Hobi juga bisa mejadi Hoki

April 28, 2011

Kabar Senyum

Berawal dari bakpao ungu yang dihidangkan anak PA Al Quduus pada acara yang diselenggarakan Senyum Community. Tidak ada yang mengira kalau bakpao ungu tersebut dibuat sendiri oleh anak panti yang ternyata terbuat dari ubi yang berwarna ungu, sehingga menghasilkan warna ungu menarik dan rasa yang tidak kalah nikmat. Pejuang Senyum melihat adanya indikasi bakat minat anak panti yang perlu dikembangkan. Untuk itu dicetuskanlah satu program kewirausahaan workshop entrepreneurship yang bertujuan untuk menjembatani anak panti dalam menemukan bakat dan mengembangkan hobi mereka, serta menanamkan jiwa entrepreneurship sejak dini. Diharapkan dengan adanya program ini, akan tercipta mental kuat dan jiwa mandiri para anak PA Al Quduus terutama dalam berwirausaha.

Program ini dilaksanakan secara bertahap selama beberapa bulan. Diawali dengan program sosialisasi dan motivasi berwirausaha. Dilanjutkan program pengembangan minat dan bakat atau pelatihan entrepreneurship, akan diadakan pula wisata kewirausahan dan creative workshop untuk memberikan gambaran real. Terakhir diselenggarakan program start-up dan mentoring kewirausahaan selama lima bulan yang bermaksud agar ada bukti nyata perkembangan kemampuan berwirausaha anak PA Al Quduus serta bisa menjadi tolak ukur program kewirausahaan yang akan diadakan di panti asuhan lainnya.

“Entrepreneur adalah seorang yang mampu melihat hal lama dengan cara pandang baru” tutur Nadiyah (pemilik Tamimi Box) dalam presentasinya. Berwirausaha tidak selalu dikatakan entrepreneur saat tidak mau belajar hal-hal baru, saat tidak mau memiliki pola pikir dan cara pandang baru. Entrepreneur mampu mengembangkan hobi menjadi hoki, melihat peluang, mengembangkan jaringan dan menyadari bahwa modal utamanya adalah diri sendiri.

“Bagaimana mengembangkan hobi dan bakat menjadi suatu usaha, sedangkan fasilitas tidak dimiliki?” Pertanyaan menarik dari puput (anak PA Al Quduus).  Nadiyah sebagai pemateri saat itu menjawab dengan lugas bahwa untuk menyalurkan hobi menjadi usaha tidak harus menunggu fasilitas. Karena hobi tidak tergantung pada fasilitas, hobi ada di dalam jiwa setiap individu. Mengembangkan hobi bisa dilakukan dimana saja dan menggunakan apa saja, ibaratnya tak ada rotan akar pun jadi. Misalnya hobi melukis bisa dikembangkan dengan pensil atau pena yang dimiliki, tanpa harus menunggu kanvas dan cat untuk melukis. Pertanyaan lain berasal dari Jemi “bagaimana kalo hobi dan cita-cita saya berbeda?”. Mba’nad kembali menuturkan bahwa hobi bisa dikorelasikan dengan cita-cita atau mimpi, disinilah letak kekreativan diuji. Seseorang yang hobi menulis dan bercita-cita menjadi psikolog, bisa menulis buku-buku tentang psikologi. Contoh lain seseorang yang hobi menjahit padahal cita-citanya dokter, bisa menjahit pasiennya.:-D

Banyaknya pertanyaan yang bermunculan menunjukan keantusiasan anak panti dalam menjalankan program kewirausaahan ini, meski ada beberapa yang kurang tertarik. Untuk itu Pejuang Senyum menyeleksi dan memilih beberapa anak panti yang sekiranya memiliki kemauan dan motivasi tinggi dalam berwirausaha. Karena kedepannya diharapkan orang-orang terpilih ini akan tetap bersemangat menjalankan runtunan program dan memiliki tanggung jawab penuh atas apa yang diamanahi. Selanjutnya saat mereka harus memakan nikmatnya nutrisi hidup berupa kegagalan, kerugian dan kekecewaan, mereka akan mampu berjuang, tidak putus asa dan kembali ke tekad awal.

 

(Semi)

Related posts:

  1. Rahasia Mengubah Hobi Menjadi Rejeki
  2. Tahukah Anda, bahwa Anda juga bisa bergabung untuk mengubah dunia?
  3. Anak Panti Juga Mampu Menjadi Fasilitator Anak Korban Merapi
  4. Senyumku Senyummu Juga
  5. Senyuman (Senyum Pemuda Mandiri) 2011
, , , , ,

About @dwarifn

Dwi Wahyu Arif Nugroho adalah lulusan Fakultas Psikologi UGM. Aktif selama kuliah dalam berbagai kegiatan dan komunitas. Sekarang memilih menjadi Social Entrepreneur sebagai jalan hidupnya. Selain sebagai Founder Senyum Community (@senyumkita) juga aktif dalam komunitas TDA Jogja. Arif menaruh minat dalam Self Development, Passion+Happinnes, Social Entrepreneuship (Social Innovation) dan Social Media Marketing. Bisa dikontak via email: dwan@senyumkita.com atau twiter : @dwarifn

View all posts by @dwarifn

No comments yet.

Leave a Reply

Premium Wordpress Themes