Salam kenal. saya salah satu anggota baru senyum community. saya ingin
bertanya tentang masalah psikology yang saya hadapi.
saya seorang pemikir. waktu sekolah (kira2 SMP kls 3 sampai SMA) saya suka
berpikir masa depan dunia bila penduduk sudah sangat banyak sementara sumber
daya alam sudah semakin sedikit dan banyak yang rusak. sehingga saya peduli
dengan isu-isu yang menyangkut masalah pertanian dan lingkungan. dari situ
saya mendapat sebuah cita-cita ingin berkancah dalam dunia pertanian atau
lingkungan.
untuk mewujudkan cita-cita yang sudah saya tetapkan, saya pun berusaha masuk
kuliah jurusan pertanian. dan alhamdulillah saya diterima di S1 Hortikultura
IPB. memiliki cita-cita yang ingin diraih bagi saya saat itu merupakan suatu
kehidupan baru yang luar biasa. semangat saya berapi-api. dan teman-teman
saya mengenal saya sebagai orang yang selalu semangat. dari semangat itulah
saya selalu optimis, kreatif, inovatif, ceria dan percaya diri. sehingga
saya bisa melalui masa-masa kuliah saya dengan terang-benderang. saya
menjadi orang yang berbeda dengan saat saya di sekolah dulu.
waktu saya sekolah (SMP-SMA kls 2) saya seorang yang takut berkomunikasi
dengan orang lain karena saya takut salah di hadapan orang lain. ketika saya
melakukan kontak dengan orang lain dan setelah itu saya merasa kurang puas
dengan komunikasi yang saya lakukan, setelahnya saya jadi memikirkan
komunikasi tersebut dan menghayalkan seharusnya begini atau begitu. atau
saya menerka masa depan akan terjadi komunikasi dengan seseorang yang begini
atau begitu dan saya menghayalkannya. kebiasaan inilah yang membuat sebagian
besar “masa sekarang” saya menjadi rusak. saya menjadi sangat-sangat
ceroboh, pelupa dan tidak teliti.
dengan memikirkan kesalahan di masa lalu maka saya menjadi seorang penyesal
dan memikirkan hal yang buruk di masa depan menjadikan saya seorang penakut.
saat sedang menggebu-gebunya mengejar mimpi saya. sifat penakut dengan masa
depan saya muncul. saat itu saya telah melanjutkan ke jenjang S2 di IPB
Arsitektur Lanskap. saya sangat bersemangat memerangi isu “Global Warming”.
saya ingin menjadi seorang Arsitek Lanskap yang bisa menata lingkungan yang
lestari alam dan nyaman bagi kehidupan manusia. saya pun bermimpi bisa
belajar ke Jepang. dan akhirnya saya mendapat kesempatan penelitian di
jepang tentang global warming. Namun…sayang sekali. saya malah… MUNDUR.
saya mundur…keluar dari S2 IPB. karena…saya TAKUT.
1. Saya TAKUT sifat ceroboh dan tidak teliti saya membuat penelitian itu
GAGAL.
2. Saya TAKUT tinggal di negara asing dan sendirian.
3. Saya TAKUT presentasi dengan bahasa inggris bila ada kejadian seperti itu
di masa depan.
4. Saya TAKUT orang tua saya lebih membutuhkan dana (uang) daripada untuk S2
saya karena bapak saya menderita sakit Jantung dan ibu saya menderita
penyakit persendian.
5. Saya TAKUT walau sudah selesai S2 saya tak dapat pekerjaan yang sesuai
dengan yang saya harapkan.
6. Saya TAKUT pekerjaan saya justru malah merusak lingkungan.
7. Saya TAKUT walau saya telah menyelesaikan studi S2, saya tetap TIDAK
BISA.
pemikiran saya yang ke-7 membuat saya hingga saat ini menjadi orang yang tak
bisa apa-apa. S1 telah saya lalui tetapi saya tak ada bedanya dengan anak
SMA bahkan SMP. di dalam pikiran saya selalu ada rasa SESAL dan rasa TAKUT.
Menyesal karena telah menghilangkan cita-cita saya yang begitu berharga dan
takut melangkah karena kejadian serupa akan terulang kembali.
karena semua hal itu…sakarang saya sangat sering melamun (penyesalan,
pikiran negatif tentang masa depan, khayalan mimpi saya dulu, menerka
komunikasi2 yang mungkin terjadi di masa depan), pendiam, pesimis,
antisosial dgn teman2 saya, malas, tidak ada semangat, jarang tersenyum,
banyak menyusahkan orang (terutama karena ceroboh), mudah menangis.
Adakah suatu cara penyembuhan untuk mengatasi masalah pemikiran saya yang
seperti itu? perlukah saya ke Psikiater?
saya benar-benar ingin bisa bangkit lagi dari keadaan ini dan bisa hidup
lebih baik lagi dengan semangat saya yang baru. agar saya bisa hidup berguna
bagi orang lain.
Terima Kasih,
Putri Jasari Dona
Hai Putri…
Setiap orang pasti memiliki rasa cemas dalam dirinya.
Kecemasan dan ketakutan pada tingkat tertentu sangatlah wajar karena dapat
membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada dalam bertindak. Tetapi akan
menjadi masalah apabila rasa itu muncul secara berlebihan.
