Kolong Tangga untuk Senyum Sejuta Anak

March 19, 2010

Senyum Sahabat

Dunia anak-anak adalah dunia yang sangat menyenangkan. Mereka masih bebas dari beban berat dan penuh dengan keceriaan.

komunitas kolong tanggaHakikat itulah yang saat ini sulit ditemui di dunia anak-anak. Mengapa? Karena berbagai masalah yang melanda negeri ini, berimbas pada senyum anak-anak. Misal saja problem kemiskinan menyebabkan banyak anak dipaksa bekerja oleh orang tua mereka. Masa kecil mereka pun terenggut. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dibentuknya sebuah komunitas yang peduli pada dunia anak-anak, yakni Komunitas Kolong Tangga.

Komunitas Kolong Tangga merupakan sebuah komunitas yang berada di bawah asuhan Yayasan Dunia Damai. Ia digagas oleh Rudy Corens, kurator, dan seniman asal Belgia. Keprihatinan Rudy Corens pada dunia anak-anak Indonesia, menggugahnya untuk membentuk komunitas ini. Ia ingin anak-anak Indonesia merasakan kebahagiaan di masa kecilnya.

Komunitas ini pun memiliki museum mainan, yang dinamai Museum Anak Kolong Tangga. Museum ini terletak di bawah tangga lantai dua Taman Budaya Yogyakarta. Adapun isi dari museum ini adalah berbagai mainan tradisional dari seluruh pelosok Indonesia, bahkan dari luar negeri. Semua mainan di museum ini milik Rudy Corens dan beberapa di antaranya adalah pemberian dari kolega komunitas. Dan tentu saja, museum ini terbuka untuk anak-anak Indonesia.

Selain memiliki museum, komunitas ini juga memiliki divisi lain, yakni divisi indoor dan outdoor. Kedua divisi ini difungsikan untuk mengasah kemampuan anak-anak secara psikomotorik. Kegiatan-kegiatan yang menuntut keterampilan dan kekreativitasan anak, dituntun oleh divisi ini.

Untuk divisi indoor, mereka sering melakukan kegiatan workshop dalam ruangan. Komunitas ini pernah mengajari anak-anak dalam hal mewarnai, menggambar, bahkan menghias kue. Beberapa waktu lalu, mereka juga melakukan workshop melukis dengan mengundang Kartika Affandy, putri dari pelukis Affandy. Tujuan dari workshop tersebut adalah untuk meningkatkan kreativitas anak. Selain itu, anak-anak pun memperoleh kegembiraan karena mereka dapat mengeksplorasi kemampuan mereka.

Lain hal dilakukan divisi outdoor. Divisi ini mengajak anak-anak untuk berkreatif di luar ruang. Anak-anak sering diajak untuk melakukan berbagai permainan tradisional, seperti permainan egrang. Mereka juga diajari dan praktek dalam membuat mainan tradisional. Mainan tradisional yang pernah mereka buat bersama adalah otok-otok. Setelah membuatnya, anak-anak boleh membawanya pulang. “Anak-anak senang dapat membuat suatu mainan. Apalagi hasil karya mereka dapat mereka nikmati sendiri,” tutur Risza Ratu Muliartha, salah satu volunteer divisi outdoor.

Kreativitas anak-anak tersebut juga disokong dengan keberadaan perpustakaan. Perpustakaan komunitas ini dinamakan “Perpustakaan Burung Biru”. Dalam perpustakaan ini, tersimpan banyak buku-buku yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mulai dari buku dongeng, buku sejarah, bahkan buku ilmu pengetahuan. Buku berbahasa Inggris pun tersedia. Menarik bukan? Pameran terkait dunia anak-anak pun kerap dilakukan, seperti pameran pendidikan dan pameran robot. “Pameran yang akan segara digelar adalah pameran celengan, yang secara tersirat mengajarkan anak-anak agar gemar menabung,” jelas Putri Sekar Arum, koordinator divisi public relation. Perpustakaan dan pameran tersebut menunjukkan bahwa komunitas ini tak hanya concern pada sisi kreativitas, tapi juga nilai edukasi bagi anak-anak.

Dan untuk mendukung keberadaan komunitas ini, hadirlah media “Kelereng”. Tentu saja, media berbentuk majalah ini berisikan hal-hal yang terkait dengan kegiatan komunitas dan dunia anak. Di dalamnya dapat kita temui liputan berita kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan oleh komunitas. Selain itu, dongeng, cerpen, kuis, dan berita menarik dapat kita baca dari majalah ini. Salah satu fokus berita yang pernah menjadi sajian majalah ini adalah tentang kasih sayang. Mereka mengajarkan anak-anak untuk saling mengasihi tak hanya kepada sesama manusia, tapi juga kepada makhluk Tuhan yang lain. Dari sini, anak-anak dapat belajar banyak tentang kehidupan.

Keberadaan komunitas ini memang berarti bagi anak-anak Indonesia, di Yogyakarta khususnya. Mereka memperoleh pengalaman dalam hal ketrampilan dan pikiran. Dan tentu saja, permainan tradisional pun dapat dilestarikan melalui berbagai kegiatannya. Layaknya, komunitas ini tak hanya ada di Yogyakarta, tapi di seluruh pelosok Indonesia.

(Galuh Indah B.)

sumber foto: http://www.flickr.com/photos/15171000@N05/3746181727

Related posts:

  1. Berbagi Senyum untuk Anak Merapi
  2. Suara Anak – anak Panti, untuk Senyum Community
  3. Program Bimbel Untuk Anak Panti
  4. Progam Bimbel Untuk Anak Panti Asuhan Tahun 2012
  5. Tasyakuran dan Sosialisasi Progam Kewirausahaan untuk Anak Panti
, , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 Responses to “Kolong Tangga untuk Senyum Sejuta Anak”

  1. fajar Says:

    bagus niy, kapan2 senyum bisa berkunjung ksitu niy

    [Reply]

  2. dewa Says:

    patut didukung :D

    [Reply]

  3. rianpi Says:

    mungkin perlu juga komunitas senyum buat pemuda/i…mereka dah terlalu banyak masalah dunia,,hehehhehe

    [Reply]

Leave a Reply

Premium Wordpress Themes