Dari seorang Pras kita dapat belajar untuk berani merintis jalan menuju apa yang kita inginkan…
Menjadi mandiri tak perlu menunggu lepas dari bangku kuliah. Di antara sekian banyak mahasiswa, ada di antara mereka yang belajar hidup mandiri dengan bekerja paruh waktu. Selain bekerja pada suatu perusahaan atau institusi tertentu, tidak sedikit mahasiswa yang memilih untuk membuka usaha sendiri. Namun, ada pula yang lebih senang bekerja dengan mengandalkan kemampuan dirinya sebagai freelancer (pekerja lepas), bekerja tanpa ikatan.
Salah satunya adalah Prasetyo Rahastu. Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota UGM angkatan 2006 ini setidaknya sudah dua tahun bergelut dengan dunia IT (information technology). Dari usaha yang dirintisnya itu ia bisa memulai hidup mandiri. Blitar adalah kota asal pria yang lebih akrab dipanggil Pras ini. Kini ia menjadi Technical Support & Programmer di Majesty Web Media Yogyakarta yang ia rintis. Masih ingin terus menimba ilmu di dunia IT, Pras juga bekerja di perusahaan IT lain yang berada di Yogyakarta. Seakan tak cukup dengan dua pekerjaan tersebut, sejak Maret kemarin, Pras juga menjadi Freelanc Web Developer di sebuah perusahaan IT Amerika.
Memang, background pendidikan Pras seakan tidak nyambung dengan apa yang ditekuninya saat ini. Pertanyaannya, jika bukan dari kelas, dari mana Pras mendapatkan keterampilannya di bidang IT? Ternyata, keingintahuanlah jawabannya. Keingintahuan mahasiswa –yang saat SMA dikenal sebagai gitaris– ini muncul saat dirinya memasuki bangku kuliah. Berkat keingintahuannya yang besar, lelaki yang juga hobi membaca ini mendapatkan keterampilannya secara otodidak.
Dengan cita-citanya sebagai entrepreneur, ia tidak setengah-setengah dalam mengejar keingintahuannya. Untuk mewujudkan cita-citanya, ia banyak belajar dan mendalami berbagai referensi yang diperolehnya dari internet. Selain itu ia juga membeli buku-buku dan majalah-majalah tutorial komputer. Karena lebih menyenangi pekerjaannya sebagai programmer, awal yang sulit dalam merintis usaha, tidak membuatnya surut langkah. Pras tidak segan-segan menawarkan proposalnya dari perusahaan ke perusahaan. Meski bekerja mandiri menjadi impiannya, namun untuk mengawali langkah yang lebih besar, Pras tidak mempermasalahkan jika dirinya harus menjadi pekerja di perusahaan terlebih dahulu. “Intinya, jika kita memang masih memulai, jangan gengsi. Lagipula dari situ kita bisa belajar dan mengumpulkan portofolio,” tipsnya.
Hal demikian, bukan berarti Pras tidak serius dengan kuliah yang ditempuhnya, apalagi menjadikan pekerjaannya sebagai pelarian belaka. Di dunia kerja yang berkaitan dengan studinya, pemuda –yang juga aktif di kegiatan kemahasiswaan jurusan– ini juga sudah mengantongi berbagai pengalaman. Setidaknya, Pras pernah turut dalam Kerja Praktek pada Proyek Penyusunan Rencana Tindak dan Pengembangan Kawasan dengan Peremajaan Perkotaan Yogyakarta, Proyek Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bengkulu, dan Mapping Assistant dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Tidore Kepulauan.
Meski berpengalaman di dua bidang sekaligus, bidang perencanaan wilayah sekaligus IT, Pras yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum Perkumpulan Pelajar Blitar di Yogyakarta periode 2008-2009 ini mengaku lebih menyukai pekerjaannya sebagai programmer ketimbang pekerjaannya dalam bidang tata kota. “Pekerjaannya pun lebih menyenangkan dan tidak menyita banyak tenaga,” akunya kepada crew media Senyum. Menjadi programmer, Pras merasa bekerja lebih mandiri dan tidak terlalu menggantungkan diri pada orang lain. “Do what you love, love what you do,” imbuhnya. Jadi, apapun ketertarikanmu, dalami itu, dan buktikan kamu bisa menjadi apa yang kamu inginkan! Setuju?!
(Yuwan Y.R)
Related posts:











April 17, 2010 at 4:48 pm
idih…bangga rek…sip manteb!
[Reply]
April 17, 2010 at 9:29 pm
setuju,,
[Reply]
March 8, 2011 at 5:39 pm
aku juga ingin tuh…
[Reply]