Akhir 2008, seorang Dwi Wahyu AN, ingin memberikan nilai tambah bagi kehidupan. Dia mencoba membuat tim dengan visi yang hampir sama. Banyak yang tertarik namun banyak pula yang menolak. Pada awal “pencarian” ini digunakan metode “gerilya” (satu-dua orang saja untuk brainstorming dan penyatuan ide). Pada tahap ini, belum ada fokus kegiatan, segmentasi, nama organisasi, apalagi kantor. Hingga Yudha Rusdianto memberikan nama Senyum pada calon organisasi/tim tersebut. Kemudian tanggal 4 Januari 2009, Senyum Community mulai dipopulerkan pada tim ini. Dan selang sehari, ada ide untuk mengumpulkan baju dan buku bekas (walaupun awalnya kita tidak tahu mau diapakan barang-barang tersebut).
Cahaya pun mulai datang setelah kabut ketidakjelasan menyelimuti. Sebuah konsep sederhana ditawarkan oleh Nafis Mudrika untuk Senyum Community. Konsep itu diterima dan mulai tanggal 22 Januari 2009, seluruh anggota Senyum Community berkumpul untuk yang pertama kalinya (sudah tidak “gerilya” lagi). Bertempat di sebuah kos sederhana, terkumpullah 7 orang pemuda yang bisa disebut sebagai tonggak awal dari forum Senyum Community.
Pada forum yang pertama itu, kita mencoba menyamakan visi, menggali motivasi serta mencari identitas.. Kita mencari jawaban untuk pertanyaan manfaat yang didapat. Lalu, anggotanya seperti apa? Apakah khusus muslim atau terbuka untuk umum? Kita pun sepakat umum. Laki-laki saja atau perempuan boleh ikut? Jawabannya: tidak seru jika tidak ada perempuannya. Pemuda saja atau orang tua boleh ikut? Pemuda usia 15 – 35 tahun, kurang lebih seperti itu.
Pada pertemuan awal itu juga diputuskan hanya akan “diurus” oleh Dwi Wahyu AN (direktur) dan M Alfan H (sekretaris). Dan dari situlah kita mulai mengambil fokus pada pendidikan dan pemberdayaan pemuda Indonesia. Hal ini juga didasari dengan keprihatinan kami terhadap kondisi pendidikan di Indonesia sekaligus kurangnya pengembangan potensi yang dimiliki pemuda Indonesia. Dan pengembangan itupun dimulai dari dalam diri Senyum itu sendiri.
Program pertama yang dilakukan adalah melanjutkan pengumpulan baju pantas pakai dan menyalurkan melalui program Bazaar. Awalnya dari bazaar tersebut kita bisa memfasilitasi untuk memberikan program pendidikan dan pemberdayaan bagi pemuda. Namun ternyata program ini tidak berjalan mulus. Rencana kerjasama dengan sebuah organisasi kampus juga gagal.
Namun, hal positif tetap saja ada dengan dibuatkannya website Senyum Community (www.senyumkita.com) oleh Mira Maulia. Kemudian, tanggal 13 Februari 2009 ada ide dari Danang AM S.Psi untuk mengadakan training. Selanjutnya, pada tanggal 20 Februari 2009, lahirlah T-Smile. Kemudian disusul pelaksanaan Pelatihan Psikologi (Pengembangan karakter) gratis di SMP 2 Ngaglik (28 Februari 2009). Pelatihan ini juga didasari oleh potensi yang kami miliki yang sebagian besar kami adalah Mahasiswa dan Alumni Psikologi. Hal ini sekaligus memberikan pelajaran bagi kami, bahwa “lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan lakukanlah sekarang!”
Setelah Training, tim ini mulai menemukan “bentuk”. Anggota tim tidak lagi ragu untuk menjawab “Kami dari Senyum Community” bukan lagi “Kami dari UGM” ketika ditanya mitra kerja. Kemudian, pada tanggal 3 Maret 2009 Smile Magz menyusul lahir sebagai media komunikasi dan inspirasi. Dengan persiapan seadanya, edisi perdana dipublikasikan tanggal 15 Maret 2009 ke dunia. Hal ini menambah kabar gembira sebelumnya, yaitu keberhasilanya kerjasama dengan SMP 3 Ngaglik Sleman untuk melaksanakan training selama 2 bulan. Dan perjuangan pun terus berlanjut
Didasari kesadaran akan perlunya sistem yang lebih jelas, maka di akhir bulan Maret 2009 bertempat di garasi rumah Danang dilakukanlah musyawarah anggota yang pertama. Musyang yang dipimpin oleh Rusdi ini menetapkan beberapa keputusan. Keputusan pertama adalah tentang visi, misi, dan nilai Senyum. Selanjutnya tentang tim inti (Founding Father) yang berjumlah 8 orang, struktur serta rencana kerjanya.
Forum pun terus berlanjut. Open House, Bazar dan lainnya. Bahkan training yang dilakukan di telah berkembang menjadi program pemberdayaan pemuda SENYUMAN (Senyum Pemuda Mandiri). Hal ini memotivasi Senyum Community untuk memberikan manfaat lebih banyak lagi.
Sekarang Senyum Community telah berkembang dengan mempunyai tiga lembaga didalamnya yaitu T-Smile (Lembaga Pengembangan Diri dan Organisasi), Senyumkita (Web Magazine –Transformasi Smile Magz) dan KeepSmile Creative (Merchandise (T-Shirt,Pin dll), EO dll). Lembaga-lembaga ini diharapkan menjadi lembaga professional yang bisa menjadi sumber keberlangsungan Senyum Community. Berkembangnya lembaga yang di Senyum Community juga sebagai bukti komitmen kami untuk mendukung program-program sosial Senyum Community tanpa harus tergantung pada pihak lain.









