Sabtu (27/3), pengurus baru Senyum Community periode 2010 akhirnya terbentuk. Pagi itu jarum jam menunjukkan pukul 09.30 WIB, selasar sayap utara gedung pusat (Balairung) UGM telah dihadiri oleh anggota Senyum Community. Ada apa gerangan? Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata sedang dilangsungkan sebuah perhelatan akbar, penetapan anggota baru Senyum Community. Moment musyawarah anggota (musyang) yang bersejarah ini diikuti dengan acara ramah tamah.
Dengan mengusung tema Menuju Senyum Community yang lebih professional, bertanggungjawab dan bermanfaat, musyang kali ini telah berhasil merevitalisasi pengurus dan anggotanya. Hasil revitalisasi itu akan kami uraikan dalam tulisan berikut ini.
Manajemen Inti terdiri dari Dwi Wahyu Arif Nugroho, Muhaimin, Tri Utomo, dan Farid. T-Smile terdiri dari Rifki, Yudistira Saptoaji, Aji Nur Fahmi, dan Widyatmoko CH, Octa, Wita, Ani. Tim Media terdiri dari Yuwan Yucanidia, Zen Muhammad Alfaruq, Rita Pamikia, Galuh, Dyan Sulistyaningsih, Reza Armanda, dan Gugus Almi Sakti. Kontributor terdiri dari Didik, Fajar, dan kawan-kawan.
Tim baru Senyum Community merupakan kumpulan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan Universitas sehingga diharapkan semakin menambah keragaman dan kerukunan komunitas ini. Mereka berasal dari Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Setidaknya 11 orang hadir pada acara ini.
Fajar, selaku kontributor tim media Senyum menuturkan bahwa kita harus pantang menyerah dalam menulis. Walaupun tidak dimuat dalam web senyum, hendaknya semangat menulis itu tidak luntur. “Saya tahu bahwa tidak semua tulisan yang masuk ke tim redaksi dapat dimuat oleh senyum kita.. Akan tetapi, saya salut dengan relawan yang terus mengirimkan tulisan untuk senyum, entah itu akan dimuat atau tidak,” paparnya. Sebenarnya tim media tidak membatasi siapa dan apa yang ditulis di SenyumKita.com, asal sesuai dengan visi dan misi dari Senyum Community serta lolos seleksi editor SenyumKita.com.
Perihal status tim media sendiri, seperti yang ditanyakan oleh Rita, Dwi Wahyu Arif Nugroho, founder Senyum Community menjelaskan bahwa sebelum tercatat menjadi tim media, dapat dikategorikan sebagai magang, karena belum diadakan revitalisasi pengurus secara resmi.
Selain tim media, hadir juga T-Smile Team. Disinggung mengenai kegiatan T-Smile, Rifky menjelaskan kepada SenyumKita.com tentang kegiatan dari T-Smile. “Kami mengadakan pelatihan baik indoor maupun outdoor,” kata mahasiswa Psikologi UII 2006 ini. Pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan pengembangan diri, misalnya pelatihan hypnotherapy, bimbingan belajar, dan lainnya.
Sementara itu, Farid, salah satu manajemen inti Senyum Community, menyatakan bahwa pekerjaannya di Senyum adalah paluganda (apa yang lu mau, guwa ada). “Kalau teman- teman butuh sesuatu, apapun itu, bisa menghubungi saya,” tutur Farid. “Benar-benar multifungsi,” celoteh salah seorang anggota Senyum Community.
Tim Senyum juga membahas target ke depan, rencana terdekat dan terdepan Senyum kali ini adalah pengembangan program dan pengembangan jejaring. ‘Pejuang Senyum dan Senang’ menjadi agenda awal bagi pengembangan Senyum. ‘Pejuang Senyum’ bertujuan untuk mengumpulkan kaum muda agar lebih peduli dengan permasalahan dan potensi di sekitarnya. Agar mereka lebih terlibat secara aktif untuk berbagi sekaligus mengembangkan potensi mereka. Sementara itu, program ‘Senang’ sementara ini sedang dalam tahap penggodokan. Salah satu agendanya adalah membuat perpustakaan umum serta pengembangan perpustakaan yang telah ada di panti asuhan dan rumah singgah.
Sementara itu, pengembangan jejaring dilakukan dengan bekerja sama dengan organisasi-organisasi atau komunitas sosial lainnya. Tim Senyum juga tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan atau lembaga lain yang ingin menjadi donatur. 24 April 2010 menjadi target soft launching program ‘Senang’.
Sebagai penutup, anggota Senyum Community diminta menuliskan lembaga-lembaga yang sekiranya dapat dan layak untuk bekerja sama, menjadi target peserta training, maupun untuk diliput. Kolong Tangga, Cakruk Pintar, Balairung Press, Sintesa, Koalisi Perempuan Indonesia, serta Jogja Mural Forum menjadi bahan pertimbangan para anggota Senyum Community untuk sementara ini.
(Dyan Sulistyaningsih)
Related posts:











April 6, 2010 at 2:41 pm
mantap…sip….
[Reply]
April 9, 2010 at 6:25 pm
Good Job, akhirnya ada regenerasi seperti harapan para pendahulu, he3 Tetap dukung dari arah manapun buat SC! Cayo
[Reply]
April 12, 2010 at 5:29 pm
Generasi tua pada komen… ikutan ah….
masih teringat pahitnya membangun SC dari mula sekali…
forum pertama…
training pertama…
musyang pertama…
media pertama…
dan jualan baju pertama kali……..
ayo… Lanjut Gan !!!
[Reply]
April 15, 2010 at 2:43 am
generasi muda juga tak mau ketinggalan angkat bicara.. Maju Senyum!!!
[Reply]