaan diri sangat penting. Penghargaan diri merupakan dasar agar kita bisa bersyukur, memfokuskan kea rah positif dari diri kita dan tetnunya bagaimana menghargai orang lain.<br />
Seperti halnya mencintai orang lain, mencintai diri sendiri juga harus dimulai dengna mengenal diri sendiri. Hal ini akan membantu Anda untuk lebih dekat dan bisa memenuhi keinginan Anda sebenarnya. Namun ketika Anda harus mencintai diri sendir, maka pertanyaannya adalah bagaimana Anda terus mengakui Anda apa adanya? Bagaimana Anda menghargai diri sendiri?. Berikut ini beberapa cara Agar Anda bisa mencintai diri sendiri :<br />
<strong>1.	Menerima diri apa adanya</strong><br />
Terimalah diri apa adanya. Penerimaah diri merupakan aspek penting agar kita bisa menghargai diri dan mencapai kepuasan diri. Saat Anda bisa menerima apa adanya, segala kelemahan yang ada bukanlah suatu hambatan. Anda tahu bahwa Anda mempunyai kelemahan, namun Anda sadar bahwa Anda juga mempunyai kelebihan. Anda tidak akan terjebak pada : bagaiman seharusnya Anda (bagaimana seharusnya penampilan Anda, bagaimana seharusnya Anda bertindak dll). Anda akan merasa damai dengan diri Anda karena Anda mampu melihat indahnya diri Anda.</p>
<p><strong>2.	Fokus pada kelebihan Anda.</strong><br />
Fokuslah pada hal positif pada diri Anda. singkirkan segala kritik yang datang dalam diri Anda. sebagian orang lebih memberikan perhatian pada kelemahan-kelemahan mereka. Hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Fokuslah pada kekuatan yagn Anda miliki. Hal ini akan membuat Anda lebih produktif, bekerja dengan efektif dan puas terhadap apa yang Anda lakukan. dan saat Anda bisa mengalihkan perhatian pada kekuatan Anda, maka hal ini akan mengurangi ketakutan Anda terhadap kelemahan yang Anda milki. </p>
<p><strong>3.	Kencan dengan diri Anda sendiri</strong><br />
Rayakanlah capaian yang Anda peroleh. Buatlah suatu hari atau waktu yang khusus untuk diri Anda. buat perencanaan apa yang ingin Anda berikan pada diri Anda. buang segala hal yang menggangu diri Anda (matikan handphone).jangan lupa komunikasikan hal tersebut kepada orang lain, sehingga semua orang bisa memahami.  Ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk memberikan kado special bagi diri Anda sendiri.</p>
<p><strong><a href="http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/6-cara-memaafkan-diri-sendiri/">4.	Maafkan diri Anda</a></strong><br />
Salah satu ganjalan terbesar untuk mencintai diri adalah tidak bisa memaafkan diri. Kesalahan masa lalu akan mempengaruhi penilaian terhadap diri sendiri. Anda merasa tidak pantas mencintai diri Anda. namun ketika kita mulai memaafkan diri, maka Anda akan mulai bisa mencintai diri Anda apa adanya.</p>
<p><strong>5.	Belajar dari orang lain.</strong><br />
Ambil pelajaran dari orang lain yang tidak seberuntung Anda. masih banyak orang mempunyai kekurangan daripada. Hal ini akan membantu anda mensyukuri apa yang Anda miliki. Kekurangan yang Anda miliki bisa jadi dimilki oleh orang lain juga, bahkan orang lain lebih kurang dari Anda. Anda juga akan melihat ternyata kekuatan yang dimiliki ternyata tidak miliki oleh orang lain. Tentunya hal ini bisa memacu kita untuk mengembangkannya lebih baik lagi.</p>
<p><strong>6.	Mencintai sepanjang waktu</strong><br />
“Rawatlah cinta Anda” sepanjang waktu dan keadaan. Anda harus bisa memuji kesuksesan Anda tapi juga mengakui kegagalan yang Anda capai. Saat Anda bisa menerima kegagalan, Anda akan belajar bahwa kegagalan itu tidak mengapa bagi diri Anda. Anda perlu bersikap baik pada diri Anda ketika mengalami kegagalan. Hal ini akan menguatkan diri Anda untuk terus berusaha dan berbuat lebih baik lagi.</p>
<p>(Dwi Wahyu AN)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-mencintai-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