Rasa takut berlebihan yang
dirasakan Putri mengarah pada gejalacreeping anxiety disorder(CAD)
yaitu suatu kecemasan akan masa depan. Kegagalan Putri dalam
mencapai impian yang sudah terencanakan sejak lama menyebabkan Putri mengalami
konflik dalam diri sendiri. Hal ini membuat Putri semakin pesimis dalam
memandang masa depan. Pribadi Putri yang cenderung perfeksionis membuat Putri
semakin frustasi. Stress yang berkepanjangan ini bisa menimbulkan depresi.
Beberapa ciri-ciri orang yang mengalami depresi adalah:
- Merasa sedih / hampa
- Lebih banyak termenung/ menangis
- Kehilangan minat, tidak bersemangat melakukan aktivitas
- Perasaan bersalah yang berlebihan
- Merasa dirinya tidak berguna
- Kurang bisa konsentrasi
- Acuh terhadap orang disekitarnya, menutup diri
- Nafsu makan menurun, susah tidur
Seseorang yang mengalami depresi, ia akan kehilangan kendali atas
dirinya sendiri. Terdapat pemikiran-pemikiran yang salah dalam memandang suatu
masalah sehingga mempengaruhi perasaannya. Saat Putri sudah tidak
bisa lagi menangani masalah yang muncul dalam
diri sendiri, Putri membutuhkan bantuan tenaga profesional (Psikolog), agar
mendapatkan penanganan yang tepat.
Mulailah bersikaplah realistis karena kunci kesuksesan masa depan
adalah apa yang Putri lakukan saat ini. Segeralah bangkit dari kegagalan yang
pernah Putri alami dengan selalu berpikir positif dan rasional melawan
pikiran-pikiran negatif yang setiap kali muncul. Terus menyalahkan
diri sendiri semakin membuat Putri menjadi tidak
berharga. Segeralah susun ulang rencana jangka pendek dan jangkan panjang yang
bisa dilakukan agar Putri tidak berlarut-larut menyesali masa lalu.
Berbagi masalah dengan orang yang Putri percayai juga bisa membantu perasaan
Purti menjadi lebih nyaman dan ringan. Putri bisa mulai melakukan
kegiatan-kegiatan yang membuat Putri senang misalnya berolahraga,
nonton film, atau ikut dalam aktivitas sosial. Saat
merasa tertekan atau cemas, Putri bisa latihan relaksasi yaitu dengan menutup
mata dan menarik nafas perlahan-lahan lalu melepaskannya. Kemudian membayangkan
saat-saat yang menyenangkan sampai Putri merasa rileks.
Segeralah Putri mengambil sikap dan tidakan!
Related posts:











September 23, 2010 at 1:06 pm
sangat mirip seperti yg saya alami, terutama
“waktu saya sekolah (SMP-SMA kls 2) saya seorang yang takut berkomunikasi
dengan orang lain karena saya takut salah di hadapan orang lain. ketika saya
melakukan kontak dengan orang lain dan setelah itu saya merasa kurang puas
dengan komunikasi yang saya lakukan, setelahnya saya jadi memikirkan
komunikasi tersebut dan menghayalkan seharusnya begini atau begitu. atau
saya menerka masa depan akan terjadi komunikasi dengan seseorang yang begini
atau begitu dan saya menghayalkannya. “….”pemikiran saya yang ke-7 membuat saya hingga saat ini menjadi orang yang tak
bisa apa-apa. S1 telah saya lalui tetapi saya tak ada bedanya dengan anak
SMA bahkan SMP. di dalam pikiran saya selalu ada rasa SESAL dan rasa TAKUT.
Menyesal karena telah menghilangkan cita-cita saya yang begitu berharga dan
takut melangkah karena kejadian serupa akan terulang kembali.
karena semua hal itu…sakarang saya sangat sering melamun (penyesalan,
pikiran negatif tentang masa depan, khayalan mimpi saya dulu, menerka
komunikasi2 yang mungkin terjadi di masa depan), pendiam, pesimis,
antisosial dgn teman2 saya, malas, tidak ada semangat, jarang tersenyum,
banyak menyusahkan orang (terutama karena ceroboh), mudah menangis.
Adakah suatu cara penyembuhan untuk mengatasi masalah pemikiran saya yang
seperti itu? perlukah saya ke Psikiater?
saya benar-benar ingin bisa bangkit lagi dari keadaan ini dan bisa hidup
lebih baik lagi dengan semangat saya yang baru. agar saya bisa hidup berguna
bagi orang lain.”
untuk Putri semoga lekas termotivasi dan dapat bangkit kembali,,,
jgnlah semakin menyalahkan diri sendiri utk keadaan tsb, sperti saya
saya saat ini dalam masa recovery dr “sakit”…tapi demi tg jwb moril dan ksh syg ortu, saya paksakan utk tetap melanjutkan kuliah S1 saya, meskipun berat…karena ego, ketegasan, dan kemampuan bicara saya yg entah mengapa sepertinya menurun.
jika Putri merasa sulit mengatasi masalah tsb sendiri, jgn ragu utk meminta bantuan ahli,,,:)
semangat putri,,,:)
[Reply]