Banyak cara yang bisa mahasiswa lakukan untuk mengisi waktu. Salah satunya adalah bekerja paruh waktu.
Selain kuliah, beberapa mahasiswa mengisi waktunya dengan berkegiatan di luar kampus. Bekerja adalah salah satu pilihan yang diambil oleh sekian banyak mahasiswa. Bekerja part time, itulah sebutan pekerjaan mahasiswa yang mempunyai tugas utama kuliah. Pekerjaan paruh waktu (part time job) bukanlah pekerjaan utama, biasanya jam kerjanya kurang dari jam kerja normal (40-48 jam dalam sepekan). Sedangkan jika mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS), pekerja paruh waktu bekerja di bawah 35 jam sepekan. Biasanya bekerja part time memerlukan waktu 4-6 jam dalam satu shift.
Banyak pekerjaan yang bisa dilakoni para mahasiswa. Biasanya para pencari tenaga part time memajang iklan lowongannya di papan pengumuman kampus maupun di koran lokal. Bahkan beberapa perusahaan khusus membuka lowongan kepada mahasiswa secara rutin. Tempat yang biasanya menjadi sasaran mahasiswa untuk bekerja part time di antaranya adalah stasiun radio, restoran siap saji, warnet, game center, rental VCD, bimbingan belajar, dan beberapa perusahaan event organizer yang membutuhkan tenaga dadakan sebagai Laiaison Officer (LO) dan Sales Promotion Girl (SPG).
Meski tetap disebut part time, karena pekerjaan hanyalah sambilan kuliah, banyak mahasiswa yang bekerja full time mengikuti aturan 40-48 jam seminggu. Kelompok ini biasanya menyasar tempat kerja yang memang tidak menyediakan lowongan part time, melainkan hanya full time. “Ya, saya dari semester 4 bekerja full time 8 jam sehari selepas kuliah,” aku Angel, mahasiswi UGM Yogyakarta semester 8 ini. Tidak hanya di Yogya, di kota lain pun bekerja part time menjadi trend tersendiri. “Aku bekerja buat mengisi waktu, cari pengalaman, dan uang saku pastinya,” aku Akbar, mahasiswa UNM.
Memang, pekerjaan paruh waktu menawarkan banyak keuntungan. Mahasiswa yang mencari kegiatan di sela-sela kuliah, di lain sisi perusahaan membutuhkan tenaga yang fresh dan lincah. Selain menjadi pengisi waktu luang, pekerjaan paruh waktu mengajarkan tanggung jawab kepada mahasiswa. Lebih lanjut, karena selain bekerja mereka harus bergelut dengan tugas-tugas kuliah juga, maka secara tidak langsung mahasiswa yang bekerja akan belajar manajemen waktu. Tidak ketinggalan, mahasiswa yang bekerja mendapatkan uang saku untuk sekadar jajan. “Daripada minta orang tua terus, malu,” imbuh Angel.
Meski banyak peminat, ada konsekuensi yang harus dibayar mahasiswa yang bekerja. Meski mendapatkan teman baru, pekerjaan praktis mengurangi waktu mereka berinteraksi di kampus dan kos. “Aku jadi kurang dekat dengan teman kampus, karena memang aku sangat sibuk bekerja,” aku Rini, yang menjadi guru les di berbagai tempat sekaligus. Kuliah, jelas menjadi tantangan tersendiri. Mereka yang bekerja harus menyelaraskan jadwal kerja dengan kuliah, juga menyisihkan waktu untuk mengerjakan tugas kuliah. “Aku pulang kerja jam 10 malem, habis itu biasanya mengerjakan tugas. Bisa sampai jam 12 malem atau jam 2 pagi,” aku Angel.
Tak bisa dipungkiri, bekerja paruh waktu telah menjadi fenomena tersendiri di dunia mahasiswa. Membawa manfaat juga konsekuensi, itu sudah pasti. Tinggal bagaimana komitmen kita, jangan sampai kuliah membuat kita tidak profesional bekerja, sebaliknya, jangan sampai pekerjaan mengganggu kuliah yang menjadi tujuan utama kita.
(Yuwan Y.R)
Related posts:











March 29, 2010 at 8:30 am
kalau saya berdagang paruh waktu he he
[Reply]
March 29, 2010 at 8:31 am
ada informsi part time g y??
[Reply]
March 29, 2010 at 8:43 am
Partime mmg byk manfaatny kq..
Saya sndiri sudah 2 thun partime d kdai digital..
Yg ptg kuliah ttep utama..
[Reply]
April 1, 2010 at 11:34 pm
mending partime daripada kupu-kupu
(kuliah pulang ….2X)
heheheh
[Reply]
April 2, 2010 at 5:22 pm
hmm… part time aku belum pernah nyoba je… keasyikan ikut organisasi sana-sini… paling2 ngelesi… eh itu part time juga ding
[Reply]
April 14, 2010 at 7:47 am
yang materi kuliahnya gak berat2 banget enak yah. hehe, kasihan yang materi kuliahnya berat, belum tentu kelar dikerjain tanpa part-time, ditambah part-time, wah2,,, hehe.
[Reply]
April 26, 2010 at 10:05 am
part time job..sesuatu yg aku bayangkan sebelum masuk kuliah..tp mpe sekarang ga pernah ngelakoni.
pernah nyoba sekali si, jd penerjemah. berasa capek coz kayak ngerjain tgs seabrek. tp seneng dpt uang sendiri..
[Reply]
April 27, 2010 at 10:15 am
durung pernah partime, tapi pernah jualan lumyan untung 300rb dari pada seharian jaga kafe cuman dpt 30rb, tapi knalan ne ti22k je
[Reply]
June 24, 2010 at 12:54 pm
pernah nyoba,,,n asyik bget…
tp pas pndah kota jd bingung mu part time apaan
[Reply]
January 6, 2011 at 3:51 pm
hmm.. saya bersyukur bisa part-time. tapi memang lebih banyak dapet duit melalui dagang! mari berdagang….
[Reply]
February 20, 2011 at 4:57 am
boleh dong infonya.. klw ada yg twu untuk partime daerah dijakarta timur.. mksih
[Reply]
April 14, 2011 at 1:24 am
wah iya, partime biasanya jadi salah satu alternatif buat yang nambah uang saku soalnya,
tapi kadang aq masih bingung, kebanyakan mahasiswa memilih partime berdasarkan apa ya? upah nya,minatnya(sesuai sama jurusan kuliahnya mungkin, atau engga)?
[Reply]