Hari pendidikan nasional baru saja diperingati bangsa ini. Berkaitan dengannya, ujian nasional (UN) juga baru saja berlangsung, dari tingkat SMA sampai SD. Bahkan, hasil UN SMA sudah diumumkan Senin (26/4) lalu.
Hasil UN SMA tahun ini turun drastis. Jika pada 2009 mencapai 93,74 persen, tahun ini hanya 89,88 persen. Di Yogyakarta sendiri, jumlah siswa tidak lulus sebanyak 9.237 siswa. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2009, yang mencapai 1.825 siswa. Berdasar evaluasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, persentase ketidaklulusan tertinggi terdapat pada jurusan IPS SMA, yakni 30,24 persen (Kompas, 26 April 2010).
Hasil UN tentu sangat mengejutkan berbagai pihak, baik sekolah, orang tua, maupun siswa yang bersangkutan. Walau bukan sepenuhnya tanggung jawab siswa, turunnya angka kelulusan membuat mereka rendah diri. Hasil UN memang akan berpengaruh pada kondisi psikologi siswa. Diperlukan sebuah penyikapan bijak, baik dari sekolah maupun keluarga.
Siswa tidak perlu berkecil hati. Hasil UN bukan satu-satunya indikator penentu keberhasilan. Kegagalan UN dapat disebabkan beragam faktor, termasuk faktor eksternal. Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, mengatakan, terdapat beberapa kebijakan UN yang berpengaruh pada turunnya angka kelulusan. Jadwal UN yang dipercepat membuat persiapan sekolah dan siswa tidak maksimal. Selain itu, standar kelulusan yang dirasa tinggi kurang sesuai dengan kondisi tiap provinsi (Kompas, 27 April 2010). Seharusnya, provinsi diberi keleluasaan untuk memilih standar kelulusannya, baik rendah, tinggi, maupun menengah.
Faktor penyebab turunnya angka UN yang beragam seharusnya tidak menjadi siswa putus asa. Walau begitu, ini tidak lantas menjadi sebuah pembenaran bagi tindakan siswa. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan siswa dalam menghadapi kondisi ini.
1. Jangan salahkan siapapun
Berpikir positif sepertinya menjadi langkah bijak. Ambil hikmah dari nilai UN yang kurang memuaskan tersebut. Mungkin, selama ini kita kurang tekun dalam belajar. Bisa juga, Tuhan menginginkan kita berusaha lebih keras sebelum pada akhirnya Dia memberi yang terbaik. Apapun itu, cobalah untuk bersikap positif dan tidak menyalahkan siapa pun, baik diri kita maupun orang lain.
2. Hindari lubang yang sama
Kita penah gagal. Kita pernah kecewa dan jatuh. Namun, bukan saatnya lagi bagi kita untuk meratap dan menangisi apa yang sudah terjadi. Toh, dengan menyesal tidak lantas membuat nilai UN tiba-tiba menjadi bagus. Bangkitlah dan jangan mengulang kesalahan yang sama. Pelajari kesalahan kita. Jika nilai terendah ada pada pelajaran matematika, belajarlah matematika dengan lebih serius dan tekun. Demikian halnya pada mata pelajaran lain. Jangan segan bertanya pada banyak orang.
3. Be a new one
Berdirilah di depan cermin. Katakan dengan mantap, bahwa kamu akan menjadi orang yang lebih baik. Kamu akan menjadi orang baru dengan semangat baru. Beri penghargaan pada dirimu sendiri. Keberhasilan kita tidak berasal dari orang lain. Kita yang menanam dan kita pula yang suatu saat akan menikmati hasilnya.
4. Siapkan pertempuran selanjutnya.
Persiapkan dirimu menghadapi UN ulang pada 10-14 Mei mendatang. Apa yang belum kamu siapkan kemarin, matangkan sekarang. Jangan menunda apapun yang sebenarnya bisa dilakukan sekarang. Jangan lupa untuk selalu berpikir optimis.
Kegagalan boleh saja datang dalam kehidupanmu. Namun perlu juga diingat, kita tidak akan merasakan puasnya keberhasilan, jika kita tidak pernah tahu rasanya kecewa akibat kegagalan. Bersemangatlah! ^^
(Rita Pamilia)
No related posts.











May 20, 2010
Senyum Inspirasi