Keberadaan Senyum Community kembali menarik media massa lokal Yogyakarta, Koran Merapi Pembaruan, untuk memuat profil dan aktivitas Senyum Community. Termuat di halaman 4 kolom Komunitas pada edisi Minggu Pahing, 18 Juli 2010, Senyum Community membuktikan eksistensinya sebagai komunitas generasi muda penebar ‘virus senyum’.
Berikut ini kutipan dari Koran Merapi Pembaruan, untuk kamu yang belum sempat membacanya di edisi hariannya.
Koran Merapi Pembaruan, Minggu Pahing 18 Juli 2010
Tebarkan Senyum untuk Generasi Muda
‘Ada satu hal di kehidupan ini yang sangat sederhana namun memberi makna dalam bagi semua orang. Ya, tersenyumlah. Senyum dianggap mampu mengubah rasa sedih menjadi bahagia, dan kesulitanpun niscaya terasa mudah berlalu. Sebuah komunitas di Yogyakarta bernama Komunitas Senyum selama satu tahun ini mencoba menebarkan senyum ke masyarakat khususnya untuk generasi muda. ‘
Komunitas
Komunitas Senyum yang lahir tahun 2009 ini merupakan komunitas dari sejumlah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Peduli ke sesama dengan senyum dan menginspirasi orang lain untuk tersenyum menjadi salah satu misi komunitas ini. Gerakan mereka banyak membidik target kaum muda agar lebih bersemangat menyongsong masa depannya.
“sesuatu yang simpel dan sederhana tapi mempunyai makna lebih adalah senyum. Karena dengan senyum bisa melakukan perubahan kea rah positif. Kami percaya dengan senyum kita bisa mengubah dunia menjadi lebih baik,” kata Dwi Wahyu Arif Nugroho, penggagas Komunitas Senyum saat berbincang dengan Merapi di rumahnya kawasan Perumahan Nitikan Baru Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta belum lama ini.
Cara komunitas ini menebarkan senyum dilakukan dalam bentuk pendampingan, konsultasi pribadi, pelatihan motivasi dan pemberdayaan. Hal ini dikarenakan latar belakang kemampuan psikologi yang dimiliki anggotanya. Sejauh ini kegiatan mereka diadakan di sekolah wilayah Sleman dan sejumlah panti asuhan.
Jiwa Labil
Menurut Arif, generasi muda masih memiliki jiwa yang labil. Mereka menghadapi masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa dan menjalani masa pencarian jati diri. Dengan jiwa yang masih labil, membuat mudah rentan ketika menghadapi masalah besar. Bukan hanya generasi muda yang hidup didampingi keluarga yang membutuhkannya, anak muda yang hidup di panti asuhan pun juga memerlukannya.
“Jiwa anak muda yang labil harus diperhatikan dan di arahkan, sehingga mereka bisa menghadapi hidup dengan senyum optimis. Selain itu juga perlu berdayakan ke kegiatan positif agar bermanfaat bagi masyarakat,” terang alumni mahasiswa Psikologi UGM itu.
Kegiatan rutin yang dilakukan komunitas ini adalah mengadakan pendampingan dan konsultasi dengan anak-anak Panti Asuhan. Pemberdayaan misalnya dengan pelatihan membuat kerajinan tas. Memberikan fasilitas bahan, cara membuat dan memasarkan produk mereka. Salah satu panti yang rutin menjadi bagian dari kegiatan mereka adalah Panti Asuhan Nurul Yasmin di daerah Sleman. Sejumlah sekolah yang pernah mereka gandeng antara lain SMPN 2 dan 3 Ngaglik Sleman dan SMKN 1 Sayegan.
Dalam penyelenggaraan kegiatan, menggunakan dana dari hasil unit usaha dari Komunitas Senyum dan beberapa donatur dan sponsor yang mendukung gerakan senyum. Sehingga, tidak ada biaya yang dikeluarkan generasi muda yang menjadi target pendampingan komunitas ini.
Sampai saat ini jumlah keanggotaan yang mendukung ada ratusan yang tercatat di blog. Sedangkan untuk yang aktif berkumpul ada sekitar 50an dan sebagian besar masih mahasiswa. Biasanya mereka berkumpul di seputaran kampus UGM di balairung, gelanggang, atau perpustakaan.
“Harapannya ke depan Komunitas Senyum bisa berkembang dan meluas di berbagai daerah. Selain itu visi misi untuk menginspirasi, memberdayakan generasi muda menjadi terdidik, pro aktif dan mandiri bisa tercapai,” tandas Arif. (Tri Darmiyati)
Related posts:












July 19, 2010 at 7:45 pm
Sip, mantab gan … Pertamax b^^
[Reply]
July 20, 2010 at 8:03 am
like this
[Reply]
July 24, 2010 at 8:09 am
Komunitas ini 5 tahun lagi Insya Alloh akan melebarkan sayapnya lebih luas lagi. Pernah saya naik kereta dari jakarta ke Jogja. Lalu saya ngobrol dengan teman sebangku yang tidak saya kenal. Dia orang Boyolali yang kerja di Jakarta. Dan ketika saya cerita ttg Senyum Community, dia tahu lho dari internet. jadi, rapatkan barisan & teruslah bergerak. ^ ^
[Reply]
Gugus Reply:
August 8th, 2010 at 11:27 am
Alhamdulillah, berarti pilihan untuk hijrah ke media online untuk menyebarkan informasi Senyum Community sudah seperti harapan kita bersama untuk memajukan Senyum Community.
Kita tunggu dukungan kalian semua untuk media online senyumkita.com ini
[Reply]
September 16, 2010 at 5:04 pm
Terus smangdah senyum dan berbagi!!!
[Reply]