Arti Seorang Sahabat yang Baru Ku Ketahui

July 17, 2010

Goresan Senyum

Di suatu siang aku mendapat sms dari teman lama aku untuk memastikan kedatangan aku ke pesta pernikahannya di luar kota. Sayangnya, aku tidak bisa datang karena kendala transportasi dan biaya hidup beberapa hari disana. Padahal dia sangat mengharapkan aku datang. Dia pun bercerita bahwa pernikahannya sudah dirancang secara matang sesuai dengan impian dia selama ini yang selalu dia ceritakan kepada aku. Aku pun terus menyesal mendengar ceritanya sampai akhirnya aku pun menangis.

Aku dan dia bersahabat sejak diawal kuliah sampai diakhir kuliah sekarang ini. Banyak cerita diantara kami berdua. Dari yang senang, penuh makna, kegilaan, benci sampai sedih. Walaupun kami nampak akrab, kami pun juga pernah berselisih paham karena suatu masalah yang menyebabkan kami saling tidak berbicara sampai jangka waktu yang lama. Teman-teman yang lain pun kaget melihat kami tidak seakrab yang dulu. Tanda Tanya tersirat dari muka teman-teman tetapi saya diamkan dengan seribu bahasa.

Untungnya diakhir kuliah ini hubungan kami semakin membaik. Memang, tidak baik terlalu mementingkan ego pribadi, yang ada, kami malah semakin bermusuhan dan melunturkan cerita-cerita indah yang pernah kami bangun. Yah.. gong atau penyadar utama bagi saya adalah ketika dia akan menikah dan setelah itu baru ku ketahui kalau dia akan ikut suami ke luar negeri sampai jangka waktu yang tidak ditentukan. Menangis aku, hati ini begitu terperih mendengar kabar itu. Yang ada adalah seandainya dan seandainya.. aku dulu selalu baik padanya. Mengapa  dulu tidak merasakan dan menikmati detik-detik berada disamping dia dengan luluconnya dan kata-kata bijak yang selalu keluar dari mulutnya. Tetapi tak apa lah, selama dia bahagia dengan pilihannya nanti, selama dia bisa mendapatkan banyak pelajaran dari hidupnya disana. Aku pun senang dan selalu berdoa untuk kebahagiaan dia, selamanya.

Hal yang berbeda terjadi sebaliknya. Yah.. memang aku bukan juru cinta yang dapat menaklukkan banyak lelaki. Bahkan tidak jarang aku disakiti oleh lelaki. Ya.. dari cinta bertepuk sebelah tangan, putus cinta sampai disakiti laki-laki. Hampir semua air mata ku habis dan ku korbankan untuk mereka. Sia-sia memang karena mereka pun sampai saat ini tidak mengerti sedikit pun tentang rasa yang selalu aku pendam kepada mereka. Karena kesia-sian tersebut baru aku sadar ternyata lebih lega menghabiskan air mata ini untuk sahabat. Dengan sahabat, bagi aku adalah kasih sayang, bukan cinta yang membutakan. Sahabat bagi aku tulus, setia dan dapat menjadi tempat mengeluarkan segala unek-unek. Berbeda dengan laki-laki yang secara psikologi ternyata memiliki perbedaan dengan wanita. Maka perlu memahami mereka lebih rumit. Yah.. lebih rumit dan tidak jarang membuat aku pusing. Celakanya aku baru sadar, pusing yang aku sering alami dulu karena selalu memikirkan laki-laki yang berada hanya dibayangan ku saja.

Melalui artikel ini, aku berterima kasih kepada teman-teman ku terutama sahabat aku yang selalui membantu aku menjadi orang yang lebih baik. Jika digambarkan, aku ini sebuah gelas dan mereka ada air yang selalu saling melengkapi untuk diminum oleh manusia yang dapat mengurangi dahaga mereka dan membuat mereka lebih sehat.

Kalau soal lelaki sekarang aku tidak terlalu memikirkan. Ya.. seperti yang diceritakan sebelumnya, aku bukan lah seorang juru cinta yang dapat menalukkan banyak lelaki. Toh, pada akhirnya kita akan mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kita. Jodoh juga tidak kemana kan? Asalkan kita tidak menyakiti sesama. InsyaAllah, Tuhan akan memberikan kekuatan yang tak terkira untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Dan terakhir dari saya, “Ternyata memang benar, air mata seorang sahabat itu lebih berharga, lebih menyentuh hati, lebih hebat dibandingkan air mata untuk pacar atau laki-laki yang kita sukai.”

Arin A

Related posts:

  1. Keakraban di Orientasi Pejuang Senyum yang Baru
  2. Senyum Seorang Ibu Juru Parkir
  3. Menciptakan Kerja Sama yang Solid
  4. Keingintahuan Mengantar Pras menjadi Seorang Programmer
  5. Ini belum Isya, Mba

About @dwarifn

Dwi Wahyu Arif Nugroho adalah lulusan Fakultas Psikologi UGM. Aktif selama kuliah dalam berbagai kegiatan dan komunitas. Sekarang memilih menjadi Social Entrepreneur sebagai jalan hidupnya. Selain sebagai Founder Senyum Community (@senyumkita) juga aktif dalam komunitas TDA Jogja. Arif menaruh minat dalam Self Development, Passion+Happinnes, Social Entrepreneuship (Social Innovation) dan Social Media Marketing. Bisa dikontak via email: dwan@senyumkita.com atau twiter : @dwarifn

View all posts by @dwarifn

Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

One Response to “Arti Seorang Sahabat yang Baru Ku Ketahui”

  1. Arief Says:

    Sahabat adalah teman berbagii…
    teman yg selalu melengkapi…

    [Reply]

Leave a Reply

Premium Wordpress Themes