OPTIMALKAN POTENSI MELALUI SAHABATMU

June 10, 2010

Senyum Inspirasi

“Sob, kok aku merasa gak maksimal ya di jurusan Teknik? Apa aku salah masuk jurusan ya?”

inspirasi optimalkan petensi Penggalan kalimat di atas pernah diutarakan oleh seorang sahabat saya beberapa waktu yang lalu. Padahal ketika itu ia telah memasuki tahun kedua di bangku universitas. Mungkin anda juga pernah mendengar hal yang sama dari orang lain. Atau bahkan anda sendiri merasakan hal tersebut. Ketika kita merasakan salah masuk jurusan di saat-saat terakhir perkuliahan, dunia seperti tidak memberikan ruang untuk berekspresi. Lalu apa yang harus kita lakukan agar tidak salah jurusan dan menyesal di kemudian hari?

Sejatinya setiap manusia diberikan bakat yang berbeda-beda oleh Tuhan. Oleh karena itu, dunia psikologi mengenal istilah individual differences, yaitu perbedaan karakteristik setiap orang yang ditunjukkan dengan keunikan perilaku secara individual. Namun sayangnya, banyak dari kita yang belum mengetahui dan memahami apa bakat terbesar yang kita miliki. Bahkan tak jarang hingga lulus kuliah pun masih ada orang yang belum paham apa bakat paling unik dari dirinya.

Perlu diketahui bahwa bakat berbeda dengan minat. Minat adalah pilihan/kecenderungan individu untuk melakukan sesuatu, sementara bakat memang menjadi bagian dari kepribadian individu. Perpaduan antara bakat dengan minat akan melahirkan sebuah potensi diri.

Sebagai contoh, secara matematis seorang anak yang memiliki minat berenang (tapi tidak terlalu berbakat) harus berusaha lebih keras daripada anak yang memang sangat berbakat dalam berenang. Namun bukan berarti anak yang berbakat tidak harus menjalani latihan rutin. Kemungkinan di atas hanyalah kemungkinan matematis, dimana pada realita di lapangan, usaha menjadi modal yang paling penting dalam mencapai keberhasilan.

Sebenarnya ada beragam cara untuk mengetahui potensi diri. Dunia psikologi pun menyediakan beragam tes untuk mengidentifikasi bakat dan minat sejak dini. Namun sebenarnya, keberadaan orang lain pun dapat menjadi indikator untuk mengetahui potensi apa yang kita miliki.

Orang-orang yang bingung dengan potensinya kebanyakan berada dalam rentang usia remaja hingga dewasa awal. Usia itu berada dalam kisaran usia belasan tahun hingga awal 20 tahun. Tidak ada yang salah dengan kebingungan tersebut, karena hal itu juga diakui oleh Erik H. Erikson (ahli psikososial). Erikson menggambarkan usia tersebut sebagai masa identity dan role confusion, masa dimana individu mendapatkan kepastian identitas atau justru bingung dengan identitasnya.

Pada masa usia remaja dan dewasa awal, seseorang justru menjadi lebih dekat dengan sahabat daripada dengan keluarga. Hal ini wajar karena remaja senang mencoba hal-hal baru yang terkadang tidak terlalu disukai oleh keluarga, khususnya orangtua.

Banyaknya waktu yang dihabiskan bersama sahabat sebenarnya bisa disikapi secara positif. Sahabat menjadi mengerti banyak hal tentang diri kita. Sahabat juga mengerti apa yang kita sukai dan apa yang kita hindari. Kedekatan ini bisa kita manfaatkan untuk menggali potensi-potensi diri yang mungkin masih tersembunyi.

Ada area gelap dalam diri yang tidak kita ketahui, tapi mungkin saja diketahui dengan baik oleh sahabat kita. Misalnya, seorang sahabat tiba-tiba berkata,”Eh kamu itu ternyata punya bakat menulis cerita humor ya. Aku sampe mati ketawa lho baca ceritamu ini”. Padahal awalnya tulisan tersebut hanya untuk mengabadikan kejadian yang baru saja kita alami, tanpa maksud untuk menulis cerita humor. Namun ternyata, bagi orang lain tulisan itu adalah cerita yang sangat menggelitik perut. Pada titik ini kita harus menyadari bahwa seorang sahabat telah membuka tabir gelap diri dan menunjukkan bahwa kita punya bakat MENULIS CERITA HUMOR.

Jika anda memiliki banyak sahabat, maka sudah tidak saatnya lagi kebingungan untuk menemukan potensi diri. Jadikan sahabat sebagai cermin yang senantiasa memantulkan gambaran diri kita, tidak hanya sisi buruk namun juga sisi baik dan segala potensi yang kita miliki. Jalinan persahabatan tidak hanya berbicara soal keceriaan dan tawa, tapi juga soal mengukir masa depan dan meraih mimpi dengan potensi yang kita miliki. Ayo rangkul sahabatmu dan raih mimpi-mimpimu!

(Yudi Kurniawan)

Related posts:

  1. Siasat Singkat Mencari Uang melalui Internet
  2. Progam Pengembangan Potensi bagi Anak Panti
  3. Mengenal Diri, Menemukan Potensi
  4. Membangun Partisipasi Melalui Senyum Kuiz 2010
,

Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

One Response to “OPTIMALKAN POTENSI MELALUI SAHABATMU”

  1. massigit Says:

    Sahabat kita merupaka aset yang sangat berharga buat kita. Suatu saat kita pasti membutuhkannya :)

    [Reply]

Leave a Reply

Premium Wordpress Themes